Rabu, 21 Juni 2017

Wearable Tizen terlaris di Timur Tengah dan Afrika


Berdasarkan data terbaru yang dikumpulkan oleh perusahaan penelitian dan jasa konsultan IT International Data Corporation (IDC), pasar wearable di Timur Tengah dan Afrika terus mengalami pertumbuhan yang kuat dalam kuartal pertama 2017. Berbanding terbalik dengan tren penurunan yang terlihat di segmen lain dari pasar perangkat konsumen pribadi, IDC's Worldwide Quarterly Wearable Device Tracker for Q1 2017 menunjukkan bahwa pengiriman perangkat wearable naik 30,2% dalam hitungan tahunan atau year on year (YoY) di wilayah Timur Tengah dan Afrika.

Menariknya, ketika pengiriman perangkat wearable basic (perangkat yang tidak mendukung aplikasi pihak ketiga) meningkat 16,8% YoY, maka pertumbuhan sebenarnya yang menciptakan momentum di pasar ada pada perangkat wearable pintar atau smart wearable (perangkat wearable yang mendukung aplikasi pihak ketiga), dengan pengiriman tumbuh 64,9% YoY. Ini menandai perubahan yang cukup besar untuk pasar, dengan smartwatch seperti Samsung Gear S3 dan Apple Watch menjadi sangat diterima dengan baik di pasar, baik oleh pembeli pertama kali dan konsumen yang ingin memperbarui perangkat mereka yang lama.

"Pasar wearable di Timur Tengah dan Afrika berada di tengah-tengah transformasi yang besar," kata Nakul Dogra, analis riset senior untuk komputasi personal, sistem, dan solusi infrastruktur di IDC Timur Tengah dan Afrika. "Memang, kita melihat sebuah evolusi pasar dari sekedar fitness band ke smart wearable seperti smartwatch, earwear, dan pakaian. IDC mengharapkan bahwa pada akhir 2021, smart wearable akan mengumpulkan 43% dari total pengiriman perangkat wearable di wilayah tersebut, naik dari hanya 26% pada tahun 2016.

"Konsumen yang sadar fashion sekarang memiliki berbagai pilihan smartwatch untuk dipilih, dengan desain yang ramping, pilihan tali yang segudang, dan interface trendi yang ditawarkan oleh vendor, tanpa mengorbankan fitur seperti kinerja sensor yang responsif, daya tahan baterai, dan interaksi smartphone. Adanya peningkatan perusahaan teknologi yang berkolaborasi dengan merek fashion terkenal pada penawaran baru untuk menjaga konsumen tetap tertarik, dan pendekatan ini akan berperan dalam mendorong pertumbuhan perangkat wearable karena membuka perangkat untuk audiens baru melalui dimasukkannya titik penjualan di outlet fashion."

IDC mengharapkan pasar wearanle di Timur Tengah dan Afrika akan tumbuh 20,9% YoY pada tahun 2017 untuk mencapai total 2,9 juta unit. Segmen produk smart wearable akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, dengan pengiriman diharapkan akan meningkat 52,0% YoY. Dalam jangka panjang, perkiraan terbaru IDC menunjukkan pasar berkembang pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) sebesar 11,2% selama periode 2016-2021.

"Gelombang berikutnya pertumbuhan pasar wearable akan berasal dari adopsi oleh konsumen yang mencari nilai lebih dari pemilik fitnes band yang ada yang ingin memperbarui perangkat mereka ke smartwatch karena menawarkan proposisi nilai yang lebih baik," kata Dogra. "Vendor wearable harus fokus pada efektifitas dalam memanfaatkan data yang ditangkap oleh sensor pada gadget ini sehingga tugas-tugas sehari-hari yang dilakukan oleh pengguna dapat dibuat lebih mudah dan memakan waktu lebih cepat. Peran pengembang aplikasi pihak ketiga akan menjadi penting dalam mencapai hal ini, sehingga vendor harus melihat ini untuk secara aktif terlibat dengan komunitas pengembang."

Tabel Pangsa Pasar Perangkat Wearable di Timur Tengah dan Afrika selama Q1 2017
Vendor
Pangsa Pasar (% Unit)
Samsung
13,4%
Apple
12,7%
Fitbit
10,9%
i-Life
7%
Xiaomi
6,3%
Lainnya
49,8%


Tidak ada komentar:

Posting Komentar