Rabu, 08 April 2015

Samsung akan tingkatkan UX dan OS untuk perangkat IoT


Samsung Electronics ingin meningkatkan desain dan kinerja user experience (UX) serta sistem operasi (OS) untuk perangkat mereka yang berorientasi Internet of Things (IoT) agar bisa benar-benar memenuhi harapan konsumen.

Untuk itu divisi Samsung Future Strategy Office yang selama ini menjadi pengarah utama untuk strategi bisnis perusahaan di masa depan telah mengundang profesor dari Universitas Yonsei untuk memberikan kuliah umum yang berlangsung hari ini di kantor mereka di Seocho, Seoul. Profesor Cho dari Universitas Yonsei memberikan ceramah berjudul 'Bisnis ke-3, proyeksi sekarang dan masa depan melalui UX.'

Prof. Cho mengambil contoh Apple iOS dalam menjelaskan UX di era IoT setelah layanan dan konten yang disesuaikan menjadi unsur yang paling penting dalam model bisnis baru.

Ia mendefinisikan era IoT sebagai tahapan generasi ke-2 dan generasi ke-3 dimana gaya hidup yang disesuaikan telah menjadi lebih penting karena di era ini satu orang akan memiliki beragam perangkat disekitarnya. "'One person, one device' telah berlalu, hari ini 'one person, multi device' telah menjadi tren utama, yang berarti bahwa satu orang sekarang sedang terhubung ke beberapa perangkat. Tanpa memahami tentang karakter sifat manusia, Anda tidak akan bisa mengembangkan produk yang dapat memenuhi harapan konsumen," kata Prof. Cho.

Prof. Cho membagi bisnis IoT menjadi personal seperti dalam kasus smartwatch sebagai pengumpul data biometrik penggunanya, publik seperti dalam kasus mengontrol kemacetan lalu lintas secara real time, dan industri seperti dalam kasus tempat sampah yang dibangun dengan sensor di taman-taman kota. Dia juga mengatakan bahwa sensor dapat ditempatkan di dalam lift untuk pencegahan kejahatan.

Menurut Prof. Cho, Samsung memang perlu berinvestasi lebih besar untuk pengembangan wireless charger dan sistem operasi (OS) mobile baru yang memungkinkan beberapa perangkat untuk saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Cho menekankan bahwa wireless charger, OS yang komprehensif bersama dengan banyak perangkat dan lintas domain harus dibangun di atas ekosistem dan software komunikasi yang terbuka dan mudah diperbarui.

Dia menyerukan kepada Samsung untuk mendekati model bisnis baru berdasar dari perspektif naluri dasar manusia bahwa kunci untuk UX adalah untuk mengetahui apa yang konsumen inginkan untuk seberapa banyak dan kapan.

"Memenuhi harapan konsumen menjadi hal yang paling penting untuk bisnis yang berorientasi IoT. Peningkatan kapabilitas UX secara terus-menerus berarti bahwa Anda dapat memiliki lebih banyak kesempatan di era IoT," kata Lee Joon dari  Samsung Future Strategy Office. "Namun disini Prof. Cho tidak secara khusus mengomentari teknologi UX dari Samsung."



Tidak ada komentar:

Posting Komentar