Senin, 23 Mei 2016

Ada saatnya lebih baik berlari sendirian di depan


Saat Google mengumumkan Daydream VR, platform virtual reality (VR) berbasis Android di Google I/O 2016 yang berakhir minggu kemarin, Samsung disebutkan sebagai partner bersama dengan produsen smartphone Android lainnya seperti Huawei, HTC, Sony, Xiaomi, Motorola dan LG. Disaat yang sama, seperti kita tahu, Samsung telah memiliki platform VR sendiri di pasar lewat tampilan perdana Gear VR. Walaupun menggunakan smartphone berbasis Android sebagai layar dan sistem komputasinya, namun Gear VR berjalan pada software Tizen yang ditanamkan diatas smartphone Galaxy berbasis Android.

Ini bukan pertama kalinya Samsung membuat aplikasi software berbasis Tizen untuk berjalan pada perangkat Android. Sebelumnya ada Knox, solusi keamanan buat perangkat dan layanan Samsung yang pertama kali hadir di smartphone Galaxy berbasis Android. "Tizen menjadi lebih penting bagi kami. Ini adalah salah satu cara untuk bisa menjual smartphone dengan harga terjangkau di pasar negara berkembang. Tizen juga telah memberi kekuatan buat produk TV, wearable dan IoT kami. Bahkan juga buat solusi keamanan kami, Knox. Kami sangat serius terhadap Tizen. Ini adalah sistem operasi yang indah," kata Mihai Pohontu, wakil presiden untuk emerging platform di Samsung Electronics.

Dan kedepannya, Samsung berencana untuk meluncurkan headset VR yang mandiri, tanpa tergantung pada smartphone. "Kami sedang bekerja pada perangkat VR nirkabel dan berdedikasi, yang tidak perlu bergantung dengan ponsel kita," kata Rhee In-jong, kepala divisi software di Samsung Mobile. Beberapa fitur lain yang sedang dijajaki untuk headset VR generasi berikutnya adalah pelacakan gerakan dan tangan. Namun, Rhee memperingatkan bahwa mungkin diperlukan waktu beberapa tahun lagi sebelum kita bisa melihat berbagai fitur ini di perangkat Samsung, karena industri sendiri belum siap untuk ini. "VR memang menakjubkan, tetapi industri masih di masa pertumbuhan," katanya.

Untuk saat ini Samsung masih bekerjasama dengan Facebook lewat anak perusahaannya Oculus untuk sebagian besar ketersediaan konten software buat Gear VR. Namun Samsung secara mandiri juga bekerja pada konten VR mereka sendiri lewat peluncuran kamera Gear 360 dan VR Upload SDK yang memberikan kemudahan buat pengembang membuat dan mempublikasikan konten VR ke Samsung Milk VR, toko konten VR milik Samsung.


Dari Android TV sampai Android Wear

Ini bukan pertama kalinya Google menyebutkan Samsung sebagai partner namun kenyataan di lapangan berkata lain. Yang pertama adalah Google TV, platform Smart TV berbasis Android yang diluncurkan saat berlangsungnya Google I/O 2010. Saat berlangsungnya CES 2012, Google mengumumkan bahwa Google TV buatan Samsung akan meluncur di tahun ini juga, bersama-sama dengan LG, Sony dan Vizio. Ini adalah generasi kedua Google TV yang berbasis Android Honeycomb, dimana generasi pertama Google bermitra dengan Sony dan Logitech.

Namun hingga tahun 2014 dimana Google TV digantikan oleh Android TV, Samsung sama sekali tidak merilis satupun produk Smart TV berbasis Android. Mereka tetap setia dengan Orsay, platform Smart TV Samsung sebelum digantikan oleh Tizen pada tahun 2015, yang sudah digunakan sejak tahun 2007. Samsung juga yang pertama kali meluncurkan toko aplikasi untuk TV saat berlangsungnya CES 2010 di bulan Januari di Las Vegas.

Di CES 2010 Samsung meluncurkan OS bada dan Samsung Apps sebagai toko aplikasi untuk semua perangkat pintar

Dan yang kedua adalah Android Wear, platform Android untuk smartwatch yang diluncurkan saat berlangsungnya Google I/O 2014. Google mengumumkan Samsung sebagai salah satu partner untuk Android Wear, bersama dengan LG, Motorola, Asus dan vendor smartphone Android lainnya. Sebagai partner, tercatat Samsung hanya sekali merilis smartwatch berbasis Android Wear, yaitu Gear Live dimana Samsung menggunakan desain Gear 2 yang sudah dirilis sebelumnya sebagai smartwatch Tizen pertama minus kamera.

Lewat Tizen, Smart TV Samsung kini bisa menjadi pusat dari smart home dan dunia hiburan di rumah yang terhubung dengan perangkat pintar lainnya. Sementara di smartwatch, Samsung bisa menerapkan metode baru agar pengguna bisa lebih cepat dan tepat dalam mengakses notifikasi dan aplikasi lewat bezel unik yang bisa diputar, konektivitas seluler serta fitur-fitur baru lainnya dengan cepat dan berbeda dari pesaingnya. Itulah tujuan dari inovasi, agar selalu berada paling depan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar