Jumat, 05 Juni 2015

Samsung bentuk konsorsium untuk membuat Tizen sebagai OS Nasional Rusia

Pertemuan antara Menteri Komunikasi Rusia Nikolai Nikiforov dan Delegasi Samsung Rusia dipimpin oleh Presiden Steve Lee 

Samsung Electronics memimpin konsorsium yang terdiri dari SOKB Research Institute, Institute for System Programming di Russian Academy of Sciences, dan Institute for Information Security Issues di MSU yang mengklaim akan bisa membangun sebuah OS mobile nasional berbasis Tizen dalam 4-5 tahun ke depan.

Kementerian Komunikasi Rusia saat ini telah menerima dua tawaran dari perusahaan asing yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan sistem operasi mobile nasional buat negara mereka sebagai bagian dari rencana substitusi impor pemerintah. Upaya ini merupakan bagian dari upaya Rusia untuk menjauh dari ketergantungan pada teknologi buatan Barat.

Saat ini 95 persen dari smartphone yang beredar di Rusia menggunakan sistem operasi impor, untuk itu Kementerian Komunikasi Rusia sedang mencari cara untuk mengurangi ini hingga 75 persen pada tahun 2020 dan 50 persen pada tahun 2025.

Situs lokal Rusia Vedomosti mengatakan bahwa kementerian telah mengundang perusahaan untuk membantu mengembangkan sistem operasi mobile nasional sejak April yang lalu, dan diyakini dalam pembicaraan dengan Jolla dari Finlandia, pembuat Sailfish OS, dan sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Samsung Electronics, yaitu SOKB Research Institute, Institute for System Programming di Russian Academy of Sciences, dan Institute for Information Security Issues di MSU.

Awalnya perwakilan dari Jolla telah bertemu dengan pejabat Departemen Komunikasi untuk mendiskusikan bagaimana mereka dapat membantu dalam hal ini, tapi sekarang konsorsium yang didukung oleh Samsung telah datang membawa alternatif yang lebih baik untuk membangun sistem operasi mobile nasional berbasis OS open-source Tizen.

Igor Kalaida, Direktur Jenderal SOKB Research Institute, mengatakan bahwa konsorsium ini memperkirakan bahwa mereka membutuhkan biaya proyek sebesar 1,23 miliar rubel (sekitar 292 miliar rupiah), dimana negara akan membiayai sekitar 65 persen. Adapun Jolla, rencananya akan menggunakan Sailfish sebagai dasar dari OS mobile Rusia yang diproyeksikan menelan biaya sekitar 2,225 milyar rubel (sekitar 529 miliar rupiah), dimana 1,89 miliar akan didanai oleh pemerintah.

Igor Kalaida mengatakan sekitar 80 persen dari biaya sistem operasi Tizen adalah untuk menulis kode yang mendasarinya, dengan dana negara akan digunakan untuk membayar gaji pengembang yang bekerja pada proyek ini. Dia menambahkan bahwa pengembangan OS kemungkinan akan memakan waktu sekitar 4-5 tahun, meskipun versi kerja OS ini sudah bisa disiapkan pada awal tahun depan.

Salah satu masalah yang umumnya menghinggapi sistem operasi yang benar-benar baru adalah kurangnya ekosistem aplikasi jika dibandingkan dengan Android dan iOS. Untuk itu Departemen Komunikasi Rusia ingin membuat toko aplikasi 'nasional', terutama untuk melayani pelanggan korporasi dan pemerintah, tapi toko tersebut akan tidak mungkin untuk memuaskan konsumen. Igor Kalaida mengatakan bahwa sangat mungkin untuk memporting aplikasi Android agar bisa berjalan pada Tizen setelah OS ini selesai dikembangkan.


Via Vedomosti (Rusia)

1 komentar: