Selasa, 06 Desember 2016

Langkah Tizen di Rusia terganjal status badan hukum


Pengajuan Tizen untuk dicantumkan sebagai sistem operasi nasional di Rusia terganjal oleh status badan hukum pengusungnya yang dinilai melanggar peraturan negara.

Tizen telah didukung secara aklamasi oleh anggota Dewan Pakar dari Departemen Komunikasi yang dipimpin oleh Menteri Nikolai Nikiforov untuk menjadi OS Nasional di negaranya. Namun status badan hukum Tizen Association yang merupakan sekelompok perusahaan, bukannya entitas tunggal dinilai melanggar peraturan yang berlaku di Rusia.

Hal ini terungkap setelah Kementerian Komunikasi Rusia mengajukan masalah ini ke Departemen Kehakiman Rusia untuk meneliti tentang hak-hak kepemilikan software Tizen di Rusia. Dan berdasarkan hukum setempat, OS Tizen yang didukung oleh konsorsium perusahaan - dalam hal ini Tizen Association Rusia - terdaftar sebagai produk yang dimiliki oleh lebih dari satu badan hukum sehingga dinilai melanggar peraturan untuk perusahaan yang bisa bekerjasama dengan pemerintah.

Tizen Association Rusia sendiri beranggotakan Samsung Electronics Rusia, SOKB Research Institute, Institute for System Programming di Russian Academy of Sciences (ISP RAS), Institute for Information Security Issues di MSU, Kaspersky Lab dan lainnya. Menurut Andrey Tikhonov, Presiden Tizen Association Rusia, konsorsium ini sendiri secara resmi dibentuk untuk mempercepat implemnetasi OS Tizen sebagai sistem operasi nomor satu untuk Internet of Things (IoT) di Rusia, dimana perangkat mobile juga termasuk didalamnya.


Rusia mulai melarang penggunaan software impor

Pada tanggal 16 November 2015, perdana mentri Rusia Dmitry Medvedev menandatangani Surat Keputusan Nomor 1236 yang melarang penggunaan software asing di kalangan pemerintahan dan badan usaha milik negara. Berdasarkan surat keputusan tersebut, pemerintah Rusia dan badan usaha milik negara diharuskan sudah menggunakan software buatan dalam negri mulai 1 Januari 2016. Pada saat yang sama, pemerintah Rusia menyarankan untuk mengakuisisi software impor yang relevan agar bisa terus digunakan.

Pemerintah Rusia telah lama mengkaji pembuatan peraturan dan hukum yang terkait dengan hal ini. Tujuan mereka tidak hanya untuk melindungi pasar domestik, tetapi juga untuk mengatur penggunaan produk impor, termasuk di area ICT yang dinilai sensitif terhadap masalah keamanan dan kedaulatan informasi dalam negri. Agar peraturan baru ini bisa segera diimplementasikan secara luas, pemerintah Rusia telah meluncurkan program berskala besar untuk mendukung pengembangan software dalam negri dan transisi ke produk buatan Rusia.

Pada bulan November 2015, Kementerian Komunikasi Rusia mengumumkan pemenang proyek pengadaan software dalam negeri yang akan didanai oleh pemerintah. Berdasarkan daftar pemenang ini diumumkan secara langsung oleh Yevgeny Kovnir, kepala dari kementrian departemen pengembangan IT Rusia, ada lima bidang pengembangan software yang akan mendapat kucuran dana pemerintah: sistem operasi mobile, sistem operasi klien dan server, sistem manajemen database (DBMS), solusi dan virtualisasi 'cloud', dan software office.

Untuk sistem operasi mobile, dua proyek telah ditetapkan sebagai pemenang, yaitu Sailfish dan Tizen. Namun berdasarkan informasi dari Kementerian Komunikasi Rusia, belum satupun dari dua OS mobile ini yang mendapan bantuan dana pemerintah. Walaupun begitu, kedua OS ini sudah mendapat sertifikasi keamanan negara untuk digunakan dikalangan pemerintah dan perusahaan milik negara.

Berbeda dengan Tizen, OS Sailfish di Rusia diusung oleh satu perusahaan asal Rusia yaitu Open Mobile Platform (OMP), yang membeli lisensi Sailfish untuk dibuatkan versi lokalnya. Presiden OMP Grigory Berezkin adalah juga anggota dewan di Jolla, perusahaan asal Finlandia yang menjadi pengembang utama dari Sailfish.

Smartphone dan tablet Tizen untuk pengguna enterprise di Rusia

Samsung Electronics sendiri telah mulai menyalurkan pasokan smartphone Tizen buat Gazprom, perusahaan gas alam terbesar di dunia milik pemerintah Rusia. "Kami sudah mulai memasok perangkat kami buat Gazprom, dan sejauh yang kita tahu, pemerintah Rusia juga telah memuji telepon kami untuk teknologi keamanannya," kata Park Sang-jin, Presiden Samsung Electronics, sambil menambahkan bahwa hal ini bisa tercapai berkat keamanan tingkat tinggi yang diterapkan oleh OS Tizen.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar