Kamis, 14 April 2016

Samsung investasi 11 triliun buat baterai mobil listrik


Samsung SDI, anak perusahaan Samsung Group yang bergerak dalam produk kimia, hari ini mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menghabiskan sekitar 1 trilyun won (sekitar 11 triliun rupiah) tahun ini untuk memperluas bisnis kendaraan listrik miliknya.

"Kami sedang mempertimbangkan investasi senilai 974,6 miliar won di fasilitas tahun ini, terutama yang menargetkan bisnis baterai," kata seorang pejabat di Samsung SDI hari ini. "Karena kita telah kita menjual unit bisnis kimia, mayoritas investasi fasilitas antara lain akan digunakan untuk sektor sel sekunder dan baterai untuk mobil listrik."

Nilai investasi yang direncanakan tahun ini berarti peningkatan 40 persen dari 682,2 miliar won yang digunakan pada 2015. Tahun lalu, Samsung SDI menginvestasikan 528,8 miliar won dalam bisnis energi, termasuk manufaktur baterai, sementara secara terpisah juga membuat investasi senilai 153,4 miliar won di sektor kimia dan material elektronik.

Samsung SDI saat ini mengoperasikan dua pabrik baterai di Ulsan, Korea Selatan dan Xian, China, yang memproduksi sekitar 200 ribu unit baterai per tahun. Peningkatan investasi akan digunakan untuk pendirian fasilitas baterai ketiga untuk mobil listrik di Eropa.

Samsung SDI telah terdorong untuk merampingkan portofolio bisnis mereka dengan lebih fokus pada bisnis baterai mobil listrik. Awal tahun ini, mereka menjual unit bisnis kimia ke Lotte Chemical. Bisnis baterai diharapkan menjadi menguntungkan di sektor baterai kecil dan menengah tahun ini sambil tetap defisit dalam sektor baterai mobil listrik hingga 2018. Kemungkinan perusahaan akan berusaha untuk mempercepat perputaran di sektor baterai mobil listrik dengan meningkatkan investasi.

"Kami akan berinvestasi 3 triliun won dalam bisnis mobil listrik hingga tahun 2020 untuk membuat salah satu bisnis terbaik secara global di industri," kata CEO Samsung SDI Cho Nam-seong selama rapat pemegang saham awal tahun ini.




Samsung buka lowongan peneliti mobil tanpa sopir

Jika Samsung SDI menaikkan investasi mereka untuk salah satu komponen mobil pintar, maka Samsung Electronics pada hari Selasa (12/4) kemarin menerbitkan lowongan pekerjaan untuk peneliti dalam bidang mobil otonom atau mobil tanpa sopir.

Deskripsi pekerjaan menunjukkan bahwa peneliti baru akan menangani tugas-tugas termasuk visi komputer, analisis biosignal, 3D map, machine learning dan film optik untuk layar. Mereka yang memegang gelar doktor dengan pengalaman kerja minimal tiga tahun atau gelar master dengan pengalaman kerja enam tahun atau lebih yang memenuhi syarat boleh untuk mengajukan diri.

Samsung dikabarkan akan mempekerjakan hingga tiga peneliti baru kali ini. Para peneliti ini akan bekerja di Samsung Advanced Institute of Technology (SAIT).

"Samsung seharusnya sudah melompat pada bisnis ini sejak awal, dengan memanfaatkan teknologi informasi mereka," kata seorang pakar teknologi di Korea. "Samsung bisa mengembangkan mobil otonom dengan menggabungkan sistem operasi Tizen, baterai dan layar buatan sendiri. Anak perusahaan Samsung Display dan Samsung SDI saat ini sudah menghasilkan produk layar dan baterai untuk kendaraan."


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar