Rabu, 19 Juli 2017

Samsung Indonesia rilis aplikasi Telegram for Tizen


Ditengah isu pemblokiran oleh pemerintah, Samsung Research and Development Institute Indonesia (SRIN) hari ini merilis aplikasi Telegram for Tizen. Aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform tercepat dan paling aman berbasis cloud yang bersifat gratis dan nirlaba ini sekarang tersedia di Tizen Store.

Telegram didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov dan Nikolai Durov dan berkantor pusat di Berlin, Jerman. Kode pihak kliennya berupa perangkat lunak sistem terbuka namun mengandung blob binari, dan kode sumber untuk versi terbaru tidak selalu segera dipublikasikan, sedangkan kode sisi servernya bersumber tertutup dan berpaten. Layanan ini juga menyediakan API kepada pengembang independen. Pada Februari 2016, Telegram menyatakan bahwa mereka memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan, mengirimkan 15 miliar pesan per hari.



Akun Telegram

Akun Telegram terikat dengan nomor telepon dan diverifikasi melalui SMS atau panggilan telepon. Pengguna dapat menambahkan beberapa perangkat untuk akun mereka dan menerima pesan pada masing-masing perangkat. Perangkat yang terhubung dapat dihapus secara individual atau sekaligus. Nomor yang digunakan dapat diubah sewaktu-waktu dan ketika pengguna melakukan itu, kontak pengguna akan menerima nomor baru secara otomatis. Selain itu, pengguna dapat mengatur alias yang memungkinkan mereka untuk mengirim dan menerima pesan tanpa menyertakan nomor telepon mereka.

Metode otentikasi default yang digunakan oleh Telegram untuk login adalah otentikasi tunggal berbasis SMS. Semua yang dibutuhkan untuk masuk ke akun dan mendapatkan akses ke pesan berbasis cloud milik pengguna adalah kode akses satu kali yang dikirimkan melalui SMS ke nomor telepon pengguna.


Pesan berbasis Cloud

Pesan bawaan Telegram adalah berbasis cloud dan dapat diakses pada setiap perangkat yang terhubung milik pengguna. Pengguna dapat berbagi foto, video, pesan audio dan file lainnya (.DOC, .MP3, .ZIP, dll hingga ukuran 1,5GB). Seluruh riwayat obrolan Anda tidak memerlukan ruang disk pada perangkat Anda, dan akan tersimpan dengan aman di cloud Telegram selama Anda memerlukannya. Pengguna dapat mengirim pesan ke pengguna lain secara individu atau kelompok (group chat) sampai 5.000 anggota. Transmisi pesan ke server Telegram Messenger LLP dienkripsi dengan menggunakan kombinasi enkripsi AES 256-bit simetris, enkripsi RSA 2048-bit, dan pertukaran kunci rahasia Diffie–Hellman.

Menurut kebijakan privasi Telegram, "semua data yang tersimpan telah dienkripsi dan kunci enkripsi dalam setiap kasus disimpan dalam beberapa DC lainnya di yurisdiksi yang berbeda. Dengan cara ini engineer lokal atau penyusup tidak akan bisa mendapatkan akses ke data pengguna".

Bagi mereka yang tertarik dengan privasi maksimal, Telegram menawarkan "Secret Chat". Pesan Rahasia Obrolan dapat diprogram untuk menghancurkan diri secara otomatis dari kedua perangkat yang berpartisipasi. Dengan cara ini Anda dapat mengirim semua jenis konten yang hilang - pesan, foto, video, dan bahkan file. Secret Chats menggunakan enkripsi end-to-end untuk memastikan bahwa pesan hanya dapat dibaca oleh penerima yang dituju.


Serbaguna

Telegram memiliki alat pengeditan foto dan video yang hebat dan platform stiker/ GIF yang terbuka untuk memenuhi semua kebutuhan ekspresif Anda.

Telegram bahkan bahkan bisa digunakan untuk membuat bot untuk tugas tertentu. Ini adalah alat yang sempurna untuk hosting komunitas online dan mengkoordinasikan kerja tim.


Murah dan Aman

Telegram gratis dan akan selalu gratis. Telegram berjanji tidak akan pernah menjual iklan atau mengenalkan biaya berlangganan.

Sebagai aplikasi messaging yang paling sederhana, Telegram bisa menghemat biaya bandwidth data lewat penggunaan satu nomor kartu SIM untuk berbagai perangkat yang berbeda. Telegram bahkan masih bisa berjalan pada saat koneksi mobile terlemah. Anda bisa melakukan private chat maupun membuat group chat dengan anggota hingga 5.000 orang. Selain penggunaan yang aman lewat pesan yang terenkipsi, pesan yang terkirim tanpa disengaja juga bisa dibatalkan (cancel) sebelum sampai ke penerima.



Pemblokiran

Pada 14 Juli 2017, pemerintah Indonesia melalui Kemenkominfo memblokir DNS dari Telegram dengan alasan banyaknya propaganda, radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, dan hal lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Namun pemblokiran ini hanya dilakukan di tingkat layanan web-nya saja, yakni sejumlah URL yang digunakan untuk mengakses Telegram dari browser desktop maupun mobile.

Kemenkominfo berjanji akan membuka blokir Telegram setelah pihak Telegram bersedia mengalokasikan sumber dayanya di Indonesia. Menurut Kemenkominfo, perwakilan Telegram di Indonesia itu berguna jika menemui persoalan, pemerintah Indonesia mudah berkoordinasi dengan Telegram. Selain itu, pihak Telegram juga diminta berkomitmen menerapkan self censoring. Jadi, jika ada konten yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme, muncul peringatan ke perusahaan penyedia platform dan bisa diberitahukan ke pemerintah Indonesia.

Informasi Teknis:
  • Judul Aplikasi: Telegram for Tizen
  • Versi: 0.1.0 (19 Juli 2017)
  • Pengembang/Distributor: SRIN
  • Buat usia: Semua umur
  • Ukuran (setelah instalasi): 11,47MB (31,16MB)
  • Kategori: Jejaring Sosial
  • OS: Tizen 2.4+
  • Bahasa: English
  • Izin akses perangkat: Mengakses informasi telepon, mengakses kontak, membaca akun, mengelola umpan balik getaran, mengakses penyimpanan eksternal, mengelola konten, mengakses folder media, membaca informasi jaringan, membuka dan melanjutkan aplikasi, mengelola kontak, mengakses internet, menyediakan notifikasi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar