Jumat, 20 November 2015

Merosot di China, Samsung makin perkasa di Indonesia


Samsung Electronics yang terus kehilangan kepemimpinannya di pasar smartphone China kepada Apple dan Huawei, berhasil meningkatkan pangsa pasarnya di pasar negara berkembang lainnya, terutama di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari "Handset Country Share Tracker (HCST)" yang dirilis oleh lembaga riset pasar Strategy Analytics asal Amerika Serikat, Samsung berhasil meningkatkan volume penjualannya di 15 negara di dunia yang memiliki pertumbuhan smartphone tertinggi dibanding negara lainnya.

Pada kuartal ketiga tahun ini, Samsung Electronics menduduki peringkat pertama dalam hal volume penjualan di 14 dari 15 negara dengan pertumbuhan smartphone terbesar di dunia, diantaranya Indonesia, Vietnam, Nigeria, Kolombia, Polandia, Australia, Filipina, Thailand, Malaysia, Mesir, Portugal, Turki, Argentina, Rumania dan Belanda. Samsung memimpin di 14 negara, kecuali di Filipina yang dikalahkan oleh pemain lokal Cherry Mobile.

Di antara 15 negara ini, Indonesia adalah yang terbesar, dengan penjualan smartphone Samsung pada kuartal ketiga mencapai 10 juta unit. Hasil ini membuat Samsung Electronics Indonesia (SEIN) memperoleh pangsa 27,5 persen di pasar smartphone Indonesia, jauh meninggalkan peringkat kedua Smartfren yang memiliki pangsa pasar 13,7 persen.

Sementara dominasi terbesar Samsung ada di pasar smartphone Mesir yang menguasai 53,6% dan melebihi pangsa 40% masing-masing di pasar Turki, Rumania, Belanda dan Portugal.

Menurut Strategy Analytics, pengiriman handset ke Asia Tenggara menyumbang lebih dari 15% dari pengiriman keseluruhan di Asia Pasifik untuk kuartal ketiga tahun ini. Pengiriman smartphone ke pasar Asia Tenggara sendiri tumbuh 10% di Q3 2015 dibandingkan kuartal sebelumnya. Indonesia memimpin di peringkat teratas dengan penguasaan pasar mencapai 41% diikuti oleh Vietnam, Filipina, Thailand dan Malaysia di kuartal ini.

"Terkecuali untuk Samsung, yang mengalami pertumbuhan kuartal per-kuartal di masing-masing lima pasar tersebut, pengiriman untuk hampir semua vendor ponsel dunia lainnya berlangsung stabil atau menurun selama kuartal sebelumnya," kata Rajeev Nair dari Strategy Analytics. "Lima negara Asia Tenggara dipimpin oleh Indonesia tetap akan memimpin pertumbuhan pasar smartphone global terutama karena populasi mereka yang besar dan tingkat penetrasi smartphone yang masih rendah."

Sejak Apple meluncurkan iPhone 6 tahun lalu dengan layar yang lebih besar, Samsung kehilangan sebagian besar dari pangsa pasar mereka di pasar smartphone China. Penguasaannya di pasar smartphone China jatuh 7,2 persen pada kuartal ketiga tahun ini dari 13,8 persen pada 2014 dan 19,7 persen pada tahun 2013.

Untuk mencari terobosan baru di pasar negara berkembang lainnya, Samsung Electronics aktif merilis berbagai model smartphone murah dengan desain dan software baru, dan sepertinya strategi ini telah menuai keberhasilan mengembalikan posisi mereka sebagai vendor smartphone terbesar di dunia yang jauh meninggalkan pesaingnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar