Selasa, 15 November 2016

Review LINE for Tizen, dan perbandingannya dengan OS lain

Tak bisa dipungkiri, menjamurnya aplikasi perpesan modern di era sekarang hampir mengalahkan SMS yang dulu sempat menjadi primadona. Dengan kemudahan berkomunikasi dan murahnya biaya paket internet telah menjadikan aplikasi perpesan modern berkembang dengan pesat. Kini, LINE salah satu aplikasi perpesan yang cukup populer di Indonesia secara resmi hadir sebagai aplikasi bawaan pada ponsel Samsung Z2 menemani Facebook, WhatsApp, dan Facebook Messenger.


Antarmuka

Aplikasi LINE for Tizen menggunakan tampilan yang sederhana dan bersih saat pertama kali dibuka, mirip dengan LINE Lite yang ada pada Android. Ini berefek pula pada keterbatasan fitur yang dimilikinya yang akan saya bahas disini.


Tampilan Awal 


Pada tampilan awal seperti biasanya kita akan disuguhkan dengan dua opsi yaitu login dan daftar baru. Setelah berhasil masuk kita akan disajikan dengan 4 index atau tab yang ada pada bagian atas. Index tersebut terdiri dari Teman, Obrolan, Tambah Teman, dan Pengaturan.

Teman berisi profil diri yang bisa kita edit, Group dan daftar kontak yang sudah menjadi teman.



Obrolan berisi percakapan yang kita lakukan dengan teman maupun grup. Untuk memulai sebuah percakapan baru kita bisa mengklik bulatan yang ada di pojok kanan bawah (sebetulnya bisa juga melalui tab teman seperti diatas). Saat dicoba untuk mengetik pesan ada satu fitur yang menurut saya hilang pada LINE versi Tizen ini, yaitu kemampuan untuk mengkoreksi sebuah deretan huruf menjadi emoji atau stiker kecil dalam hal ini saya mencoba menuliskan "zzz" lihat screenshot dibawah. Namun saat saya mengirimkan 'zzz' yang sudah dikonversikan kedalam emoji pada LINE Android, emoji tersebut dapat terbaca oleh LINE for Tizen.


Perbedaan ZZZ pada LINE for Tizen (kiri) dan LINE Android:

 


Sayangnya hingga kini kita baru bisa mengirim foto dan video saja, baik dari galeri maupun mengambilnya langsung dari kamera. Belum terlihat adanya opsi untuk mengirim file berupa audio, kontak, dan lokasi. 



Namun saat dicoba menerima file dari LINE Android berupa rekaman audio, suara dapat diputar dan disimpan (dengan cara menahan sedikit lebih lama pada file audio). Sedangkan saat menerima kontak terdapat opsi untuk memblokir maupun menambahkannya sebagai teman. Dan pada saat mencoba menerima lokasi, dengan cepat lokasi akan ditampilkan pada Google Maps mobile.




Saat saya mencoba untuk membuka link yang dikirimkan ke LINE for Tizen maka link tersebut akan diarahkan ke browser LINE itu sendiri, tidak ada pilihan untuk membukanya melalui browser bawaan.




Tambah Teman berisi kolom pencarian menggunakan ID, ada pula opsi menambah teman secara otomatis dan opsi membuat group.


Pengaturan berisi beberapa menu diantaranya info saya (berupa profil dan akun), pengaturan dasar (berupa pemberitahuan, obrolan, teman, dan stiker), serta info (yang terdiri dari pengumuman, bantuan, dan tentang LINE).



Group Chat

Saat saya mencoba fitur group chat yang sengaja saya buat pada LINE for Tizen, apa yang tersaji didalam group masih sangat terbatas. Saya hanya bisa melakukan obrolan biasa yang disisipi gambar maupun video seperti halnya pada percakapan perseorangan. Jadi jangan heran ketika ada keluarga atau kerabat anda yang satu group dengan anda dan mereka membuat notes, atau album, dan mengirimkannya kedalam group chat maka anda tidak dapat melihatnya. begitupun untuk opsi panggilan group, (untuk fitur keep, poll, schedule, snap movie maupun line camera baru tersedia di LINE normal versi Android dan iOS ).






Stiker

Selain gambar dan video yang bisa disematkan pada saat mengobrol, kita bisa juga menyematkan stiker yang sudah ada pada LINE for Tizen ini, namun lagi - lagi ketersediaan stiker masih terbatas, disini saya hanya bisa menemukan 4 buah. Belum ada cara lain untuk mendapatkan stiker lainnya. Namun saat saya mencoba mengirimkan stiker yang tidak tersedia di LINE for Tizen, stiker tersebut masih bisa terbaca, hanya saja ketika saya klik stiker tersebut tidak ada pilihan untuk mengunduhnya.




Notifikasi 

Saat ponsel dalam keadaan layar mati dan notifikasi LINE masuk, kita hanya akan mendengarkan suara pesan masuk, dalam artian ponsel tidak akan menyala untuk menampilkan pop-up, kecuali saat layar kembali dihidupkan maka pop-up akan muncul dilockscreen. Dan untuk Unread Count pada ikon entah kenapa kadang muncul, kadang tidak ada (mungkinkah disebabkan oleh jaringan yang tidak stabil?), sedangkan untuk ikon notifikasi bar LINE tetap muncul.




Besar Penyimpanan dan Pemakaian RAM

Setelah berhasil masuk menggunakan akun baru, kapasitas memori dan RAM yang digunakan oleh LINE for Tizen relatif kecil, mengingat ini merupakan aplikasi yang ringan sehingga tidak terlalu memberikan beban yang berat pada kinerja ponsel Samsung Z2, ini juga imbas dari akun baru saya yang memang belum banyak teman serta group. Seperti pada aplikasi Tizen lainnya, kita bisa memindahkan aplikasi tersebut kedalam kartu microSD.




Hasil unduhan foto, suara, dan video

Berbeda dengan WhatsApp yang hanya bisa menyimpan gambar di folder "camera", hasil unduhan file foto, suara maupun video pada LINE for Tizen secara otomatis akan terbagi kedalam foldernya masing - masing.

Dalam hal ini saya tidak menggunakan memori external sehingga file foto akan tersimpan di "penyimpanan perangkat - images - LINE", begitupun dengan suara yang tersimpan di "music - LINE" dan video yang disimpan di "videos - LINE", semuanya tersimpan rapi di albumnya masing - masing sehingga memudahkan kita suatu saat untuk mensortirnya kemudian



Kesimpulan

Jika dibandingkan dengan LINE normal pada sistem operasi lain, harus saya akui bahwa LINE for Tizen masih tertinggal jauh. Untuk kekurangan lainnya diantaranya:
  • Belum mendukung panggilan suara dan panggilan video melalui VoIP.
  • Stiker yang masih terbatas dan tidak tersedianya toko stiker maupun toko tema.
  • Belum mendukung Timeline, LINE Games, LINE Points, LINE Pay, LINE Webtoon, LINE Today, LINE@, LINE Shopping dan People Nearby. (walau saya jarang menggunakan semuabya itu)
  • Notifikasi yang kadang telat bahkan saat jaringan kuat.
  • Belum mendukung pencarian teman melalui QR Code

Namun demikian saya tetap memberikan apresiasi kepada pihak LINE Indonesia yang sudah mau membangun aplikasinya di sistim operasi Tizen, saya harap pihak LINE Indonesia memberikan update yang lebih baik kedepannya, agar kami selaku pengguna Tizen bisa dimanjakan seperti LINE pada sistem operasi lainnya.

Itulah review saya mengenai LINE for Tizen, jika ada kesalahan atau penyampaian yang kurang mohon dimaafkan. Tidak bosan saya ingatkan untuk like fanspage kami di FacebookTwitter, dan Google+ .

Terimakasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca setiap postingan yang kami buat, saya Nadia Mulyana mewakili kerabat kerja yang bertugas pamit undur diri. Viva la Kerehore !.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar