Senin, 24 Oktober 2016

Generasi kedua Samsung ARTIK akan menggunakan prosesor khusus IoT


Samsung Electronics telah mengembangkan generasi kedua dari platform ARTIK untuk Internet of Things (IoT). Prosesor aplikasi (AP) khusus yang didekasikan untuk IoT juga telah diadopsi untuk pertama kalinya. Pengembangan modul ARTIK baru ini diharapkan akan lebih memperluas ekosistem IoT yang dibangun oleh Samsung di sekitar perangkat mereka.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics dan divisi Device Solutions (DS) akan segera mengungkapkan ARTIK versi baru ini ke pasar. Tidak seperti sebelumnya, generasi kedua telah dilengkapi dengan AP spesifik baru yang dibuat khsusus untuk tujuan IoT.

Produk generasi pertama seperti yang kita ketahui menggunakan prosesor Exynos yang sudah ada yang sebelumnya dibuat untuk perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Karena hal ini, interface ke eksterior seperti pada grafis dan ethernet tidak berlangsung dengan mulus. Dengan penggunaan AP yang spesifik, diharapkan akan lebih mendukung berbagai interface yang diperlukan untuk pengembangan IoT.

ARTIK 0 dan ARTIK 7 akan menjadi generasi kedua yang ditambahkan untuk melengkapi ARTIK 1, ARTIK 5 dan ARTIK 10 dari generasi pertama. ARTIK 1 sebelumnya diperuntukkan buat perangkat wearable seperti smartband yang membutuhkan konsumsi daya dan board yang kecil. ARTIK 5 adalah modul IoT yang cocok buat home hub dan kamera di jaringan smart home, dan ARTIK 10 buat server smart home dan perangkat multimedia.

ARTIK 0 akan memiliki konsumsi daya yang lebih rendah dari ARTIK 1, yang cocok buat perangkat bio dan wearable yang sangat kecil. Sedangkan ARTIK 7 akan berada diantara ARTIK 5 dan ARTIK 10 untuk kebutuhan konsumsi daya yang dibutuhkan.

Samsung ARTIK yang diluncurkan pada bulan Mei 2015 adalah sebuah platform terbuka yang mencakup keluarga modul terintegrasi, software, development board, tool, fitur keamanan dan konektivitas cloud yang dirancang untuk membantu mempercepat pengembangan generasi baru dari perangkat, solusi dan layanan IoT. Platform Samsung ARTIK datang dalam berbagai konfigurasi untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari berbagai perangkat mulai dari wearable dan smart home hingga smart lighting dan aplikasi industri lainnya.

"Samsung telah menetapka strategi untuk menjual platform ARTIK kepada pelanggan individu maupun bisnis," kata sumber industri yang akrab dengan hal ini. "Jika sejak awal Samsung bisa memantapkan pijakannya di pasar IoT, maka di masa yang akan datang Samsung akan mampu mencapai kesuksesan besar dalam menjual ekosistem mereka yang belum bisa dicapai dimasa lalu."

Proyek ARTIK dipimpin oleh Divisi DS dari Samsung Group dan bekerjasama dengan salah satu afiliasi dari Samsung Electronics America yang bernama Samsung Strategy and Innovation Center (SSIC).

"Alasan mengapa SSIC yang mengawasi proyek ARTIK ini karena bisnis platform itu sendiri mengambl gaya Amerika," kata seorang wakil industri di banyak tahu akan hal ini. "Melihat tren pengembangan proyek ARTIK ini, ini benar-benar berbeda jika dibandingkan dengan metode operasional yang selama ini dijalankan oleh Samsung Electronics."

Samsung ARTIK saat ini mendukung pengembangan untuk sistem operasi Tizen, RTOS, Fedora maupun Snappy Ubuntu Core terbaru dari Canonical. ARTIK juga kompatibel dengan platform cloud seperti Azure milik Microsoft dan Samsung SAMIIO untuk pengumpulan data dan layanan berbasis IoT. Bekerjasama dengan Nestlé, SSIC juga berencana untuk membangun solusi IoT buat kesehatan dan gizi berbasis platform ARTIK.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar