Selasa, 15 Desember 2015

Evolusi baterai di Samsung Gear S2


Salah satu hal yang paling menonjol dari smartwatch Tizen Samsung Gear S2 adalah bentuknya yang bulat seperti jam tangan kebanyakan. Lingkaran dapat membangkitkan rasa kesederhanaan, namun teknologi di baliknya adalah sesuatu yang sangat menarik untuk diketahui. Berikut ini cerita dibalik evolusi baterai jenis baru yang dikembangkan oleh Samsung SDI untuk Gear S2.

Kebanyakan perangkat elektronik berbentuk persegi atau persegi panjang. Demikian juga, komponen internal kebanyakan juga berbentuk persegi panjang. Hal ini memungkinkan untuk penggunaan yang optimal dari ruang yang tersedia, yang sangat penting untuk perangkat yang ramping dan kecil seperti smartphone dan oerangkat wearable dimana jeroannya sangat terbatas. Bagaimana semua bagian ini dirancang, diukur dan diatur, dan bagaimana ruang yang tersedia dimaksimalkan, pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja akhir dari produk.

Untuk Gear S2, dari awal sudut telah dibiarkan membulat. Kode nama smartwatch ini saat dalam tahap pengembangan produk adalah "orbis" - kata dari bahasa Latin yang berarti "lingkaran". Jadi dengan bentuk yang melingkar, Samsung SDI menjalankan laboratorium mereka untuk mengembangkan baterai yang lebih baik yang bisa memanfaatkan ruang membulat dari jam itu daripada mengandalkan baterai persegi yang bisa digunakan.

Samsung SDI mulai bekerja pada baterai Li-ion yang bebas bentuk (free form) pada bulan Desember 2014. Baterai yang bebas bentuk akan mampu mengambil bentuk yang lebih konvensional dan dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas baterai itu sendiri. Pada April 2015, Samsung SDI telah menyelesaikan baterai bebas bentuk ini yang tepat waktunya untuk produksi Gear S2 di akhir tahun.

Baterai bebas bentuk ini mampu memberikan manfaat yang signifikan. Ada baterai bentuk persegi panjang yang pas ke dalam ruang smartwatch dengan kapasitas 200mAh. Namun, melalui pemanfaatan yang lebih baik dari ruang, baterai bebas bebas ini mampu diisi dengan kapasitas 250mAh - atau meningkat 25%.


Meskipun teknologi berupa baterai bebas bentuk yang digunakan di jam tangan ini sangat mengesankan (Samsung Electronics mengklaim masa pakai baterai 2-3 hari dengan Gear S2), Samsung SDI tetap melihat ke depan dan mencoba terus berinovasi untuk bisa memanfaatkan efisiensi ruang sel baterai dengan lebih baik lagi. Ini akan membantu memberi daya pada perangkat menjadi lebih lama lagi, tanpa perlu terus-menerus diisi ulang.

Baterai melengkung buatan Samsung SDI pada Samsung Gear Fit yang diluncurkan pada bulan Februari 2014

Perangkat wearable datang dalam berbagai ukuran, bentuk dan gaya dan Samsung SDI mengembangkan berbagai jenis baterai untuk memenuhi pergeseran masa kedepan di pasar wearable. Mereka telah mengembangkan baterai melengkung (curved), seperti yang ditemukan di Samsung Gear Fit, dan Samsung SDI bahkan telah mengembangkan baterai fleksibel yang pertama di dunia.

Baterai fleksibel pertama di dunia yang dikembangkan oleh Samsung SDI pada bulan Oktober 2014

Dengan mata terus menatap ke depan, Samsung SDI saat ini sedang dalam pengembangan baterai yang bisa digulung (rollable) serta jenis baterai film ultra-tipis dan ultra-ringan untuk mengakomodasi banyak desain wearable yang mungkin datang di masa depan ke pergelangan tangan Anda. Dengan terus berinovasi dalam ruang baterai, Samsung SDI berharap untuk membuka berbagai kemungkinan desain baru di pasar perangkat wearable.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar