Jumat, 27 November 2015

Fitur-fitur baru di Tizen TV 2016


Upgrade Tizen TV untuk Samsung Smart TV 2016 di tahun depan akan mengakomodasi dua fungsi utama, yaitu sebagai pusat smart home untuk semua perangkat Internet of Things (IoT), serta sebagai pusat hiburan dengan dukungan dasar untuk konten Ultra High-Definition (UHD) generasi kedua. Untuk itu Tizen 2016 akan dilengkapi dengan layanan SmartThings serta HDMI2.0a untuk konten High Dynamic Range (HDR) yang lebih luas.

Samsung Electronics berencana untuk memanfaatkan berbagai fungsi Smart Home dari SmartThings secara langsung pada Smart Hub dan remote di model Smart TV 2016. Baik TV, kulkas, AC, mesin cuci, dll akan saling terkoneksi dan pengguna bisa mengidentifikasi dan mengontrol berbagai produk elektronik disekitarnya. Sedangkan pemeriksaan status, fitur dan manajemen perangkat smart home yang tampil di layar TV bisa dilakukan melalui smartphone dan remote control. Misalnya, ketika mesin cuci telah menyelesaikan cuciannya akan muncul notifikasi pop-up di layar TV, atau ketika pengguna dideteksi telah tertidur maka TV akan otomatis mati sendiri serta mengirim informasi ke lampu di rumah agar segera padam untuk menghemat listrik.

Selain terkoneksi dengan perangkat IoT berbasis Tizen lainnya, Tizen TV 2016 juga kompatibel dengan berbagai produk dan aplikasi smart home buatan pihak ketiga, misal Life360, Belkin Wemo, Phillips hue, Netatmo Weather Station, dll. Semua ini berkat integrasi SmartThings ke Tizen TV. SmartThings Smart Hub akan bertindak sebagai gateway yang menghubungkan pengguna dan perangkat, dimana Tizen TV akan memainkan perannya sebagai dashboard menunjukkan semuanya secara visual.

Sedangkan konten UHD akan memanfaatkan sepenuhnya teknologi HDR yang akan memberikan kualitas gambar terbaik secara optimal di rumah. HDR mampu memberikan tampilan visual yang menakjubkan adalah karena kontrasnya dalam membedakan area terang dan gelap, sehingga memungkinkan bintang-bintang dan bulan di ruang angkasa untuk bersinar sangat terang di kegelapan yang pekat dari luar angkasa, atau pendaran cahaya matahari yang tampak hampir nyata.

Samsung telah mengadopsi standar HDR SMPTE ST 2084/2086 dari Society of Motion Picture & Television Engineers (SMPTE) yang berbasis di Amerika Serikat untuk Tizen TV. Standar ini juga menjadi fitur wajib yang diadopsi untuk Ultra HD Blu-ray dan telah ditetapkan oleh BDA (Blu-ray Disc Association) pada pertengahan tahun ini. Selain mendukung konten Blu-ray 4K melalui HDMI2.0a, Tizen TV 2016 direncanakan juga akan built-in dengan dukungan HDCP2.2. HDMI 2.0a akan memungkinkan transmisi HDR metadata dari sumber eksternal yang kompatibel dengan HDR, seperti Ultra HD Blu-ray player.

Sementara kinerja OS Tizen untuk Smart TV 2016 akan ditingkatkan, diantaranya dengan menerapkan teknologi adaptive streaming yang memungkinkan pemirsa TV bisa menikmati konten video streaming dengan kualitas lebih baik dan mulus. Teknologi Adaptive streaming menggabungkan tayangan streaming dan download secara real-time, jadi pemirsa TV tidak perlu menjaga beban konten streaming pada server dan tidak memerlukan perangkat client terpisah. Teknologi akan sangat berguna buat wilayah yang memiliki bandwidth yang rendah atau koneksi internet yang tidak stabil.

Samsung Electronics juga terus berupaya mempelajari cara konsumen mereka dalam mengkonsumsi konten maupun aplikasi. Melalui penggunaan Big Data, Samsung akan menghadirkan rekomendasi konten terpilih berdasarkan pola interaksi dari penggunanya. Pola baru ini tidak hanya membuat pemirsa menikmati konten secara pasif, tetapi juga menciptakan pengelaman interaktif yang mendalam yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bisa merangsang pemikiran.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar