Kamis, 24 Desember 2015

OS War 5: LBS akan berperan penting dalam perang OS Smart Car


Lokasi adalah salah satu teknologi kunci yang paling penting yang mendorong pertumbuhan ekosistem layanan berbasis lokasi atau LBS. Salah satunya adalah untuk mobil pintar (smart car) yang akan menjadi medan perang berikutnya buat raksasa teknologi seperti Apple, Google, Samsung, Baidu maupun LG. Ketika LBS bersinggungan dengan hardware, software, platform dan interoperabilitas yang berbeda akan menjadi sangat kuat dan merupakan industri bernilai triliunan rupiah untuk solusi tidak hanya untuk kebutuhan konsumen, tetapi juga untuk produsen dan pengembang software untuk smart car.

Ekosistem LBS terdiri dari beberapa pemain kunci dengan platform lokasi end-to-end andalannya masing-masing yang tidak hanya memberdayakan dengan data lokasi (peta) tetapi juga kecerdasan lokasi (analisis). Miliaran perangkat mobile sekarang tergantung pada LBS sebagai salah satu fitur kunci, dan secara alami juga akan menjadi fitur utama dari smart car.

Tiga pemain LBS terbesar adalah Google, HERE dan Tom Tom. Google Maps memiliki skala besar dan hadir di banyak perangkat secara independen, tetapi tidak secara ekskusif berfokus pada melayani klien dengan platform lokasi end-to-end. Google sebagian besar mendorong platform LBS miliknya ke dalam ekosistem Android, dan sekarang memasuki sektor otomotif dengan Android Auto dan juga mengembangkan produk smart car sendiri yang diantaranya bekerjasama dengan Ford.

Dengan model bisnis utama di bidang periklanan mungkin akan menempatkan Google pada posisi yang kurang menguntungkan, dan juga berpotensi menciptakan konflik dengan banyak pelanggan potensial. Layanan Google mungkin cocok dengan konsumen pengguna akhir (B2C), namun tidak dengan pelanggan B2B.

Sedangkan HERE adalah perusahaan yang murni bisnisnya menyediakan LBS buat konsumen dan mitra mereka. Produk mereka benar-benar lintas platform secara horisontal dalam platform LBS end-to-end dengan fokus yang luas dan eksklusif pada penyediaan konten pemetaan, mesin pencari dan analisis.

HERE awalnya bernama Nokia Maps (atau Ovi Maps) yang hadir setelah Nokia mengakuisisi Navteq, penyedia geographic information system (GIS) dan peta yang digunakan oleh sebagian besar mobil di dunia pada tahun 2007. Pada tahun 2012, Nokia merubah nama Nokia Maps menjadi HERE dan mulai hadir di perangkat selain buatan Nokia yang diawali oleh smartphone Samsung Galaxy pada bulan Agustus 2014.

Pada awal Agustus 2015 kemarin Nokia menjual HERE Maps ke konsorsium perusahaan otomotif Jerman yang beranggotakan Audi, BMW dan Daimler. Konsorsium perusaahan otomotif Jerman berjanji untuk menjaga HERE sebagai perusahaan yang independen dan horisontal. Buat mereka, ini adalah investasi besar jangka panjang. Dengan HERE, mereka kini memiliki kemampuan untuk mendorong revolusi digital dalam ruang mobilitas yang membutuhkan platform LBS untuk miliaran perangkat IoT yang terhubung dengan smart car di masa depan.

Kesepakatan ini juga membuat HERE menjadi semakin independen untuk bersaing dengan Google yang kuat dengan menjadi tujuan utama oleh pemain industri teknologi yang membutuhkan LBS untuk kepentingan mereka, termasuk perusahaan yang terlibat dalam bisnis smart car. Seperti misalnya sekarang HERE menjadi penyedia ekslusif buat LBS yang telah disesuaikan untuk smartphone dan smartwatch Samsung dengan nama Samsung Maps. Hal ini membuat HERE menjadi tujuan investasi utama buat perusahaan-perusahaan besar yang ingin bekerjasama dengan konsorsium pemegang saham induk.

Sebagai pemain LBS terbesar ketiga, Tom Tom juga menjual hardware dengan fungsi LBS sebagai perangkat yang bisa berdiri sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka berhasil mencapai beberapa kemenangan penting lewat lisensi LBS untuk digunakan oleh Apple dan Uber. Diluar itu belum ada perkembangan operasional yang berarti untuk menuju skala yang lebih besar.

Selain tiga pemain diatas, masih ada beberapa pemain lokal di China, Rusia maupun Korea yang layanan mereka juga terbatas buat pengguna di negara masing-masing.


Bersamsung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar