Senin, 23 Maret 2015

Samsung kerjasama dengan Microsoft untuk layanan enterprise


Dalam rangka untuk mengurangi ketergantungan kepada Google serta mempersiapkan layanan dan konten untuk perangkat enterprise Tizen mendatang, Samsung Electronics hari ini mengumumkan bahwa mereka telah memperluas kemitraan global mereka dengan Microsoft untuk mengakomodasi lebih banyak konsumen dan pelanggan bisnis.

Samsung awalnya berencana untuk menghadirkan layanan dan aplikasi buatan Microsoft pada portofolio perangkat Android mereka dan akan memberikan produktivitas mobile yang aman untuk pebisnis melalui Microsoft Office 365 dan Samsung Knox. Beberapa layanan dan aplikasi dari Microsoft yang akan disematkan pada perangkat mobile Samsung antara lain Microsoft Word, Excel, PowerPoint, OneNote, OneDrive dan Skype.

Pengamat industri percaya bahwa langkah terbaru ini untuk memberikan pilihan buat konsumen Samsung diluar layanan dan aplikasi buatan Google. Samsung ingin membuat jarak dengan Google setelah melihat Google sebelumnya telah meluncurkan layanan software sendiri untuk pelanggan bisnis melalui Android Work.

"Tujuan kami adalah untuk memenuhi kebutuhan yang terus berkembang dari konsumen dan pelanggan bisnis dan memberikan mereka lebih banyak kekuatan untuk menemukan pengalaman mobile baru," kata Lee Sang-chul, wakil presiden eksekutif untuk Strategic Marketing Office di divisi IT & Mobile (IM) di Samsung Electronics. "Kami percaya produk mobile suite premium kami ditambah dengan layanan produktivitas Microsoft akan menawarkan pengguna mobilitas yang mereka butuhkan dalam kehidupan pribadi dan bisnis mereka."

Dengan memiliki hampir 200 juta pelanggan bisnis, Samsung ingin memposisikan Tizen sebagai platform untuk enterprise. Samsung sebelumnya bekerjasama dengan perusahaan penyedia software enterprise seperti Salesforce dan SAP untuk perangkat mobile dan wearable berbasis OS Tizen. Samsung juga telah mengajukan sertifikasi keamanan dan anti penyadapan kepada pemerintah Rusia agar Tizen dianggap sebagai platform yang aman untuk digunakan di lingkungan bisnis dan instansi pemerintahan.

Di lain pihak, Linux Foundation selaku pemilik dari proyek Tizen mulai tahun ini juga telah membuka kursus pelatihan Tizen atau Tizen Project Training yang ditujukan untuk pebisnis atau manajer teknik (engineer) agar perusahaan bisa berpartisipasi dalam Tizen secepat mungkin.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar