Rabu, 18 Mei 2016

Samsung investasi di 5 startup selama Q1 2016


Samsung Electronics semakin giat berinvestasi buat teknologi baru, dengan mengakuisisi saham di beberapa startup dengan teknologi yang menjanjikan sebagai usaha untuk pencarian mesin pertumbuhan baru di masa depan. Selama tiga bulan pertama tahun ini, Samsung membeli saham di lima startup teknologi dari luar Korea, masing-masing 15,09 persen di SensiFree, 7,76 persen di Unispectral, 2,06 persen di Keyssa, 2,16 persen di Zyomed dan 0,99 persen di Bot Home Automation.

Meskipun Samsung diperkirakan hanya menghabiskan antara 1 miliar won hingga 3 miliar won (sekitar 12 miliar sampai 35 miliar rupiah) untuk setiap startup, namun pengamat menganggapnya sesuatu yang tidak biasa buat Samsung untuk melakukan investasi di banyak startup sekaligus. Samsung Electronics mengakuisisi saham di delapan perusahaan dari luar Korea yang tidak terdaftar selama satu tahun pada tahun 1995, dan sejak tahun 2010 mereka hanya berinvestasi dalam satu sampai empat perusahaan dalam setahun sebagai bagian dari upaya untuk membuat gebrakan ke pasar global.

Pengamat pasar mencatat bahwa Samsung tampaknya telah berubah sikap terhadap investasi di startups asing, menjadi lebih bersemangat untuk berinvestasi di perusahaan di luar Korea setelah Samsung Pay yang dikembangkan berdasarkan pada teknologi yang dimiliki oleh startup LoopPay asal Amerika Serikat terbilang sukses dimana-mana.

Awal tahun lalu, Samsung Electronics mengakuisisi penyedia layanan pembayaran mobile LoopPay yang mengembangkan teknologi magnetic secure transmission (MST), yang memungkinkan penggunanya untuk membayar hanya dengan mendekatkan ponsel mereka di dekat terminal kartu kredit. Menurut sumber industri di Korea, rencana akuisisi ini awalnya bertemu dengan penolakan yang cukup besar di dalam perusahaan, namun keberhasilan Samsung Pay telah menumbuhkan dukungan berikutnya buat akuisisi untuk startup asing.

Sebelumnya perusahaan teknologi seperti Google dan Facebook telah mengandalkan pertumbuhan mereka dengan mengakuisisi startup yang dinilai memiliki potensi besar. Google misalnya, tidak akan seperti sekarang ini jika dulu tidak mengakuisisi Android OS dan YouTube. Sementara Facebook makin tumbuh besar setelah mengakuisisi WhatsApp dan Instagram.

Samsung sendiri telah fokus dalam membeli saham di perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi mobile, pengembangan sensor dan teknologi contactless dalam akuisisi terbarunya. Secara khusus, mereka telah menunjukkan minat yang besar dalam pengembang sensor untuk perangkat wearable, kamera dan perangkat bio. SensiFree memiliki teknologi yang memungkinkan pembacaan data kesehatan dan kebugaran secara contactless, dan startup Unispectral adalah pengembang sensor kamera hiper-spektral yang cukup kecil untuk masuk ke dalam smartphone.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar