Rabu, 04 November 2015

Samsung luncurkan prosesor yang bisa mendeteksi penyakit


Samsung Electronics divisi Sistem LSI telah mengembangkan Bio Processor (BP) yang akan memonitor electrocardiogram (ECG) untuk memeriksa kesehatan seseorang. Produk yang siap dirilis ini adalah sebuah system in package (SiP) yang mengimplementasikan memori flash embedded yang menggunakan pemrosesan 45-nm, prosesor aplikasi mobile (AP), dan Bluetooth dalam satu paket dan memiliki ukuran dan ketebalan yang kecil untuk perangkat wearable.

Park Yong-in, Direktur Eksekutif di Tim Pengembangan Produk Sensor di Samsung LSI, telah memperkenalkan dan mendemontrasikan kemampuan BP selama menjadi pembicara utama di acara International System on Chip Design Conference (ISOCC) 2015 yang digelar hari ini di Hyundai Hotel di Kyeongbuk. Melalui topik 'Semiconductor that Helps Humans and Saves Lives', Eksekutif Park menjelaskan pentingnya pemantauan ECG dan berbagai kejadian dalam penerapannya.

Menurut Eksekutif Park, sensor ECG tidak hanya dapat memantau kondisi kesehatan seseorang, tetapi juga dapat digunakan untuk membedakan informasi yang dimiliki oleh tubuh kita sendiri dengan orang lain. Misalnya manusia memiliki denyut jantung pribadinya sendiri yang berbeda dengan denyut jantung orang lain.

Jika seseorang memakai gelang wearable yang memiliki sensor ECG, ia bisa mendapatkan jadwal dan informasi pribadinya saat melakukan perjalanan bisnis melalui login otomatis login ke PC miliknya tanpa memasukkan password secara manual. Sensor ECG juga dapat memungkinkan pintu mobil atau pintu rumah dibuka secara otomatis tanpa menggunakan kunci terpisah.

Perusahaan pakaian jadi Ralph Lauren pernah menunjukkan Smart Shirts yang menggunakan ECG Sensor di kejuaraan Tenis AS Terbuka tahun lalu. Jika seorang atlet memakai kaos pintar ini di dada sebelah kirinya, Smart Shirts secara otomatis akan mengukur ECG dan memungkinkan pelatih untuk memberikan pembinaan yang tepat dengan mengetahui denyut jantung, rating nafas, dan tingkatan stress seorang atlet.

"Tidak hanya berguna untuk atlet, tapi orang normal juga dapat menggunakan sensor ini untuk secara obyektif memeriksa berapa banyak dia marah atau gelisah," kata Direktur Eksekutif Park Yong-in. "Pelatih profesional bisa memberi saran yang tepat kepada atlet didikannya berdasarkan data ini, dan seseorang secara pribadi dapat memahami berapa banyak dia perlu bekerja untuk mencapai tingkat yang sesuai."

BP yang dikembangkan oleh Samsung LSI menghadirkan fungsi seperti algoritma, software, dan koneksi nirkabel di platform referensi (Tizen) sehingga dapat disesuaikan untuk layanan kesehatan mobile. BP SiP ini terdiri dari Samsung AP (Exynos), BP, Power Management IC (PMIC), CMOS Image Sensor (CIS), Display Driver IC (DDI), Wi-Fi, Touch Controller, dan Security Smart Card.

Dengan ukuran 75% lebih kecil dari single chip 130-nm saat ini berkat pemrosesan 45-nm, BP tidak hanya baik untuk ECG, tetapi juga dapat digunakan untuk Photo PlethysmoGraph (PPG) yang mengukur laju aliran darah dan bacterial inhibition assay (BIA) untuk mengukur lemak tubuh. "Kami telah menggabungkan semua fungsi pengukuran seperti ECG, PPG, dan BIA dalam satu chip. Kita berada pada titik di mana kita hampir selesai dengan pengembangannya, dan segera dapat dibeli dengan harga di bawah $200 di pasar," kata Eksekutif Park.

Direktur Eksekutif Park Yong-in juga mendemonstrasikan 'S-Patch', yang merupakan produk konsep yang menggunakan BP didalamnya. Ini adalah produk yang memungkinkan seseorang untuk mengetahui kemungkinan penyakit yang dia derita sejak awal dengan cara mengukur ECG secara teratur dan memungkinkan seseorang untuk memeriksa informasi dari ECG secara real-time melalui smartphone jika terpasang di dada sebelah kirinya.

"Sama seperti bagaimana dokter dapat memeriksa kemungkinan penyakit dengan memeriksa denyut nadi seseorang, alat ini juga dapat membantu seseorang untuk mengetahui kemungkinan jenis penyakit yang dideritanya di awal dengan memeriksa ECG lebih dari 2 hari. Jika ada gejala tidak normal, bisa diperiksa dalam satu menit dengan memonitornya," kata Direktur Eksekutif Park Yong-in.

Samsung Electronics memprediksi bahwa jika sistem monitoring ECG sudah bisa diterapkan, berbagai layanan Smart Healthcare seperti memberikan pelayanan medis secara terus menerus dengan berbagi informasi ECG pribadi dengan rumah sakit akan menjadi mungkin.

"Tugas masa depan kami adalah untuk membuat tingkat pemrosesan 20-nm yang lebih halus, memiliki efisiensi baterai yang lebih tinggi dan ukuran chip yang lebih kecil. Kami secara aktif mengatakan bisnis saat sedang mempersiapkan peralatan atau layanan Smart Healthcare tentang BP kami," kata Eksekutif Park.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar