Minggu, 29 Desember 2013

Bagaimana TIZEN menghadapi persaingan industri di 2014?


TIZEN adalah sistem operasi (OS) yang dikembangkan dari Samsung Linux Platform (SLP) dan merupakan penerus dari proyek LiMo (Linux Mobile) milik LiMo Foundation yang didirikan oleh Linux Foundation pada tahun 2007. TIZEN adalah salah satu proyek kolaborasi dari Linux Foundation, sehingga pengguna maupun pendukungnya bisa berharap kalau OS ini akan selamanya terbuka, open source, dan bebas untuk dimodifikasi oleh siapa saja.

Dalam perjalanannya, Samsung juga menggabungkan OS bada milik mereka sebelumnya ke TIZEN, begitu juga dengan Intel yang menempatkan beberapa hasil kerja mereka sebelumnya di OS Moblin dan MeeGo ke dalam TIZEN. Baik Samsung maupun Intel sebagai pengembang utama OS ini yang tergabung dalam Technical Steering Group (TSG) di proyek TIZEN telah berpengalaman dalam membuat dan mengkomersialkan sebuah OS, jadi walaupun mereka belum pernah sukses sebelumnya dengan hasil kerja mereka setidaknya sudah tahu kekuatan dan kelemahan dalam industri OS mobile.

Sejak diluncurkan pertama kali pada bulan September 2011, OS TIZEN telah berkembang dari versi 1.0 yang meluncur pada bulan April 2012 hingga yang terbaru versi 2.2.1 yang dirilis pada November kemarin. Dari sisi fitur dan user experience (UX), versi terbaru dari TIZEN sudah matang dan setara dengan OS lainnya yang sudah bertahun-tahun ada di pasaran. Sekali lagi, hal ini karena faktor pengalaman dari Samsung dan Intel dengan OS sebelumnya. Pengguna awal dari TIZEN yang sebelumnya menggunakan perangkat seperti Galaxy S4 atau Galaxy Note 3 misalnya, tidak akan merasakan jauh bedanya.



Jika Anda serius dengan software, seharusnya bisa membuat hardware sendiri

Walaupun Android saat ini menguasai pangsa pasar OS mobile dengan penguasaan 81 persen dan Samsung sendiri menguasai 63 persen dari pangsa pasar perangkat Android global, namun hal itu sama sekali tidak memberikan jaminan ketenangan buat Samsung Electronics. Android tidak bisa membuat mereka bebas untuk mengontrol masa depan mereka sendiri. Di sisi lain, Samsung mungkin sudah melihat keterbatasan dari Android sehingga tidak bisa dieksplorasi lebih jauh selain hanya menunggu update terbaru dari Google.

Alan Kay, seorang ilmuwan komputer dari Amerika yang dikenal lewat pengembangan pemrograman berorientasi obyek dan perancangan graphical user interface (GUI) berbasis window yang sekarang digunakan oleh hampir semua OS, pernah mengatakan: "People who are really serious about software should make their own hardware." Apple adalah perusahaan pertama yang berhasil menjalankannya, dan baik Microsoft maupun Google juga ingin mengikutinya dengan masing-masing telah mengakuisisi perusahaan hardware seperti Nokia Device dan Motorola Mobility.

Haruskah Samsung berdiam diri dengan semua ini? Dan seperti perkataan Alan Kay lainnya: "The best way to predict the future is to invent it." Apapun alasannya, akuisisi yang dilakukan oleh Google dan Microsoft telah mengakibatkan ketidakjelasan dari masa depan OS yang mereka kontrol. Daripada membuang waktu untuk terus memikirkan antisipasinya, kenapa tidak sekalian saja membuat OS sendiri sebagai alternatif terbaik yang bisa dikontrol masa depannya.

Di sisi lain, penjualan produk dan komponen hardware telah memasuki titik jenuh dan Samsung maupun Intel harus mencari sumber pendapatan baru. Dilihat dari kapabilitasnya, TIZEN tidak hanya menangkap pasar smartphone, tetapi juga pasar sistem operasi yang lebih besar. Ini menunjukkan bahwa Samsung dan Intel sudah melihat ke depan untuk tetap berada di depan dalam persaingan. Selain itu, karena mereka tahu kegagalan OS baru yang terlalu difokuskan untuk perangkat mobile seperti BlackBerry 10 dan juga Windows Phone, mereka mencoba untuk meminimalkan resiko kegagalan jika seandainya dalam kasus ini TIZEN untuk OS mobile gagal atau lambat mencapai traksi yang diinginkan di pasaran.

Mengaca pada kegagalan sebelumnya dan juga OS baru lainnya, TIZEN dikembangkan secara terbuka dengan menggandeng Linux Foundation untuk mempercepat adopsi di kalangan komunitas open source dan pengembang software untuk mempercepat perkembangan ekosistem TIZEN. Selain itu, dengan kepemilikan proyek berada di tangan organisasi non-profit seperti Linux Foundation juga akan meningkatkan kepercayaan perusahaan IT maupun elektronik untuk bergabung sehingga mempercepat adopsi industri.


Bagaimana TIZEN bisa 'survive' dan sukses di pasar sistem operasi?

Setelah berakhirnya era PC, era mobile hadir ditandai dengan produk-produk seperti smartphone dan tablet. Pasar mobile sendiri sekarang sudah mengalami saturasi dengan dua sistem operasi masing-masing Android dan iOS menguasai 93 persen dari pangsa pasar smartphone global berdasarkan data dari International Data Corporation (IDC) Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, sehingga hanya meninggalkan sedikit celah untuk OS baru.

Celah yang masih sangat besar dan nyaris belum tersentuh oleh sistem operasi yang ada saat ini adalah pada produk konvergensi, dalam arti sebuah OS untuk standar industri baru yang bisa diterapkan dalam berbagai produk elektronik, IT hingga kendaraan seperti mobil dan pesawat terbang. Konsep seperti ini sudah lama digodok oleh perusahaan software dan IT seperti Microsoft, Google, Apple hingga Canonical lewat OS Ubuntu mereka. Namun belum satupun dari mereka yang menghadirkan bentuk komersialnya dalam perencanaan utama untuk OS buatan mereka selain TIZEN. Masalahnya mereka membutuhkan perusahaaan elektronik konsumen seperti Samsung, Sony maupun LG Electronics untuk mau menerapkannya.

Konsep sistem operasi konvergensi untuk perangkat yang terhubung di era 'Internet of Things (IoT)' seperti sekarang ini bisa menjadi inovasi disruptif yang membedakan TIZEN dengan OS lainnya. Dukungan dari Samsung selaku perusahaan terbesar untuk produk elektronik konsumen membuat TIZEN tidak akan mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep ini. Sekali Samsung berhasil menerapkan konsep TIZEN ini pada semua produknya akan menciptakan 'contoh' yang bagus untuk diikuti oleh perusahaan elektronik lainnya untuk juga segera mengadopsinya.

Alasan utama kenapa Android banyak diadopsi oleh produsen handset adalah karena ekosistemnya yang telah matang, bukan karena sistem operasi itu sendiri. Android adalah OS kedua setelah iOS yang menitik beratkan sisi komersial pada ekosistem aplikasi yang mereka miliki. Namun memperluas ekosistem Android diluar smartphone dan tablet adalah masalah tersendiri buat Google. OS Android untuk TV lewat Google TV misalnya, telah gagal mendapatkan dukungan yang signifikan dari produsen TV.

Jadi sekarang Anda tahu kenapa TIZEN menitikberatkan ekosistemnya pada HTML5. Slogan "Write once, run anywhere (WORA)" yang sebelumnya diusung oleh Sun Microsystems untuk menggambarkan manfaat cross-platform dari bahasa pemrograman Java, di era IoT seperti sekarang mulai bergeser buat bahasa pemrograman web atau HTML5. Sebenarnya yang membuat Java menjadi cross-platform adalah "virtual-machine" yang wajib ada di setiap perangkat agar aplikasi Java bisa dijalankan di mana saja tanpa kompilasi ulang atau tweaking. Sedangkan HTML5 tidak membutuhkan virtual-machine untuk bisa cross-platform. Dan satu lagi keunggulan HTML5 dibandingkan dengan Java yang digunakan oleh Android, yaitu bersifat open source dan dikembangkan oleh konsorsium non-profit W3C seperti halnya Linux.


China bisa menjadi pasar penting buat TIZEN

China memproduksi banyak perangkat elektronik yang selain untuk pasar dalam negri juga mulai mendominasi pasar di luar negri karena harga yang kompetitif dan fitur yang inovatif. Banyak perusahaan elektronik besar yang lahir di negara ini dalam satu dekade terakhir, sebut saja Haier, TCL, Midea, Hisense dan lainnya. TIZEN bisa dipromosikan ke perusahaan-perusahaan ini jika mereka menginginkan produk mereka bisa saling terhubung satu sama lain, baik itu TV dan peralatan eletronik rumah tangga seperti kulkas, home theater, hingga Smart Home dan tentu saja pada akhirnya akan mengarah juga ke smartphone dan tablet.

China juga adalah pasar smartphone terbesar di dunia dengan 870 juta pengguna ponsel 2G, dan semuanya kini mengantri untuk membeli smartphone 3G/4G. Fakta lain yang menarik adalah konsumen yang pertama kali membeli smartphone di China per bulan mencapai 11,2 juta orang. Strategi bisa jadi ini akan membawa TIZEN untuk meraih proporsi yang lebih besar dari pasar smartphone, walaupun promosi awalnya sebenarnya tidak ditujukan untuk smartphone.


Pasar IVI siap menyambut kehadiran TIZEN

Produk In-vehicle Infotainment juga akan menghasilkan pos keuntungan terbesar buat TIZEN. Menurut analisa dari IHS Automotive, penjualan global untuk OS berbasis Linux di industri otomotif akan meningkat menjadi 53,7 juta unit pada tahun 2020, naik dari kurang dari 1 juta unit pada tahun 2013. Pertumbuhan yang sangat cepat ini akan memungkinkan Linux untuk menyalip pesaing utamanya Microsoft dan QNX dari BlackBerry.

Linux Foundation telah meluncurkan Automotive Grade Linux (AGL) Work Group untuk memajukan pengembangan sistem otomotif melalui kolaborasi antara Linux Foundation dan komunitas open source dan industri otomotif. Dan TIZEN dipilih sebagai platform referensi buat AGL. Sejauh ini Toyota dan Jaguar Land Rover telah menghadirkan konsep IVI mereka berbasis TIZEN yang siap untuk dikomersialkan mulai tahun depan.


Apakah penyebaran produk TIZEN berhenti sampai disini? Sifat alaminya sebagai OS untuk perangkat yang terhubung membuat TIZEN bisa dengan cepat dikembangkan untuk bisa mengadopsi jenis profile device yang baru, seperti misalnya wearable device atau jenis perangkat lain yang mungkin akan muncul di masa depan. Konsep keterbukaan yang diusung dalam TIZEN Governance membuat setiap orang atau perusahaan bisa leluasa berkontribusi pada proyek TIZEN untuk membuat OS ini senantiasa berevolusi mengikuti perkembangan jaman.

Itulah kenapa acara besar pertama di 2014 yang akan dihadiri oleh TIZEN seperti yang diumumkan oleh Tizen Association adalah International Consumer Electronic Show (CES) 2014, sebuah pameran produk elektronik untuk konsumen terbesar yang akan berlangsung pada tanggal 7-10 Januari mendatang di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Apakah ada produk elektronik baru seperti TV, kamera atau peralatan rumah tangga berbasis TIZEN yang diluncurkan di acara ini? Kita tunggu saja paling lama 2 minggu lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar