Jumat, 22 Mei 2015

Samsung Z1 smartphone terlaris selama Q1 2015 di Bangladesh


Smartphone Tizen memang belum menyebar secara global, namun tampaknya di tiap negara yang disinggahinya selalu menuai kesuksesan. Samsung Electronics tampaknya sangat berhati-hati dalam merilis smartphone Tizen, harus ada jaminan kesuksesan dan strategi pemasaran yang matang.

Menurut penelitian terbaru dari firma riset pasar Counterpoint untuk program Market Monitor di Q1 2015 (Jan-Mar), pasar handset di Bangladesh menurun 33% secara berurutan dan tumbuh 4% dalam hitungan tahunan setelah pasar secara keseluruhan menyusut karena gejala musiman dan penurunan pengiriman feature phone.

Sementara pasar smartphone tumbuh 2% secara berurutan dan 17% dalam hitungan tahunan. Pengiriman smartphone berkontribusi 21% dari total pengiriman ponsel, menandakan bahwa vendor ponsel sekarang lebih banyak merilis smartphone dibandingkan feature phone.

Vendor lokal Symphony masih mendominasi pasar ponsel Bangladesh, baik untuk pasar ponsel secara keseluruhan maupun pasar smartphone, dengan pangsa pasar masing-masing 37% dan 38%. Symphony V25, model smartphone Android mereka dengan layar 4-inchi yang dirilis dengan harga US$ 60 atau sekitar 800 ribu rupiah adalah model ponsel terlaris buatan Symphony di Bangladesh selama Q1 2015.

Namun smartphone terlaris di Bangladesh selama kuartal pertama 2015 berdasarkan data dari Counterpoint bukan smartphone buatan Symphony maupun smartphone yang berbasis Android, tapi Samsung Z1 yang berbasis OS Tizen yang sukses memperluas jangkauannya di luar India dan terus menikmati periode penjualan yang positif di Bangladesh.

Kesuksesan penjualan Z1 membuat Samsung kini menduduki posisi kedua dan menjadi vendor asing yang paling tinggi peringkatnya di pasar Bangladesh yang selama ini dikuasai oleh vendor lokal dengan penguasaan pasar ponsel dan smartphone masing-masing 7,2% dan 23,4% selama Q1 2015. Vendor asing lain yang berjaya adalah Microsoft melalui model Lumia 535 dan Lumia 532 berbasis OS Windows Phone.


Meskipun Bangladesh bukan pasar handset yang ramai seperti pasar negara Asia lainnya, tetapi ketidakmampuan untuk memahami dan memenuhi konsumen lokal bersama dengan hambatan peraturan dalam negri membuat sulit bagi beberapa pemain global untuk masuk atau memperluas jangkauan mereka di negara ini. Ini membantu kemunculan pemain lokal untuk tumbuh lebih cepat dari merek internasional dengan memanfaatkan pengetahuan pasar lokal mereka, hubungan distribusi dan produk ponsel murah yang diimpor dari Shenzhen.

Samsung yang memahami situasi ini telah menyesuaikan produk Z1 dengan selera konsumen lokal dan secara aktif bekerjasama dengan pemerintah dan industri lokal.

Sebelumnya smartphone Tizen Z1 juga telah membantu Samsung untuk kembali memimpin pasar ponsel di India selama Q1 2015. Menurut data dari firma riset pasar yang sama, Counterpoint, Samsung telah menggunakan kecakapan distribusi untuk kesuksesan penjualan pada kuartal tersebut berkat peluncuran smartphone yang agresif selama kuartal tersebut, terutama Samsung Z1. Samsung mengatakan Z1 telah terjual lebih dari 500 ribu unit di India.

Kesuksesan pemasaran di India dan Bangladesh membuat Samsung Electronics memperluas jangkauannya ke Sri Lanka, negara ketiga yang disambangi oleh Samsung Z1.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar