Rabu, 06 Mei 2015

Samsung belum akan meluncurkan smartphone Tizen lain dalam waktu dekat


Samsung Electronics belum akan meluncurkan smartphone Tizen lain selain Samsung Z1 dalam waktu dekat, terutama untuk pasar Korea. Saat ini mereka lebih fokus untuk menumbuhkan ekosistem Tizen lebih dulu, terutama yang untuk smartphone bekerjasama dengan mitra pengembangan konten.

Salah satu strategi untuk menumbuhkan ekosistem Tizen adalah dengan membuka toko aplikasi Tizen ke lebih banyak negara. Baru-baru ini mereka mengumumkan bahwa Tizen Store telah tersedia di 182 negara. Ini hanyalah langkah awal untuk menarik pengembang di seluruh dunia untuk membuat aplikasi buat smartphone Tizen.

Samsung merilis smartphone Tizen pertama Samsung Z1 di pasar India atas pertimbangan berbagai hal. Selain masih banyaknya pengguna ponsel di India yang belum berpindah ke smartphone sebagai target pemasaran, komunitas pengembang aplikasi mobile independen yang melimpah di India juga dinilai sebagai potensi besar untuk menumbuhkan ekosistem aplikasi yang sesuai dengan cita rasa lokal.

Situasi seperti di India tampaknya sulit diterapkan oleh Samsung di negara lain. Di dalam negeri mereka sendiri misalnya, Samsung masih kesulitan untuk menarik pengembang aplikasi lokal untuk membuatkan aplikasi buat smartphone Tizen.

"Aplikasi terlaris dalam negeri KakaoTalk masih belum diluncurkan buat smartphone Tizen," kata salah seorang pejabat Samsung di Korea hari ini. "Tanpa ini, pengguna mobile tidak akan tertarik untuk memiliki [smartphone Tizen]."

Hal yang sama juga terjadi di industri game Korea, yang selama ini dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pembuat game lokal dengan reputasi dunia seperti NCSoft dan Gamevil masih belum mengembangkan aplikasi buat OS Tizen (untuk smartphone).

"Samsung telah mengirimkan permintaan untuk mengembangkan game buat OS Tizen," kata salah seorang pejabat industri game di Korea. "Namun mengambil contoh sebelumnya untuk jangka waktu buat mengembangkan konten game yang dioptimalkan buat OS bada sekitar tiga bulan. Sementara untuk MMORPG butuh waktu sampai 6 bulan," katanya tanpa mempertimbangkan rilis untuk pasar lokal Korea.

Hingga saat ini aplikasi yang dibuat untuk smartphone Tizen high-end Samsung Z yang gagal rilis masih jauh lebih banyak daripada yang dibuat untuk Samsung Z1. Banyak dari pengembang aplikasi untuk Samsung Z yang enggan untuk memporting aplikasinya agar bisa dijalankan oleh Samsung Z1 karena mereka melihat belum ada keuntungannya membuat aplikasi buat smartphone low-end seperti Samsung Z1. Hal ini tentunya tidak berlaku untuk Tizen TV yang ekosistem aplikasinya terus berkembang pesat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar