Selasa, 28 April 2015

Samsung dan Mybitat kembangkan solusi Smart Home berbasis Tizen buat lansia


Samsung Electronics dan Mybitat (anak perusahaan AGT Group) hari ini mengumumkan rencana untuk pengembangan bersama solusi smart home yang inovatif ditujukan untuk membantu orang tua tetap bisa tinggal di rumah mereka sendiri dan meningkatkan kualitas hidup individu.

Mybitat, startup yang berfokus pada teknologi "Internet of Things" (IoT) bersama dengan Samsung Strategy and Innovation Center (SSIC) yang berbasis di Silicon Valley, akan bermitra untuk mengembangkan teknologi yang menggabungkan sensor canggih, software yang berbasis cloud dan analisis perilaku untuk memantau rutinitas individu dan kesehatan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk memungkinkan orang lanjut usia (lansia) untuk memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menentukan lingkungan hidup mereka.

Menggunakan fusi data dari Mybitat dan analisis big data, bersama dengan sensor baru dan algoritma IoT Intelligence yang dikembangkan oleh Samsung, solusi yang dikembangkan bersama-sama ini akan mengenali perubahan perilaku atau kesehatan dan memberikan peringatan jarak jauh kepada pengasuh jika bantuan diperlukan. Kedua perusahaan berencana untuk memberikan teknologi yang dapat meningkatkan kualitas hidup individu dengan bertambahnya usia mereka dengan memungkinkan mereka untuk tinggal di rumah dengan aman dan lebih mandiri. Solusi ini ditujukan untuk dengan mudah mengubah habitat rumah dan menyesuaikan dengan penuaan lansia atau orang tua yang hidup sendiri. Detail tambahan pada teknologi tersebut belum akan dipublikasikan untuk saat ini.

"Samsung percaya penduduk yang berusia lanjut bisa mendapatkan keuntungan dari teknologi baru ini untuk meningkatkan kualitas hidup mereka," kata Curtis Sasaki, Wakil Presiden Pengembangan Ekosistem di SSIC. "Pekerjaan kami dengan Mybitat memiliki potensi untuk membuat elemen kunci dari proses penuaan secara signifikan untuk lebih mudah pada individu dan keluarga."

Lebih dari 10.000 baby boomer* pensiun setiap hari di Amerika Serikat. Sebanyak 90 persen dari mereka ingin tetap di rumah, mempertahankan kebebasan tanpa membebani keluarga atau tergantung pada penyedia pengasuh buat pensiunan. Kedua perusahaan awalnya akan menguji solusi smart home mereka di pasar Amerika.

"Kami percaya sistem saat ini untuk mengelola penuaan memerlukan perbaikan yang signifikan," kata Mati Kochavi, pendiri Mybitat. "Kami ingin mendefinisikan sistem ini dan menawarkan pilihan yang terjangkau yang membuka kemungkinan baru untuk penuaan individu. Kolaborasi dengan Samsung Strategy and Innovation Center akan membantu kita untuk mempercepat saat ketika lebih lebih banyak lansia bisa menjalani kehidupan mereka dengan peningkatan kesehatan dalam lingkungan yang nyaman dan akrab."

Samsung Electronics akan menggunakan sistem operasi (OS) Tizen untuk menggabungkan ekosistem smart home dan solusi kesehatan Digital Health mereka untuk bisa mewujudkan proyek ini. Samsung divisi Consumer Electronics (CE) sebelumnya melalui CEO mereka BK Yoon telah berkomitmen bahwa semua perangkat elektronik buatan mereka semuanya akan terhubung dengan internet dalam lima tahun kedepan, dimulai dengan TV yang semuanya akan berbasis OS Tizen, berlanjut ke vacuum cleaner, lemari es, mesin cuci dan lainnya.

Seorang analis industri di Korea mengatakan: "Bisnis IoT dan solusi perawatan kesehatan telah menjadi prioritas buat Vice Chairman Lee Jae-yong untuk bisa tumbuh sebagai mesin pertumbuhan masa depan buat Samsung Electronics," katanya. "Proyek baru ini akan mensinergikan bisnis mobile, peralatan rumah tangga dan semikonduktor yang ada sehingga efek pertumbuhannya akan sangat besar dan tidak terbayangkan."

Samsung sebelumnya juga telah bekerjasama dengan berbagai startup pengembang solusi layanan kesehatan untuk Simband, sebuah perangkat wearable modular untuk kesehatan berbasis OS Tizen.



* Orang yang lahir saat berlangsungnya perang dunia kedua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar