Minggu, 13 September 2015

Tizen masuk 5 besar untuk OS smartphone yang paling menguntungkan


Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset pasar Strategy Analytics, selama kuartal kedua (Q2) yang berlangsung antara bulan April sampai Juni 2015, Tizen tidak hanya berhasil menjadi OS terbesar kelima berdasarkan volume, namun juga nilai (value). Ini artinya Samsung Electronics sebagai satu-satunya perusahaan yang mengkomersialkan smartphone Tizen pada periode yang dimaksud memperoleh pendapatan yang sesuai dari produk hardware maupun software berbasis OS Tizen yang ditawarkannya.

Ada berbagai jenis pangsa pasar, yang masing-masing dibedakan berdasarkan nilai penjualan dan volume penjualan. Pangsa pasar berdasarkan nilai penjualan didasarkan pada total pangsa pasar yang diraih oleh perusahaan dari penjualan suatu segmen secara keseluruhan. Sedangkan pangsa pasar berdasarkan volume mengacu pada jumlah sebenarnya dari unit yang bisa dijual oleh perusahaan menjual dari total unit yang terjual di pasar.

Persamaan pangsa pasar berdasarkan nilai dan volume ini biasanya tidak linear: unit produk mungkin memiliki nilai yang tinggi dan volume yang rendah. Dalam industri seperti FMCG (produk konsumen yang bergerak cepat) yang cenderung untuk barang-barang komuditas, di mana banyak produk yang bernilai rendah, volume sangat tinggi karena dijual murah seperti barang kebutuhan sehari-hari.

Buat Samsung, menjual smartphone Tizen yang berharga murah bisa sama menguntungkannya (atau bisa juga lebih) dibandingkan dengan menjual smartphone Android yang berharga mahal dalam jangka panjang. Untuk bisa mendapatkan keuntungan dari Android, Samsung harus memastikan bahwa banyak produk mereka yang terjual dalam jumlah besar karena margin kontribusi yang rendah. Loyalitas konsumen sebagian besar untuk Android, untuk itu diperlukan perputaran persediaan yang tinggi dan memaksimalkan jaringan distribusi secara ekstensif. Jangan heran kalau Samsung dan vendor Android lainnya sering meluncurkan produk baru, terutama untuk yang masuk kategori menengah kebawah untuk bisa mendapatkan keuntungan dari besarnya volume penjualan.

Sedangkan untuk smartphone Tizen, Samsung bisa memaksimalkan nilai dari produknya dan loyalitas dari konsumen. Keuntungan dari smartphone Tizen tidak akan berhenti setelah Samsung menjual produk mereka ke konsumen. Untuk itu, Samsung akan berusaha memberikan update software yang kontinyu kepada konsumen untuk memastikan perangkat yang ada di tangan konsumen akan terus mampu untuk menjalankan aplikasi dan layanan terbaru yang hadir melalui ekosistem Tizen, sama seperti yang dilakukan oleh Apple. Setiap konsumen yang menikmati konten software terbaru berarti juga potensi keuntungan baru buat Samsung.

Pangsa pasar sangat penting buat pelaku industri, karena merupakan ukuran preferensi konsumen kepada produk mereka dibandingkan produk sejenis lainnya. Pangsa pasar yang lebih tinggi biasanya berarti penjualan yang lebih besar, lebih sedikit upaya untuk bisa menjual lebih banyak lagi dan penghalang yang kuat untuk masuk bagi pesaing lainnya. Sebuah pangsa pasar yang lebih tinggi juga berarti bahwa jika pasar ini berkembang, pemimpin tentunya memiliki keuntungan yang lebih dari yang lain. Dengan cara yang sama, pemimpin pasar - seperti yang didefinisikan oleh pangsa pasarnya - juga harus memperluas pasar, untuk pertumbuhan mereka sendiri. Itulah kenapa Samsung agresif memasuki pasar-pasar baru untuk Tizen, seperti wearable dan Internet of Things (IoT), sebagai upaya pendahuluan untuk menjadi pemimpin pasar.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar