Jumat, 16 Desember 2016

Samsung Gear S3, smartwatch pertama dengan prosesor 64-bit


Jika Apple menjadi yang pertama yang membawa prosesor 64-bit untuk iPhone, maka Samsung adalah yang pertama yang membawanya ke smartwatch. Masing-masing perusahaan ini membawa kecanggihan arsitektur chip baru kepada perangkat buatan mereka yang juga menjalankan sistem operasi (OS) buatan sendiri, dimana mereka bisa berkreasi dengan bebas tanpa aturan dari pihak manapun.

Samsung Electronics baru-baru ini meluncurkan smartwatch Gear S3 yang memiliki beberapa sirkuit tercanggih yang pernah ditemukan di perangkat wearable. Berdasarkan pembongkaran perangkat terbaru dari Linley Group, ditemukan prosesor dual-core ARM Cortex-A53 64-bit yang berjalan pada kecepatan 1.0GHz dikombinasikan dengan grafis high definition, memori, manajemen daya dan konektivitas LTE. Yang membuatnya kira-kira setara dengan smartphone kelas menengah kebawah.

Hal ini menarik karena para engineer biasanya menerapkan komponen yang memiliki kinerja yang jauh lebih rendah ke dalam ponsel untuk menjaga konsumsi daya turun dan baterai bisa tahan lama. Dan dengan komponen seperti ini, model Gear S3 Frontier dan Classic menawarkan daya tahan baterai hingga 3 hari untuk kapasitas 380mAh.

"Exynos 7270 menyajikan paradigma baru untuk sistem-on-chip (SoC) yang didedikasikan untuk perangkat wearable," kata Ben K. Hur, Wakil Presiden Pemasaran untuk System LSI di Samsung Electronics. "Dirancang pada teknologi proses tercanggih kami, AP ini menawarkan penghematan daya terbesar, modem 4G LTE dan integrasi solusi konektivitas yang lengkap, serta teknologi pengemasan inovatif yang dioptimalkan untuk perangkat wearable. Ini adalah solusi terobosan yang akan sangat mempercepat adopsi yang lebih luas dari perangkat werable dengan mengatasi keterbatasan dalam solusi saat ini seperti penggunaan energi dan fleksibilitas desain."


Chip Exynos 7270 ini juga akan memungkinkan sistem operasi yang lebih modern untuk dijalankan, dan juga membuka jalan untuk penggunaan dan aplikasi baru yang tidak mungkin dilakukan di masa lalu. Gear S3 menggunakan OS Tizen 2.3.2, yang sekarang dapat bekerja dengan chip 64-bit berbasis ARM. Cukup mengejutkan karena sebelumnya Samsung mengumumkan bahwa arsitektur 64-bit baru hadir pada OS Tizen versi 3.0 keatas.

Pembongkaran juga menemukan bahwa Gear S3 menggunakan prosesor grafis Mali-T720, yang merupakan pilihan yang menarik. Chip GPU ini mampu menangani video high-definition dalam format H.264 atau V8 jauh melampaui apa yang diminta dari layar AMOLED melingkar yang berdimensi kecil 1,3-inchi dengan resolusi 360x360 piksel pada Gear S3.

"Menonton film di pergelangan tangan seseorang tampaknya tidak mungkin," kata Linley Gwennap, seorang analis di Linley Group, tapi ia mencatat pengolahan display dalam jam tangan bisa mendukung tampilan resolusi yang lebih tinggi.

"Pengontrol layar telah diatur hingga resolusi qHD (960x540), sehingga prosesor dapat melayani dalam sistem dengan layar yang lebih besar, seperti perangkat IoT konsumen dengan panel kontrol,' kata Linley Gwennap.

Samsung menggunakan teknologi 14nm untuk menggabungkan prosesor aplikasi (AP) yang sederhana dengan modem LTE. Sebuah paket SIP-ePoP yang unik mengandung prosesor, power-management chip (PMIC), DRAM, dan memori flash. Pembongkaran oleh Linley Group juga menunjukkan bahwa Exynos 7270 telah dipasangkan dengan rangkaian lengkap dari chip konektivitas milik Samsung, yang baru saja mulai disebarkan di perangkat mobile buatannya.



Exynos 7270 mengintegrasikan modem LTE Category 4, yang menyediakan konektivitas LTE dasar. Gear S3 menambahkan chip terpisah untuk fungsi konektivitas, termasuk chip combo Wi-Fi/Bluetooth dan chip mandiri untuk penerima Global Navigation Satellite System (GNSS) dan NFC. Chip combo mendukung WLAN 802.11b/g/n dan Bluetooth 4.2. Chip GNSS yang terpisah terhubung ke satelit GPS, Glonass, dan Beidou untuk meningkatkan akurasi penerimaan lokasi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar