Selasa, 08 Desember 2015

Perubahan adalah rahasia sukses Samsung


Chairman Samsung Group Lee Kun-hee terkenal dengan kata-kata, "Ubah segalanya kecuali untuk istri dan anak-anak," kepada eksekutifnya untuk menyatakan gaya manajemen barunya di Frankfurt, Jerman, pada bulan Juni 1993. Sejak itu, konglomerat terbesar di Korea itu berhasil mengubah dirinya menjadi salah satu produsen terbesar dan terbaik di berbagai bidang. Visi transformasi dari chairman Lee Kun-hee untuk Samsung ini tidak dipikirkan dalam sehari. Karyawan veteran Samsung tidak akan pernah bisa melupakan tanggal 1 Desember 1987, hari dimana Lee Kun-hee mulai bekerja sebagai cahairman Samsung yang baru di usianya yang ke-46 tahun, menggantikan ayahnya, pendiri Samsung Lee Byung-Chull yang meninggal dunia.

Pidato pelantikannya bukan sesuatu yang luar biasa kala itu. Lee mengumumkan bahwa ia akan mengikuti prinsip-prinsip manajemen ayahnya yang memperkuat bisnis, menghargai bakat dan mengejar kewajaran. Presiden dari berbagai divisi dan personil sekretariat berkumpul di kantornya setelah upacara pelantikan di Hoam Art Center. Lee Kun-hee dengan rapi melipat salah satu serbet yang ada di sebelah sofa yang sedang ia duduki menjadi setengah. Kemudian ia melipatnya lagi menjadi setengah dari semula. "Chairman terakhir kita membuat Samsung seperti ini," katanya sambil mengangkat serbet yang telah dilipatnya dua kali. Lee Kun-hee kemudian merobek serbet itu menjadi potongan-potongan kecil. "Aku berencana untuk membuat Samsung menjadi seperti ini dan mengubahnya." Orang-orang di dalam ruangan memahami janjinya untuk membangun kembali Samsung dan membuatnya menjadi nama dengan reputasi global di tahun 1990-an. Mereka menyadari bahwa pidato pelantikannya waktu itu telah menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari.

Samsung saat ini sedang mengalami transformasi lain yang lebih halus namun signifikan di bawah kepemimpinan baru Lee Jay-yong (Jay Y. Lee), yang telah mulai mengambil tampuk kepemimpinan atas nama ayahnya Lee Kun-hee yang terus terbaring sakit. Meskipun menjabat sebagai vice chairman Samsung Electronics, Jay Y. Lee yang saat ini berumur 47 tahun dikabarkan menolak untuk naik menjadi pimpinan di Samsung C&T, yang sekarang secara de facto menjadi perusahaan induk dari Samsung Group setelah terjadi merger antara Samsung Corporation dan Cheil Industries. Setiap kali ia bertemu pemimpin divisi bisnis lain yang, yang dengan sopan bertanya tentang kesehatan ayahnya dan berkomentar tentang bagaimana sulitnya untuk menjadi dirinya yang harus menjalankan bisnis konglomerat ini, ia dengan sopan juga menjawab bahwa ia tidak bisa mengeluh karena ia beruntung dilahirkan dalam sebuah keluarga yang baik yang memiliki kinerja yang baik antara pemimpin bisnis.

Di bawah kepemimpinan Jay Y. Lee, Samsung telah melakukan hal-hal baru. Dia menjual bisnis pertahanan dan senjata kimia yang didasarkan pada keyakinannya bahwa bisnis harus gesit dan ramping dan fokus pada apa yang terbaik yang bisa dilakukannya. Jay Y. Lee berpikir Samsung adalah perusahaan yang paling kompetitif di bidang semikonduktor dan produk biologi yang dapat diproduksi ketika paten produk asli telah berakhir. Samsung percaya mereka tak tertandingi dalam hal manajemen produk. Inovasi membutuhkan pengambilan keputusan yang cepat, operasional yang efisien dari jalur produksi dan hasil output yang tinggi. Inilah sebabnya mengapa ia mempromosikan insinyur industri untuk posisi eksekutif di perombakan manajemen baru-baru ini.

Bidang lain yang menjadi investasi Samsung adalah kendaraan listrik dan kendaraan otomatis, di mana komponen elektronik dan sensor sangat penting. Karyawan Samsung percaya bahwa pemimpin baru mereka memiliki dasar visi dan gaya manajemen yang berbeda. Samsung menjual tiga pesawat jet dan satu helikopter pribadi. Jay Y. Lee hanya menggunakan pesawat perusahaan untuk perjalanan bisnis hanya bila sangat diperlukan. Sering kali ia terbang dengan menggunakan pesawat komersial. Dia juga tidak memiliki rombongan saat menghadiri acara di luar, sehingga para pembantunya sering merasa khawatir dengan keselamatannya. Eksekutif Samsung yang sebelumnya terbiasa menggunakan pesawat terbang perusahaan atau kelas penerbangan utama jelas tidak nyaman dengan kebiasaan bepergian yang sederhana dari pewaris muda mereka. Cara praktikal yang diterapkan Jay Y. Lee telah membuat gelombang perubahan di seluruh aktivitas Samsung Group.

Ketika Lee Kun-hee mengumumkan arah baru pada tahun 1993, ia telah kehilangan berat badan - 10 kilogram (22 pon) - dalam enam tahun sebelumnya karena ia tidak bisa tidur dengan baik karena stres. Samsung berusaha mengubah diri mereka sendiri untuk bisa tegar menghadapi perlambatan panjang atau mungkin stagnasi mirip dengan industri teknologi Jepang. Perusahaan multinasional Amerika Serikat telah menaikkan penetrasinya dengan memperluas ke wilayah baru, dan perusahaan teknologi China juga membuat terobosan yang cepat ke pasar yang sebelumnya menjadi lahan basah buat Samsung. Perekonomian Korea menuju perlambatan struktural karena populasi kerja yang menyusut dan penuaan. Dan keluarga Lee harus bersiap-siap kembali untuk berubah kali ini. Kita tidak tahu akan sukses atau tidak. Tapi yang jelas pemimpin baru tidak akan tersesat jika ia selalu ingat akan peringatan ayahnya bahwa Samsung bisa kehilangan semua bisnis intinya dalam dekade berikutnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar