Rabu, 03 Juni 2015

Samsung Pay akan meluncur September


Samsung Electronics meluncurkan strategi untuk bisnis baru - Internet of Things (IoT) dan Samsung Pay - saat berlangsungnya forum yang berhubungan dengan investor mereka hari ini di Hotel Shilla milik Samsung Group di Seoul. Samsung mengatakan Samsung Pay pertama kali akan diaktifkan pada pada bulan September, ketika perusahaan merilis handset andalan baru di Korea dan Amerika Serikat dan kemudian secara bertahap akan diperluas ke wilayah lainnya.

"Samsung Pay akan menjadi mesin pertumbuhan baru untuk Samsung, setidaknya untuk tiga sampai empat tahun ke depan," kata Rhee In-jong, wakil presiden eksekutif dari B2B dan grup payment di Samsung.

Rhee In-jong mengatakan salah satu perhatian utama tentang sistem pembayaran mobile adalah bahwa hal itu tidak pernah dipakai sebanyak pembayaran dengan kartu kredit atau debit. Namun, Samsung Pay telah memecahkan masalah ini dengan mengakuisisi LoopPay pada bulan Februari kemarin. Itu adalah teknologi yang awalnya memungkinkan pembeli untuk membayar barang dengan menempatkan perangkat mereka dekat terminal pembayaran di mana pelanggan biasanya menggesek kartu kredit.

Samsung mengatakan akan menempatkan sepotong chip melingkar, yang akan bertindak seperti antena, di dalam sampul belakang handset sehingga pengguna bisa melakukan pembayaran dengan menyentuhkan ponsel mereka ke terminal. "Teknologi ini mencakup sistem pembayaran melalui near-field communication (NFC) yang sudah ada saat ini, sehingga hampir 90 persen dari semua toko akan dapat menggunakan Samsung Pay di Amerika Serikat," kata Rhee In-jong.

Samsung juga telah memikirkan metode untuk melindungi informasi kartu kredit, yang disimpan oleh pengguna pada perangkat mereka, melalui sistem keamanan Knox buatan Samsung sendiri. Alih-alih mengirimkan informasi kartu kredit, cara ini akan membuat satu kali PIN untuk setiap pembayaran.

Rhee In-jong juga mengatakan kalau ide sistem pembayaran mobile adalah untuk meningkatkan gaya hidup pelanggan melalui perangkat mobile Samsung. Rhee juga mengatakan bahwa Samsung bertujuan agar sekitar 15 sampai 20 persen pengguna smartphone mereka bisa memanfaatkan platform pembayaran mereka, melebihi pengguna iPhone yang diperkirakan hanya 10 persen yang menggunakan metode pembayaran yang sama.

Pengamat industri mengatakan Samsung Pay bisa unggul dari pesaing lainnya karena layanan ini mendukung hampir semua bentuk pembayaran - NFC, magnetic secure transmission (MST) dan teknologi barcode - yang bisa mencapai lebih banyak pengguna daripada para pesaingnya.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar