Jumat, 14 Oktober 2016

Samsung Gear S3 masuk pengujian Ditjen SDPPI


Setelah merilis Gear Fit2 dan Gear IconX sebulan yang lalu, Samsung Electronics Indonesia (SEIN) kembali akan meluncurkan perangkat wearable terbaru berbasis sistem operasi Tizen. Smartwatch Tizen terbaru Samsung Gear S3 telah masuk pengujian Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) untuk segera dirilis dalam waktu dekat.

Samsung Gear S3 dengan nomor model SM-R770 dan SM-R760 terlihat sudah mendapat SP3 dari Ditjen SDPPI pada tanggal 10 oktober kemarin, dan akan segera masuk ke balai pengujian.

Samsung SM-R760 juga memiliki nama Samsung Gear S3 Frontier, dirancang dengan tampilan luar yang kokoh dengan gaya abadi buat para petualang aktif yang sering melakukan perjalanan bisnis maupun liburan. Sementara Samsung SM-R770 yang memiliki nama Samsung Gear S3 Classic menitikberatkan pada sisi minimalis, gaya elegan yang ditemukan di timepieces yang paling ikonik dengan ukuran dan bentuk yang dipilih untuk mencapai konsistensi dan keseimbangan yang sama dari jam tangan mewah yang dibuat dengan sempurna.

Sepesifikasi selengkapnya dari Samsung Gear S3 Frontier dan Classic bisa dilihat disini.

Berjalan pada OS Tizen 2.3.2, Samsung Gear S3 yang akan dirilis di Indonesia dibuat di pabrik Samsung yang ada di Vietnam. Walaupun sudah bisa menghasilkan lebih dari 14 juta unit smartphone per-tahun, nampaknya pabrik Samsung yang ada di Indonesia belum bisa menghasilkan smartwatch yang lebih rumit pengerjaannya.

Satu lagi varian Gear S3 dengan nomor model SM-R765 yang dilengkapi dengan koneksi 4G LTE nampaknya tidak akan dirilis di Indonesia, sama seperti halnya varian 3G dari Gear S2 sebelumnya. Penggunaaan embedded SIM (eSIM) sebagai pengganti kartu SIM tradisional yang belum diadopsi oleh operator telekomunikasi di tanah air kembali menjadi kendala utama tidak masuknya smartwatch Tizen yang dilengkapi dengan konektivitas seluler secara mandiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar