Rabu, 23 November 2016

Samsung kembangkan inti prosesor sendiri untuk bersaing dengan ARM


Samsung Electronics mulai mengembangkan inti prosesor atau core CPU sendiri yang akan dipasang di dalam MCU (Micro Controller Unit) untuk perangkat Internet of Things (IoT). Core CPU ini diharapkan bisa bersaing dengan core CPU terbaru, Cortex-M0 yang dikembangkan oleh ARM.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics divisi Device Solution departemen System LSI Business mulai bekerja pada pengembangan core CPU untuk MCU 32-bit berbasis instruction set architecture (ISA) open-source yang disebut 'RISC (Reduced Instruction Set Computer) V' sejak semester pertama tahun ini.

Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan core CPU yang sangat ringan yang membutuhkan daya yang sangat rendah dan terintegrasi untuk 10.000 hingga 20.000 transistor. Jika jumlah transistor kurang dari 20.000, core CPU akan memiliki tingkatan yang dengan core MCU hemat daya yang dikembangkan oleh ARM yang disebut Cortex-M0. Diharapkan bahwa ketika MCU yang memiliki core CPU tersebut dikomersialisasikan, produk semikonduktor ini akan banyak digunakan untuk perangkat wearable seperti bio-patch.

System LSI SoC (System on Chip) Development Office akan bertanggung jawab untuk mengembangkan core CPU tersebut. Industri memprediksi bahwa produk akhirnya akan dikomersialisasikan tahun depan. Samsung Electronics sebelumnya telah membuat kustomisasi core CPU kreasi sendiri ke dalam mobile AP (Application Processor) melalui Exynos 8890, yang dirilis pada semester pertama tahun ini, dan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki kemampuan yang memadai untuk mengembangkan core CPU sendiri.

MCU adalah mikro-prosesor ringan dan juga disebut sebagai 'MICOM'. MCU tidak hanya bertanggung jawab untuk fungsi kontrol sederhana untuk perangkat elektronik seperti rice cooker, kipas angin, dan pengering rambut tetapi produk ini juga digunakan untuk smartphone, mobil, dan perangkat wearable. Samsung Electronics telah bekerja pada bisnis MCU mulai dari tahun 1990-an dan mereka menjual bisnis MCU 4-bit dan 8-bit ke IXYS pada tahun 2013. Sejak saat itu, mereka tidak terlalu peduli akan MCU.

"Pasar untuk MCU menarik perhatian lagi karena era IoT makin dekat." kata seorang wakil industri di Korea. "Meskipun kita harus menunggu dan melihat apakah core RISC V yang memiliki keunggulan kompetitif untuk menggantikan core ARM akan keluar, kita tertarik karena Samsung Electronics memiliki pengalaman manufaktur untuk membuat core CPU sendiri yang digunakan untuk mobile AP."

Diharapkan tingkat operasional pabrik pengecoran 8-inchi milik Samsung Electronics akan meningkat setelah Samsung Electronics mulai bekerja pada bisnis MCU untuk IoT dengan core CPU yang dikembangkan oleh Samsung Electronics. Hal ini juga memungkinkan untuk menghubungkan core CPU dengan chip yang analog seperti bio-processor untuk IoT yang baru-baru dikomersialkan. Meskipun tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan core yang berada pada tingkat yang sama seperti core ARM Cortex-M0, industri memprediksi bahwa Samsung Electronics akan mengembangkan core dengan kinerja yang lebih tinggi ketika produk pertama mencapai kesuksesan.

Departemen System LSI Business baru-baru ini telah meningkatkan jumlah item bisnisnya. Mereka sudah mengkomersialkan chip sentuhan dan saat ini bekerja untuk mengkomersilkan chip sensor pengenalan sidik jari pada tahun 2017. Setelah itu, mereka akan mengamankan kemampuan untuk bahkan memproduksi core CPU sendiri, sehingga benar-benar akan memiliki lineup yang komprehensif untuk sistem semikonduktor.

RISC V adalah arsitektur prosesor yang dikembangkan oleh UC Berkeley untuk kegiatan penelitian komputer dan pendidikan. Dalam paruh kedua tahun 2015, Google, HP, IBM, Microsoft, Oracle, NVIDIA, dan Qualcomm membuat aliansi dan mendirikan RISC V Foundation dan membuka lingkungan untuk pengembangan core CPU seperti ISA dan compiler secara gratis dan open sorce. NVIDIA dan Qualcomm memanfaatkan RISC V untuk memproduksi memory controller untuk GPU (Graphic Processing Unit) dan prosesor ringan untuk IoT masing dengan teknologi independen mereka sendiri.

Perluasan RISC V bukanlah sinyal positif buat ARM yang telah menjual lisensi untuk bisnis desain core CPU miliknya. Bisnis utama ARM adalah mengumpulkan biaya lisensi dan biaya loyalitas untuk core CPU. Jika pelaku bisnis semikonduktor global termasuk Samsung Electronics bisa berhasil membuat core CPU berdasarkan RSIC V, bisa jadi akan banyak pelanggan ARM akan mulai meninggalkan mereka di masa yang akan datang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar