Sabtu, 06 Juni 2015

Samsung akan rilis smartphone Tizen untuk korporat di Rusia pada akhir 2015


Pada akhir 2015 Samsung Electronics akan merilis smartphone Tizen yang telah terjamin keamanannya untuk pasar korporat di Rusia. Smartphone Tizen yang kemungkinan akan memiliki spesifikasi high-end ini akan menjadi senjata utama Samsung di BYOD (bring your own device) untuk mengambil ceruk pasar yang saat ini ditempati oleh Blackberry.

"Pada bulan Maret 2015 Samsung telah mengajukan dokumen untuk sertifikasi sistem operasi (OS) Tizen kepada FSTEC," kata Andrey Tikhonov, Direktur Penjualan Korporat di Samsung Electronic Russia. Menurut Tikhonov, tahap pertama dari sertifikasi adalah untuk mendapatkan source code dari Tizen, dan yang kedua adalah untuk salah satu perangkat Samsung yang berbasis sistem operasi ini.

Tikhonov mengharapkan bahwa sertifikasi akan selesai pada akhir 2015. Menurutnya, perusahaannya belum memutuskan mana dari perangkat mereka yang akan menerima sertifikat keamanan, salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah smartphone. "Perangkat Samsung yang telah bersertifikat kita harapkan untuk dirilis sebelum akhir 2015," kata Tikhonov.

Sertifikasi FSTEC (Federal Service for Technical and Export Control) akan menjamin perlindungan dari kebocoran data dan penyadapan, dimana Samsung akan mempromosikan produk berdasarkan Tizen akan bisa melindungi informasi rahasia. Menurut sumber industri di Rusia, Samsung sedang mencoba untuk menempati ceruk pasar milik Blackberry asal Kanada, produsen smartphone yang terkenal dari sisi keamanannya, terutama buat pelanggan B2B, perusahaan besar dan sektor publik.

Andrey Tikhonov dari Samsung Russia
Selama ini Blackberry menjual smartphone yang mengandalkan perlindungan keamanan data di pasar Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, penjualan Blackkberry terus menurun: jika pada kuartal pertama 2012, pangsa pasar perangkat Blackberry di pasar global menurut IDC adalah 6,3%, maka pada kuartal pertama 2015 anjlok menjadi hanya 0,3% (di pasar Rusia 0,2%).

Menurut Andrey Tikhonov, ceruk pasar untuk smartphone aman bukan hanya tidak menghilang, tetapi juga terus berkembang. Dua tahun lalu setelah serangkaian skandal yang melibatkan pengalihan data dari smartphone dan layanan email resmi, di dalam organisasi besar selalu diadakan penilaian ulang untuk risiko keamanan informasi secara substansial.

"Bahkan di perusahaan komersial dengan peraturan keamanan informasi yang ketat, pengunjung diwajibkan untuk menyerahkan perangkat di pintu masuk," kata Tikhonov. "Smartphone rahasia perusahaan harus berisi hanya aplikasi yang disetujui oleh manajemen perusahaan, dikelola oleh peraturan keamanan informasi dan memiliki akses ke cloud perusahaan dari mana mereka dapat men-download aplikasi dan konten lainnya."

B2B (Business-to-Business) adalah sebuah ceruk pasar yang menarik karena sistem keamanan sangat penting bagi perusahaan, dan juga untuk sektor publik. Kinerja yang fleksibel, aman dan yang paling penting, ekosistem yang terisolasi adalah keuntungan yang signifikan," kata kepala Samsung Mobile Rusia Arkadiy Graf.

Sekarang Samsung sedang melakukan negosiasi dengan pelanggan potensial. Pertama, Samsung berencana untuk meluncurkan proyek percontohan di mana pelanggan korporat dapat memesan sejumlah kecil smartphone Tizen dari satu sampai 10 ribu unit. "Pertama-tama, konsep ini menuntut permintaan dari pemerintah dan pelanggan korporat yang bergerak dalam sektor migas, perbankan dan telekomunikasi," kata Andrey Tikhonov.

Sumber di beberapa perusahaan telekomunikasi di Rusia menegaskan bahwa mereka telah menerima tawaran dari Samsung. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa Samsung mengharapkan bisa menggandeng 10-15 perusahaan dari tiga sektor utama yang diincar oleh Tikhonov.

Karyawan MTS, salah satu operator telekomunikasi terbesar di Rusia, mengatakan telah berkomunikasi dengan perwakilan dari Samsung pada solusi mobile berdasarkan OS Tizen. "Jika produk ini ada permintaan di masa depan, MTS akan siap untuk menawarkannya buat pengguna korporat," kata karyawan ini menambahkan.

"Sertifikasi di FSTEC akan menjadi tiket masuk buat Samsung untuk bekerja dengan lembaga pemerintah," kata kreator aplikasi messenger 4talk Sergey Kravtsov. Menurutnya, perusahaan asal Korea ini akan bersaing untuk merebut pasar enterprise dengan Yota Devices. YotaPhone generasi pertama dan kedua telah menerima sertifikat keamanan FSB pada tahun 2014, menurut CEO Yota Devices Vladislav Martynov. "Ini adalah segmen yang sangat menjanjikan di Rusia, dengan sekitar 1,5 juta pegawai negeri, yang mungkin akan menjadi pelanggan potensial dari Samsung dan Yota Devices," kata Kravtsov.


Via RBC (Rusia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar