Senin, 29 Juni 2015

Samsung India: Smartphone murah Tizen lebih laris daripada smartphone murah Android kami

Asim Warsi (paling kanan), saat peluncuran Samsung Z1 di India

Samsung Electronics telah berhasil menjual 1 juta smartphone Z1 yang berjalan pada sistem operasi (OS) Tizen dalam waktu kurang dari enam bulan dari peluncuran di India dan berencana untuk menindaklanjuti dengan varian perangkat yang berwarna emas atau gold bulan depan dan model smartphone lain yang lebih banyak dengan OS Tizen dengan harga terjangkau tahun ini.

Samsung telah berusaha bertahun-tahun untuk bisa mengembangkan sistem operasi sendiri yang lebih unggul dari lainnya dan mulai memperkenalkan model Z1 di India pada pertengahan Januari. Samsung mengatakan pertumbuhan Z1 di pasar India yang kompetitif adalah target utama mereka dan varian baru akan memiliki lebih banyak game dan aplikasi messaging.

"Sudah lebih baik dari ekspektasi kami," kata Asim Warsi, wakil presiden untuk pemasaran dari divisi IT & mobile (IM) di Samsung Electronics India. "Ini adalah tumpukan yang sama dan lebih baik dari beberapa model tetangganya dalam portofolio kami." Samsung memiliki lima model smartphone dengan harga dibawah $100, empat lainnya berjalan pada OS Android dan Samsung Z1 yang paling sukses diantara semuanya.

Samsung Z1 diluncurkan dengan harga 5.700 rupee (sekitar 1,2 juta rupiah) dan sekarang tersedia dengan harga 5.000 rupee (sekitar 1 juta rupiah). Samsung menurunkan harganya agar sesuai dengan harga di Sri Lanka yang beru saja diluncurkan akhir bulan Mei kemarin. Varian gold akan memiliki harga yang sama, sementara model kedua dari smartphone Tizen akan dijual dengan harga paling murah dari segmen menengah, dimana industri mengklasifikasikannya sebagai smartphone dengan kisaran harga 8.000 - 15.000 rupee (sekitar 1,6 juta - 3,1 juta rupiah).

Samsung harus memperluas ekosistem perangkat Tizen untuk menghasilkan ketertarikan yang lebih tinggi untuk OS ini, kata Anshul Gupta, analis utama penelitian di Gartner, yang berarti lebih banyak lagi koleksi berbagai macam aplikasi agar bisa lebih banyak diadopsi di kalangan konsumen. Sebuah roadmap untuk perangkat masa depan yang sangat penting untuk mitra saluran, distributor dan pengecer, harus disediakan juga.

Jika dilihat secara keseluruhan, smartphone Tizen sama sekali belum bisa mendominasi pasar India, di mana sekitar 2,8 juta smartphone berbasis Android dari berbagai vendor dengan harga dibawah $100 dikirim setiap bulan di India. Namun perlu diingat kehadiran Tizen hanya melalui satu model smartphone saja, dan itupun memimpin di posisi teratas walaupun prosentasenya sangat kecil jika dibandingkan dengan gabungan smartphone dibawahnya.

"Perangkat Samsung berbasis Tizen telah mengumpulkan sekitar 7% pangsa pasar smartphone di bawah harga $100, yang merupakan prestasi yang moderat" dalam segmen yang ramai dan kompetitif, kata Jayanth Kolla, co-founder perusahaan riset telekomunikasi Convergence Catalyst. Di India, sebagian besar pengiriman smartphone dan penjualan di segmen murah atau entry-level dan kategori terjangkau.

Asim Warsi mengakui bahwa penjualan Z1 terbilang "kecil," meskipun ia mengatakan perangkat ini - dengan sistem operasi baru yang belum memiliki kehadiran yang signifikan jika dibandingkan dengan Android yang sudah begitu dominan - merupakan keberhasilan yang signifikan bagi perusahaan.

Menurut Warsi, berdasarkan data dari perusahaan riset pasar Gfk, penjualan Samsung Z1 berhasil menyumbang lebih dari setengah dari pertumbuhan sebesar 97% buat Samsung untuk segmen smartphone dibawah harga $100 pada periode bulan Januari hingga April 2015. Sementara pasar smartphone secara keseluruhan tumbuh 30% berdasarkan volume dan 20% berdasarkan nilai dalam empat bulan pertama tahun 2015, dimana segmen dibawah harga $100 berkembang lebih cepat - sedikit di atas 40% berdasarkan volume dan 30% berdasarkan nilai.

Warsi mengatakan jumlah aplikasi di Tizen Store telah berkembang dua kali lipat sejak Januari dan lebih banyak aplikasi akan ditambahkan setelah Tizen Developer Summit 2015 - yang akan diselenggarakan pada tanggal 30-31 Juli di India di mana diperkirakan 800 - 1000 pengembang aplikasi akan hadir. Dia mengatakan model baru akan datang pada titik harga yang berbeda dibanding sebelumnya dan seperti juga pendahulunya, akan dibuat di pabrik Samsung di India, yaitu di Noida.


Via The Economic Times (India)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar