Kamis, 10 Desember 2015

Pangsa pasar smartphone di Indonesia selama Q3 2015


Selama bulan Juli sampai September 2015, pasar ponsel (smartphone + feature phone) di Indonesia secara keseluruhan menurun 18% dalam hitungan tahunan dan segmen smartphone menyusut 7% dalam hitungan tahunan untuk pertama kalinya sejak munculnya smartphone di negeri ini.

Menurut penelitian terbaru dari Counterpoint Research selama Q3 2015, baik segmen handset dan smartphone secara keseluruhan mengalami penurunan tahunan yang berurutan di Indonesia karena merek lokal mulai melakukan cuci gudang ditambah dengan permintaan konsumen yang semakin melemah.

Berdasarkan perhitungan Counterpoint, tiga dari lima handset mobile yang dikirimkan selama Q3 2015 adalah smartphone. Samsung semakin memperkuat kepemimpinannya di pasar handset secara keseluruhan meninggalkan meninggalkan Evercoss di posisi runner-up dengan pangsa pasar 19% di segmen handset secara keseluruhan dan 27% di segmen smartphone. Pertumbuhan smartphone yang tinggi berkat kontribusi yang sehat dari portofolio mid-tier yang dipimpin oleh Galaxy seri J.

Evercoss di peringkat kedua dengan pangsa pasar 14% untuk segmen handset secara keseluruhan dan 13% untuk segmen smartphone. Pengiriman handset oleh Evercoss turun secara berurutan setelah rajanya merek handset lokal ini dalam proses penyegaran portofolio produk mereka dan sedang dalam usaha pencarian untuk bisa melebarkan sayapnya selain sebagai sebagai penyedia ponsel entry level di kuartal liburan ini.

Microsoft membukukan angka penjualan feature phone yang kuat pada kuartal ini berkat merek Nokia yang masih dikenal banyak orang sehingga tetap menjadi tiga merek ponsel terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar 12%. Model feature phone seperti Nokia 105, Nokia 215 dan Nokia 130 merupakan yang terlaris diantara semua produk yang dirilis oleh Microsoft di kuartal ini. Namun dilain pihak pengiriman smartphone Windows Phone yang menggunakan merek Microsoft Lumia terus menurun secara berurutan.

Smartfren, operator telekomunikasi lokal yang juga menjual ponsel, menempati posisi keempat di pasar handset secara keseluruhan dan naik ke tempat ketiga untuk segmen smartphone dengan pangsa pasar masing-masing 6% dan 10%. Operator yang sebelumnya berada di jalur CDMA ini terus meningkatkan penawaran jaringan LTE mereka dengan lima perangkat dalam portofolionya.

Sementara Advan adalah pemain smartphone terbesar keempat di Indonesia selama kuartal menangkap 8% saham karena permintaan yang kuat untuk smartphone di segmen entry level dengan penjual terbaik seperti S35H, S4P, S35 dan lain-lain. Hal ini juga ditangkap tempat kelima dalam peringkat pasar handset secara keseluruhan dengan menangkap pangsa pasar 6%. Dan yang menempati posisi kelima untuk segmen smartphone adalah Asus dari Taiwan dengan pangsa pasar 7% pada kuartal tersebut. Seri Zenfone masih tetap populer dengan yang paling laris adalah Zenfone C di antara produk Asus lainnya.


Ekosistem LTE terus tumbuh, namun penetrasi smartphone dan e-commerce masih rendah

Ekosistem LTE di Indonesia terus tumbuh selama Q3 2015 dengan pengiriman ponsel dengan kemampuan LTE sudah melebihi satu juta unit selama dua kuartal terakhir berturut-turut.

Indonesia merupakan pasar yang lebih disukai untuk merek smartphone besar di luar Cina & India di wilayah Asia Pasific, sehingga selalu menarik pendatang baru di setiap kuartal. Saat ini, lebih dari 50 merek smartphone bersaing di dalam negeri, namun meskipun banyak kesempatan untuk tumbuh namun kenyataannya penetrasi smartphone secara keseluruhan masih sepertiga dari total basis pengguna ponsel yang unik di negri ini.

Pemerintah Indonesia diharapkan untuk meningkatkan penggunaan sumber daya lokal dengan mengumumkan kriteria 30% untuk kandungan lokal.

Kontribusi E-commerce dalam penjualan smartphone secara online meningkat selama kuartal ketiga tetapi masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan China atau bahkan India dan sekarang memberikan kontribusi hampir 10% dari semua pengiriman smartphone pada Q3 2015. Lazada tetap menjadi nomor satu untuk saluran e-commerce di Indonesia walaupun akhir-akhir ini banyak menerima komplain.

Pangsa vendor asal China di segmen smartphone terus meningkat menjadi 21% dari total pasar smartphone dibandingkan dengan 16% pada kuartal sebelumnya. Namun peningkatan ini karena semakin banyak vendor China yang masuk ke Indonesia, sehingga pangsa pasar untuk tiap merek masih sangat kecil. Sebagian besar pangsa pasar vendor China masih dimiliki oleh merek seperti Oppo, Lenovo, Xiaomi dan Vivo. Sedangkan merek baru yang lebih kecil pangsa pasarnya yang harus diperhatikan dalam kuartal mendatang adalah Infocus, Wiko, Infinix, Coolpad dan Meizu.

Semua merek ini cukup terkenal di China, namun strategi pemasaran mereka cenderung seragam yaitu melalui pendekatan harga yang agresif dan lineup perangkat yang menarik yang mencoba meniru model yang lebih terkenal. Vendor-vendor China semacam ini bukan merupakan ancaman buat Samsung di Indonesia, tapi lebih pada vendor lokal seperti Evercoss, Smartfren, Advan, Mito maupun Polytron.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar