Rabu, 14 September 2016

Produsen Android Wear menyerah kepada WatchOS dan Tizen


Persaingan di pasar smartwatch global kini semakin jelas mengerucut kepada dua produsen terbesar yang masing-masing mengusung hardware dan software kreasi sendiri.

Saat Apple dan Samsung Electronics sibuk mempersiapkan peluncuran smartwatch terbaru mereka masing-masing - Apple Watch Series 2 dengan WatchOS dan Samsung Gear S3 dengan OS Tizen - untuk akhir tahun ini, pemain lainnya yang selama ini keroyokan menggunakan OS Android Wear dari Google memilih untuk tidak ikutan. Huawei, Motorola (Lenovo) dan LG mengatakan tidak akan merilis model smartwatch baru lagi sampai ada perubahan yang mendasar untuk strategi mereka dan kondisi pasar.

LG yang sebelumnya merilis dua model LG Watch Urbane masing-masing dengan webOS dan Android Wear awal tahun ini mengatakan tidak akan merilis smartwatch lagi tahun ini. "Kita ingin melihat mana yang tertinggal," kata juru bicara LG Ken Hong kepada Cnet.

Jika LG masih bereksperimen dengan pasar, sebaliknya Huawei memilih menunggu hingga kemampuan hadware mereka layak untuk sebuah smartwatch yang revolusioner. Menurut salah seorang eksekutif dari Huawei, mereka menunggu hingga komponen pendukung smartwatch menyusut lebih kecil lagi dan prosesor bisa lebih efisien lagi sebelum bergerak maju dengan penerus Huawei Watch.

Sementara Motorola yang merupakan pelopor dari Android Wear cenderung memiliki alasan yang sama dengan Huawei.

"Salah satu hal yang kita lihat di masa depan adalah jam tangan yang terhubung [memiliki koneksi selular seperti Gear S3], dan pendapat kami adalah bahwa walaupun secara teknis sudah memungkinkan, adanya tarik-ulur pada produk itu sendiri menandakan kita belum siap," ujar juru bicara Motorola, yang kini sudah menjadi anak perusahaan dari Lenovo.

Data dari berbagai perusahaan riset pasar seperti IDC dan Strategy Analytics setiap kuartal hingga awal 2016 memang selalu menunjukkan bahwa pangsa pasar smartwatch sejak awal cuma dikuasai oleh Apple dan Samsung, atau dengan kata lain WatchOS dan Tizen. Dengan absennya produsen besar yang mengusung Android Wear akhir tahun ini, tampaknya dominasi Apple dan Samsung di pasar ini akan semakin melebar.

Ini bukan pertama kalinya buat OS buatan Google ini gagal dalam usahanya untuk melebarkan sayapnya ke pasar selain smartphone, sebelumnya Android juga tidak bisa berbuat banyak di pasar Smart TV setelah Samsung dan LG yang mendominasi pasar ini lebih memilih OS mereka masing-masing.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar