Minggu, 29 November 2015

Samsung mulai jualan Drone di tahun 2016


Samsung Electronics akan terjun dalam bisnis penjualan produk drone mulai tahun depan. Samsung sebelumnya dikabarkan telah menjalankan laboratorium drone dan menguji coba sejumlah prototype drone secara internal sehingga sudah siap untuk terjun dalam skala penuh di tahun 2016.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics baru-baru ini telah memilih drone dan Internet of Things (IoT) sebagai bisnis utama baru tahun depan dan memutuskan untuk fokus pada komersialisasi dan R&D strategis sebagai pendukungnya. Mereka berencana untuk mengembangkan produk secepat mungkin dan merilisnya lebih awal sesuai dengan kondisi pasar.

"Dipimpin oleh divisi IT & Mobile (IM), Samsung Electronics melihat drone, IoT, 3D-Printing sebagai kandidat utama untuk bisnis masa depan dan telah mengevaluasi segala kemungkinan secara rinci," kata sumber yang akrab dengan Samsung ini. "Meskipun memutuskan untuk mengkomersialkan drone dan IoT pada tahun 2016 pada skala penuh, namun mereka juga memutuskan untuk menunda 3D-Printing saat ini. Mereka sudah menjalankan laboratorium drone dan sudah menguji coba produk drone setelah melalui R&D dan desain produk."

Keputusan Samsung memilih item berikutnya ini, akan difokuskan pada apakah item ini dapat membuat keuntungan langsung pada tahun 2016 atau tidak, dan bisa tumbuh dalam jangka panjang. Alasan mengapa memutuskan untuk menunda bisnis 3D-Printing adalah karena percaya bahwa item ini tidak akan bisa menciptakan keuntungan sesegera mungkin. Sementara untuk drone dan IoT, Samsung percaya ini adalah area yang dapat menciptakan keuntungan secepatnya.

Sebenarnya drone adalah salah satu area teknologi baru yang berkembang pesat secara global. Menurut Teal Group, lembaga konsultan bisnis industri pertahanan Amerika, pasar drone global diperkirakan akan tumbuh dari $5 miliar pada 2014 menjadi US$ 10 miliar pada 2020 mendatang.

Perusahaan teknologi global juga aktif melompat ke bisnis drone. Google dan Facebook yang ingin mempercepat usaha drone mereka, masing-masing memutuskan untuk mengakuisisi Titan Aerospace dan Ascenta. Sementara raksasa e-commerce Amazon dan Alibaba juga telah mengkomersilkan layanan paket untuk drone. Dan ada banyak perusahaan kecil maupun startup yang telah menjual drone kreasi mereka.

Meskipun Samsung Electronics memasuki pasar drone relatif lebih lambat dibanding perusahaan global lainnya, namun diharapkan kapasitas mereka akan memiliki pengaruh besar pada pasar karena penguasaan berbagai teknologi mutakhir dan sumber daya yang besar. Samsung Electronics tidak hanya memiliki teknologi mendasar seperti berbagai sensor, semikonduktor, software, teknologi komunikasi dan lain-lain yang diperlukan untuk pengembangan drone, namun juga memiliki pabrik manufaktur terbaik dengan keterampilan teknis tingkat dunia.

Industri global mengharapkan munculnya efek sinergi karena produk drone buata Samsung akan dapat terhubung dengan peralatan digital seperti smartphone, Virtual Reality (VR) maupun peralatan rumah tangga lainnya dimana Samsung Electronics sangat kuat dalam hal ini.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar