Kamis, 28 Januari 2016

Infographic: Smartphone Marketshare 2015


Menurut laporan dari Strategy Analytics Wireless Smartphone Strategies (WSS), pengiriman smartphone global tumbuh hanya 6 persen per tahun dari 380,1 juta unit pada Q4 2014 ke 404,5 juta di Q4 2015. Kuartal ini adalah tingkat pertumbuhan paling lambat di industri smartphone sepanjang masa.

Samsung mengirimkan 81,3 juta unit smartphone di seluruh dunia pada Q4 2015, tumbuh diatas rata-rata 9 persen per tahun dari 74,5 juta unit pada Q4 2014. Ini adalah tingkat pertumbuhan tercepat Samsung selama hampir dua tahun dan itu membantu Samsung untuk tetap berada di depan Apple dan mempertahankan posisi pertama dengan pangsa pasar 20 persen untuk Q4 2015 dan pangsa pasar 22 persen untuk setahun penuh.

Exhibit 1: Global Smartphone Vendor Shipments and Marketshare in Q4 2015  
Global Smartphone Vendor Shipments (Millions of Units)
Q4 '14
2014
Q4 '15
2015
Samsung
74.5
317.2
81.3
319.7
Apple
74.5
192.7
74.8
231.5
Huawei
24.1
74.1
32.6
107.1
Lenovo-Motorola
24.7
92.7
20.2
73.9
Xiaomi
17.0
61.1
19.5
72.0
Others
165.3
545.7
176.1
637.5
Total
380.1
1283.5
404.5
1441.7
Global Smartphone Vendor Marketshare (%)
Q4 '14
2014
Q4 '15
2015
Samsung
19.6%
24.7%
20.1%
22.2%
Apple
19.6%
15.0%
18.5%
16.1%
Huawei
6.3%
5.8%
8.1%
7.4%
Lenovo-Motorola
6.5%
7.2%
5.0%
5.1%
Xiaomi
4.5%
4.8%
4.8%
5.0%
Others
43.5%
42.5%
43.5%
44.2%
Total
100.0%
100.0%
100.0%
100.0%




Total Growth: Year-over-Year (%)
31.0%
29.6%
6.4%
12.3%
Source: Strategy Analytics

Sementara Apple stagnan di posisi kedua dengan mengirimkan 74,8 juta unit smartphone di seluruh dunia dan merebut 18 persen pangsa pasar di Q4 2015, hampir tidak berubah dari tahun sebelumnya ketika mengirimkan 74,5 juta unit di Q4 2014. Kelihatannya pertumbuhan Apple iPhone sudah mencapai puncaknya, sehingga harus ada strategi baru kalau tidak mau turun kedepannya. Apple harus memperluas ke pasar baru di negara-negara berkembang dengan merilis smartphone murah jika ingin menyalakan kembali pertumbuhan iPhone di 2016.

Diposisi ketiga dan seterusnya banyak dihuni oleh vendor asal China dan lokal yang saling bersaing satu sama lain di segmen smartphone menengah kebawah sebagai produk hardware komoditas, dimana faktor harga dan strategi pemasaran lebih diutamakan daripada inovasi baru dan desain premium.

Sementara vendor lokal menargetkan pembeli smartphone untuk pertama kalinya melalui penetapan harga yang agresif dan strategi go-to-market (GTM), vendor asal China terus bergerak keluar dari negaranya sendiri yang pasarnya sudah jenuh ke pasar negara berkembang yang tingkat penetrasi smartphone nya masih rendah seperti India, Asia Tenggara dan Afrika.


Meizu, Lava, Intex, Asus, Tecno dan Oppo adalah vendor China dan lokal yang tingkat pertumbuhannya di atas 100% berdasarkan data terbaru dari Counterpoint. Sementara vendor China yang sebelumnya naik daun seperti Lenovo malah turun, begitu juga dengan Xiaomi yang pertumbuhannya mulai melambat karena strategi mereka di pasar di luar China sebagian besar tidak jalan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar