Kamis, 23 Maret 2017

Alasan Samsung masih setia dengan curved TV


Samsung Electronics akan merilis lebih dari 20 model curved TV (TV melengkung/cekung) baru ke pasar TV global tahun ini. Ini sangat bertolak belakang dengan para pesaingnya seperti LG Electronics dan SONY yang tidak lagi mengikutsertakan model curved TV dari produk terbaru mereka mulai tahun ini, sehingga bisa dipastikan bahwa Samsung akan tumbuh sendirian di pasar curved TV. Hal ini memancing ketertarikan industri pada hasil yang akan dicapai oleh Samsung Electronics yang pada akhirnya akan menjadi satu-satunya produsen TV top-tier yang merilis model curved TV pada tahun 2017.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics berencana untuk memperkenalkan total 22 model curved TV yang berpusat pada segmen TV premium dengan ukuran layar 65-inci atau lebih besar. Ini lebih banyak dari jumlah model curved TV yang diperkenalkan tahun lalu yang sebanyak 10 model. Khusus untuk tahun ini, Samsung Electronics memiliki semua model curved TV untuk layar 65-inci atau yang lebih besar.

Samsung Electronics akan memperkenalkan curved 'QLED TV', yang merupakan lineup tertinggi untuk produk TV mereka, dan TV LCD premium dibawahnya yang disebut 'MU Series'. Ukuran TV akan beragam dari 65-inci hingga 88-inci. Strategi ini benar-benar berbeda dari LG Electronics dan SONY. LG dan SONY tidak lagi mengikutsertakan curved TV dari produk TV terbaru mereka pada tahun 2017 karena mereka percaya bahwa curved TV memiliki sudut pandang yang sempit dan lebih mahal dari flat TV (TV layar datar) dengan ukuran yang sama. Karena OLED TV tidak perlu unit backlight, model layar datar akan lebih menguntungkan untuk memaksimalkan kekuatan dari panel OLED.

LG Electronics terutama yang berusaha untuk terus mendorong popularitas OLED TV. Hal ini karena salah satu anak perusahaan mereka, LG Display, merupakan produsen utama layar OLED berukuran besar buat TV yang juga digunakan oleh Sony. Sementara Samsung menggunakan layar jenis Quantum dot yang sempurna untuk model melengkung. Jika produsen OLED TV seperti LG dan SONY memaksakan menjual model curved TV dengan layar OLED, maka ongkos produksinya bisa menjadi sangat mahal dan tentunya mereka tidak akan bisa menjual model TV yang lebih mahal dari buatan Samsung tanpa kelebihan yang signifikan.


Sementara Samsung Electronics masih percaya bahwa daya jual curved TV masih cukup kuat di pasar TV. Alasan terbesar mereka mengapa terus mendorong pada curved TV karena volume penjualan yang terus tumbuh. Data menunjukkan bahwa volume penjualan curved TV Samsung pada tahun 2016 meningkat lebih dari 50% dibandingkan dengan tahun 2015. Karena curved TV adalah produk premium yang besar, peningkatan penjualan ini juga mengarah ke peningkatan profitabilitas. Fakta bahwa curved TV sangat populer di negara-negara Asia seperti China di mana ukuran pasarnya yang sangat besar adalah alasan lain mengapa Samsung Electronics masih akan terus berfokus pada curved TV.

Perusahaan riset pasar IHS mengumumkan bahwa sekitar 8,32 juta curved TV berhasil terjual di seluruh dunia pada tahun 2016 dan diperkirakan jumlah ini akan melampaui 10 juta dan mencapai 11,04 juta pada tahun 2017. Mereka juga memperkirakan bahwa volume penjualan curved TV akan menjadi sekitar 10,31 pada tahun 2018. Dalam jangka pendek, volume penjualan curved TV akan terus positif. Namun IHS juga memperkirakan bahwa jumlah ini secara bertahap akan menurun dalam jangka panjang dengan volume penjualan curved TV akan turun ke 9,59 juta dan 7,67 juta masing-masing pada tahun 2019 dan 2020.

“Meskipun pasar TV global menjadi stagnan, pasar untuk TV premium besar dengan ukuran 60-inci atau lebih besar terus tumbuh setiap tahun antara 20 dan 30%,” kata seorang juru bicara dari Samsung Electronics. “Persentase curved TV yang memiliki rasa imersif yang lebih tinggi di pasar TV besar menunjukkan tren yang terus menerus mengalami peningkatan dan mereka juga sangat populer di negara-negara asing [diluar Korea-red] seperti China.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar