Sabtu, 12 Desember 2015

Selain Linux, Tizen 3.0 juga akan berbasis RTOS


Saat pertama kali meluncurkan sistem operasi (OS) bada di awal Desember 2009 di London, Samsung Electronics mengatakan bahwa platform smartphone ini menggunakan kernel real-time operating system (RTOS) dan dikemudian hari juga akan dikembangkan untuk kernel Linux. Dan sekarang berkebalikan, Tizen yang awalnya menggunakan kernel Linux mulai versi 3.0 mendatang juga akan dikembangkan untuk penggunaan kernel RTOS buat Micro profile.

Menurut Samsung, Tizen Micro profile adalah sebuah platform terbuka untuk perangkat IoT low-end yang akan memanfaatkan internet dan memperluas nilai mereka dengan teknologi Web. Tizen Micro profile menyediakan software stack minimal yang selalu diperlukan pada perangkat IoT. Ini akan menjadi sesuatu yang umum untuk setiap perangkat IoT di Tizen sebagai 'The OS of Everything.'

RTOS sendiri adalah sistem operasi yang digunakan untuk melayani aplikasi pemrosesan data secara real-time, tanpa penundaan atau buffering. Tidak hanya feature phone dan perangkat IoT (wearable, kendaraan, peralatan rumah tangga), tapi OS mobile lama seperti Symbian, Windows CE (yang digunakan oleh Microsoft sebagai kernel dari OS Windows Mobile dan Windows Phone 7) dan QNX (OS pada BlackBerry Playbook) serta Blackberry 10 juga berbasis RTOS.

Dibandingkan dengan Linux, RTOS memiliki kelebihan dalam penggunaan sumber daya hardware. Jika Linux minimal membutuhkan > 200MIPS, prosesor 32-bit, idealnya dengan MMU, ROM 4Mb dan RAM 16MB hanya untuk melakukan booting (yang mungkin memakan waktu beberapa detik). Maka RTOS bisa dinyalakan dalam hitungan milidetik, dengan memori kurang dari 10Kb, atau pada mikrokontroler 8-bit keatas.

Setelah melalui beberapa pengujian, Samsung berhasil mencapai optimasi footprint yang layak untuk Tizen Micro profile dengan ROM 32MB dan RAM 64MB. Beberapa perangkat yang dituju untuk penggunaan Tizen Micro profile antara lain lemari es, AC, mesin cuci dan robot vacuum cleaner.


Dengan spesifikasi hardware sekecil ini, Samsung telah menetapkan pengembangan software dan framework aplikasi untuk Tizen Micro profile yang berbasis RTOS dengan menggunakan IoT.js dan JerryScript.

IoT.js bertujuan untuk menyediakan platform layanan inter-operable di dunia IoT, berbasis teknologi web. Target IoT.js adalah untuk bisa berjalan di perangkat yang memiliki sumber daya yang sangat terbatas seperti perangkat yang hanya memiliki beberapa kilobyte RAM yang tersedia. Sedangkan JerryScript yang menjadi inti dari IoT.js, adalah JavaScript engine ringan yang dimaksudkan untuk berjalan pada perangkat yang memiliki sumber daya sangat terbatas seperti mikrokontroler dengan hanya beberapa kilobyte ROM dan RAM yang tersedia untuk kode engine.




Tizen Micro, an Operating System for Internet of Things

Tizen Micro profile is an open platform for low-end IoT devices to utilize the Internet and extend their value with Web technology. Tizen Micro profile provides the minimal S/W stack that is necessarily required on IoT devices. It will be common for the every IoT devices in Tizen and address Tizen as OS of Everything.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar