Rabu, 23 Desember 2015

Samsung dan Tata Motors kembangkan smart car Tizen di India


Berkat keberhasilan strategi lokalisasi dalam mengembangkan ekosistem Tizen di India, terutama setelah peluncuran smartphone Tizen Samsung Z1 dan Samsung Z3, Samsung Electronics berencana untuk memperluas ke sektor lain yang masih dalam cakupan Tizen sebagai "The OS of Everything." Setelah telepon pintar (smartphone), TV pintar (Smart TV), peralatan rumah pintar (smart home appliance) dan jam tangan pintar (smartwatch), Samsung berencana meluncurkan mobil pintar (smart car) di India.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics akan berusaha mewujudkan mimpi mereka menciptakan ekosistem Tizen yang luas yang dibangun setelah kesuksesan tak terduga smartphone dengan OS Tizen di pasar India.

Awalnya Tizen diprediksi akan kesulitan dalam bersaing dengan Apple iOS dan Google Android yang sudah terlanjur mendominasi pasar OS smartphone. Namun setelah diluncurkan awal tahun ini, smartphone Tizen pertama Samsung Z1 berhasil menjadi salah satu smartphone yang terlaris di India dilanjutkan dengan sekuelnya Samsung Z3 yang seakan menjadi momentum awal bahwa masih ada celah untuk kesuksesan buat OS Tizen di masa depan.

Pada awal bulan ini, Samsung Electronics mengumumkan bahwa mereka telah membentuk divisi otomotif elektronik, yang awalnya akan fokus pada software untuk solusi infotainment dan sistem kemudi otonom, serta memperkuat kerjasama antar afiliasi. Otomotif elektronik termasuk setiap bagian dan komponen yang masuk ke dalam mobil seperti perangkat infotainment, center information display (CID), head-up display (HUD), dan komponen semikonduktor untuk otomotif lainnya.

"Kami akan fokus pada infotainment dan kemudi otonom pada tahap awal, dengan tujuan mengamankan kapasitas terkait dalam rentang waktu yang singkat dalam otomotif elektronik," kata Samsung dalam sebuah pernyataan, "dan memperkuat kemitraan dengan afiliasi lainnya."


Sebelumnya pada awal Februari 2015, Samsung Electronics dan Tata Motors telah mengumumkan kemitraan untuk menawarkan software aplikasi konektivitas dalam mobil penumpang buatan Tata Motors yang mengintegrasikan sistem navigasi, sinkronisasi dengan fitur pada smartphone dan smartwatch, Driver Information System (DIS), sistem hiburan di kursi belakang, sistem asisten buat pengemudi dan banyak lagi. Termasuk juga di dalamnya diagnostik on-board dan manajemen informasi siklus hidup kendaraan yang dapat dimasukkan ke dalam sistem untuk pengalaman serba yang mulus - misalnya mulai dari pengingat layanan berkala untuk perilaku mobil, semuanya bisa diakses secara real time.

Tata Motors adalah perusahaan otomotif terbesar di India, dengan pendapatan konsolidasi mencapai $34,7 miliar di tahun 2012-2013. Melalui anak perusahaan dan asosiasi perusahaan, Tata Motors juga telah beroperasi di Inggris, Korea Selatan, Thailand, Afrika Selatan dan Indonesia.

"Smartphone dan smart car seharusnya menggunakan OS yang sama agar tercipta hubungan yang mulus antar satu sama lain. Karena di India smartphone Tizen mampu terjual dengan baik ke konsumen, maka sudah selayaknya sekarang juga digunakan pada smart car," kata orang dalam industri ini. "Melalui kerjasama dengan Tata Motors, pasar sistem infotainment di dalam kendaraan berbasis Tizen [Tizen IVI] akan bisa berkembang lebih cepat."


Smartwatch Tizen seperti Gear S dan Gear S2 juga telah memberikan banyak kontribusi terhadap penjualan yang kuat untuk ekspansi ekosistem Tizen. Awal tahun ini di pameran CES 2015, Samsung dan BMW telah menunjukkan bagaimana smartwatch Tizen mampu mengontrol mobil listrik BMW i3 melalui perintah suara maupun aplikasi software khusus. Selain smartwatch Tizen, mobil BMW juga bisa dikendalikan melalui Tizen TV.

"Samsung Electronics sebelumnya telah mengembangkan software yang memungkinkan untuk mengontrol mobil dengan perangkat pintar, dan sekarang dilaporkan bahwa mereka telah memperluas bisnis smartphone ke pengembangan smart car juga," kata orang dalam industri ini. "Dan pada akhirnya, India adalah tempat pijakan yang tepat sebagai langkah pendahuluan untuk memperluas hubungan antar perangkat ini."

Berdasarkan kesuksesan sebelumnya, vice chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh pada tim yang ada di India untuk berkonsentrasi memperluas ekosistem Tizen di negeri ini. Sebelumnya pada awal bulan ini, telah diadakan 'Tizen India Workshop 2015' di Samsung R&D Institute India (SRI) di Bengaluru sebagai upaya untuk memperkaya ekosistem Tizen dengan mengundang perusahaan-perusahaan game kelas dunia dari Korea.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar