Sabtu, 30 Januari 2016

Toilet pintar Samsung menarik perhatian publik


"M-Project" dari Samsung Electronics baru-baru ini menarik perhatian publik di Korea ketika mengembangkan "Toilet Pintar" sebagai bagian dari kegiatan MOSAIC di lingkungan perusahaan. Lima orang karyawan Samsung yang tergabung dalam tim "Toilet Pintar" ini bertemu melalui proyek MOSAIC untuk bersama-sama mengembangkan aplikasi bernama "Pooroject," penggabungan dari kata-kata "Poo" dan "Project."

Para anggota tim berkomentar bahwa konsep toilet pintar ini bukan teknologi baru. Mereka menjelaskan bahwa teknologi yang ada disatukan menggunakan kreativitas masing-masing anggota tim, untuk bersama-sama menciptakan sesuatu yang sangat inovatif.

MOSAIC adalah tempat saling berbagi ide yang inovatif untuk mendorong karyawan bisa mengusulkan ide-ide kreatif mereka dan mewujudkannya melalui kecerdasan kolektif. Samsung Electronics mulai mengoperasikan kantor inteligensi kolektif MOSAIC pada 11 Juni 2014 dalam lingkungan perusahaan dalam upayanya untuk menyebarkan budaya kreatif di antara karyawan. Ide-ide yang dianggap paling kreatif akan diberi penghargaan dan juga mendapatkan pendanaan untuk pengembangan lebih lanjut. Hingga saat ini sudah ada puluhan ribu karyawan yang bergabung dalam program ini dan menghasilkan ribuan ide yang terkumpul tiap tahunnya.


Berawal dari masalah sehari-hari di tempat kerja

Prinsip toilet pintar sangatlah sederhana. Idenya berasal dari pengalaman berpaling dari toilet umum setelah menyadari bahwa semua ruangan toilet sedang penuh. Banyaknya karyawan yang berkerumun di kamar kecil di jam-jam tertentu menjadi masalah sehari-hari di banyak tempat kerja.


Untuk mewujudkan toilet pintar, tim menggunakan produk dari SmartThings. Sistem ini terdiri dari sensor yang mendeteksi pintu, dan hub yang mengumpulkan data dari sensor. Sementara aplikasi 'Pooroject' yang terinstal di smartphone memungkinkan orang untuk mengetahui status toilet yang sedang penuh.

Sebagian besar upaya pengembangan proyek Internet of Things (IoT) ini telah dihabiskan untuk pembuatan user interface (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Hasilnya adalah emoticon yang lucu dan hasil struktur yang intuitif dalam pengalaman pengguna yang user friendly.


Para pengembang berkomentar bahwa mereka ingin memecahkan masalah kecil sehari-hari dengan menggunakan teknologi yang sudah ada, dan akhirnya terwujud melalui aplikasi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar