Minggu, 22 Maret 2015

Samsung siap jual smartphone murah secara online ala vendor China


Samsung Electronics berencana untuk menggunakan kampanye pemasaran yang terbatas untuk smartphone low-end untuk menghemat biaya dan agar bisa lebih bersaing dengan rival mereka asal China di pasar negara berkembang.

Seseorang dari pemasok komponen di Korea pekan lalu mengatakan bahwa Samsung akan aktif menggunakan saluran perdagangan online terkemuka di India, China dan Asia Tenggara untuk menjual handset mereka secara langsung kepada konsumen.

"Hubungan vendor selalu menjadi perhatian bagi Samsung Electronics. Jika Samsung bisa menjual smartphone lebih banyak melalui saluran online, maka akan bisa menghemat sejumlah besar biaya. Ini juga baik untuk konsumen karena Samsung bisa menjual handset dengan lebih banyak diskon," kata seorang eksekutif senior di perusahaan pemasok ini.

Strategi bisnis ini, bagaimanapun, akan berimbas pada menurunnya keuntungan yang diperoleh operator seluler di beberapa negara. Biasanya di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan Korea Selatan, produsen handset memasok produk mereka ke operator seluler dengan disertai diskon, sehingga perusahaan telekomunikasi ini dapat menggunakannya untuk berbagai kampanye promosi mereka.

Seorang eksekutif di subkontraktor yang lain mengatakan bahwa manajemen puncak Samsung sedang memantau kenaikan tajam dari Xiaomi baik di pangsa pasar dan keuntungan. "Satu hal yang menarik adalah bahwa Xiaomi hanya menjual handset melalui situs resminya. Manajemen Samsung berpendapat bahwa strategi ini adalah salah satu alasan yang membantu produsen smartphone China meningkatkan penetrasi mereka dalam waktu singkat," kata eksekutif ini.

Tapi strategi ini sangat tidak mungkin diterapkan oleh Samsung memperkenalkan produk mereka di pasar pengembangan utama seperti Amerika Serikat dan Eropa, serta Korea Selatan. "Samsung harus berhati-hati untuk menjual langsung produk mereka melalui situs online di pasar negara maju karena jika tidak, maka operator di negara-negara ini akan marah," kata eksekutif ini, sambil menambahkan bahwa kemitraan yang solid antara Samsung dan operator di pasar negara maju sangat penting dalam menjaga image premium perusahaan.

Namun, posisi Samsung masih akan terjaga dengan baik untuk mencoba hal ini di kawasan Asia-Pasifik karena sudah jelas bahwa strategi di Asia-Pasifik menjadi faktor yang semakin penting bagi hampir semua produsen smartphone.

Samsung telah memiliki pijakan yang kuat di pasar negara maju dan bersaing secara efektif dengan Apple. Namun di Asia, di mana permintaan untuk ponsel murah tetap solid, celah pasar dengan Apple telah melebar. Pada kuartal keempat tahun lalu, menurut data dari Counterpoint Research, pangsa pasar Samsung di Asia adalah 13 persen, sedangkan Apple 16 persen.

"Sepertinya Samsung akan mengubah fokusnya terhadap handset terjangkau di Asia, mereka berniat untuk menerapkan strategi pemasaran penjualan online secara langsung di negara-negara yang dipilih. Strategi ini akan efektif bagi Samsung untuk menaikkan pangsa pasarnya dengan biaya yang lebih sedikit," kata eksekutif ini.

Dengan Asia-Pasifik menyumbang 53 persen dari pengiriman smartphone global pada 2014, dan dengan para pemimpin smartphone global dan lokal yang berkerumun di pasar ini, analis pasar memiliki harapan yang tinggi pada Samsung untuk membangun pijakan yang berarti di pasar yang penting secara geografis ini.

Seorang juru bicara Samsung sendiri menolak berkomentar untuk masalah ini.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar