Kamis, 15 September 2016

Samsung mulai memasok smartphone Tizen buat perusahaan gas terbesar di dunia


Samsung Electronics hari ini mengumumkan bahwa mereka telah mulai menyalurkan pasokan smartphone Tizen buat Gazprom, perusahaan gas alam terbesar di dunia yang berbasis di Moskow. Samsung berharap prestasi ini bisa berimbas pada ketertarikan perusahaan lain pada smartphone Tizen yang sudah teruji keamanannya.

"Kami sudah mulai memasok perangkat kami buat Gazprom, dan sejauh yang kita tahu, pemerintah Rusia juga telah memuji telepon kami untuk teknologi keamanannya," kata Park Sang-jin, Presiden Samsung Electronics, sambil menambahkan bahwa hal ini bisa tercapai berkat keamanan tingkat tinggi yang diterapkan oleh OS Tizen.

Presiden Park mengatakan bahwa instansi milik pemerintah Rusia "perlu mengamankan ponsel yang beredar di lingkungan mereka dan smartphone Samsung yang menjalankan sistem operasi Tizen telah dilengkapi dengan perlindungan terhadap privasi tingkat tinggi."

Selain sebagai penyalur gas alam yang memiliki klien terbanyak di berbagai negara di dunia, Gazprom yang didirikan pada tahun 1989 ini juga merupakan perusahaan terbesar di Rusia dengan pendapatan pada tahun 2014 mencapai 5,59 triliun rubel atau sekitar 1.131 triliun rupiah, dan memiliki lebih dari 400 ribu karyawan. Selain gas alam, perusahaan yang kepemilikan saham terbesarnya dimiliki oleh pemerintah Rusia ini juga mendistribusikan minyak bumi dan petrokimia.

Tingkat kepercayaan sektor korporasi di Rusia terhadap OS Tizen melambung tinggi setelah sistem operasi ini menjadi satu-satunya yang bisa lolos pengujian dan mendapat sertifikasi dari FSTEC Rusia untuk kelayakannya dalam memenuhi persyaratan keamanan negara. Solusi pertama smartphone Tizen untuk pasar korporasi di Rusia mulai dijual pada bulan Juni kemarin. Presiden Park mengatakan bahwa sejak itu Kementerian Perhubungan Rusia telah memerintahkan penggunaan smartphone Tizen yang terjamin keamanannya.

Menurut pemerintah Rusia, smartphone yang terlindungi sangat diperlukan lembaga negara untuk menjamin kerahasiaan informasi yang dikirimkan. Selain itu, Kementerian Pembangunan Ekonomi Rusia juga telah mengusulkan kepada lembaga legislatif untuk melarang pejabat negara melakukan hubungan korespondensi melalui aplikasi messaging milik asing, dan untuk tujuan ini sekarang sedang dikembangkan aplikasi messaging buatan Rusia.


Park Sang-jin mengatakan bahwa Samsung telah hadir di pasar Rusia selama lebih dari 25 tahun. "Kami memiliki posisi yang sangat kuat di pasar Rusia. Dan terakhir kali merupakan waktu-waktu yang sulit bagi perusahaan, tapi kami tidak punya niat untuk mengurangi keberadaan kita atau untuk meninggalkan pasar Rusia sama sekali," katanya.

Menurut Presiden Park, perusahaannya secara khusus mengharapkan untuk bisa semakin memperkuat posisinya dengan mengorbankan penjualan smartphone Galaxy Note 7 baru. Saat ini, penjualan perangkat ini terpaksa ditunda sehubungan dengan masalah pada baterai dan yang sudah terlanjur terjual juga telah ditarik kembali disertai kompensasi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar