Rabu, 15 Juni 2016

Standar UHD akan diberlakukan buat perangkat mobile tahun depan


Sebuah konsorsium internasional untuk standarisasi konten dan perangkat ultra-high-definition (UHD) berencana untuk membangun sertifikasi baru untuk perangkat mobile dan konten live streaming pada awal Januari tahun depan.

"Ini terlalu dini untuk mengatakan kapan tepatnya kita akan dapat mengumumkan spesifikasi untuk perangkat mobile dan konten live, tapi kami percaya mereka dapat dilihat baik pada CES 2017 di bulan Januari atau MWC 2017 di bulan Februari," kata Presiden UHD Alliance Hanno Basse saat konferensi pers di Seoul selatan hari ini.

UHD Alliance didirikan pada Januari tahun lalu, dengan 40 anggota hingga saat ini termasuk diantaranya produsen elektronik seperti Samsung, Sony dan LG, serta pencipta konten dan produsen film seperti 20th Century Fox, Netflix dan Dolby, ikut berpartisipasi dalam membangun ekosistem UHD.

Basse, yang juga menjabat sebagai CTO di 20th Century Fox, menekankan aliansi akan mengambil pendekatan yang sama untuk menetapkan standar UHD mobile, seperti yang telah dilakukan sebelumnya untuk LCD TV dan OLED TV. Ia juga mengatakan koalisi yang dipimpinya mengharapkan UHD untuk menggantikan HD dan Full HD dalam waktu kurang dari lima tahun.

"Saya tidak berpikir itu akan memakan waktu yang lama. Itu sudah terjadi," katanya.

Samsung Electronics sendiri telah mengoptimalkan dukungan grafis dengan standar UHD di OS Tizen Mobile yang dikembangkannya, dimana kinerja Tizen graphics engine di Tizen 3.0 yang akan meluncur di akhir tahun ini akan 30% lebih baik dari versi Tizen 2.4 yang sedang digunakan saat ini.

Acara untuk insan pers berlangsung di sela-sela konferensi UHD Alliance tahun ini yang diadakan di Seoul, yang dimulai Selasa kemarin hingga tiga hari sesudahnya. Menurut UHD Alliance, tema utama dari acara ini diharapkan menjadi cara menetapkan standar UHD untuk perangkat mobile.

Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 80 pejabat dari perusahaan anggotanya, termasuk produsen TV seperti Samsung, LG, Sony dan Panasonic, dan pencipta konten besar seperti 20th Century Fox, Warner Brothers, Netflix dan Universal Studios.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar