Rabu, 25 Maret 2015

Samsung berencana produksi Tizen TV dengan layar OLED


Samsung Electronics yang sempat menghentikan perilisan Smart TV dengan layar OLED selama tahun 2015 karena masih mahalnya produksi panel layar OLED berukuran besar, dikabarkan akan kembali memproduksi OLED TV. Semakin murahnya panel organic light-emitting diode (OLED) menjadi salah satu alasan buat Samsung Display, anak perusahaan Samsung yang memproduksi panel layar, untuk kembali membuat layar jenis ini.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Group telah menerima rekomendasi dari Samsung Display untuk kembali memproduksi panel layar OLED berukuran besar saat proses audit internal. Samsung Display menggunakan Low Temperature Poly-silicon (LTPS) untuk panel layar OLED, dan dikabarkan telah siap untuk produksi dalam skala penuh melalui pabrik mereka di kota Asan.

Samsung Display saat ini menguasai 97% pasar layar OLED untuk perangkat mobile berukuran kecil seperti smartphone, tablet dan smartwatch, namun untuk layar OLED berukuran besar seperti untuk TV masih jauh tertinggal dengan rekan senegaranya LG Display. Samsung pertama kali meluncurkan OLED TV pertama di dunia saat berlangsungnya pameran produk elektronik konsumen CES 2013 di Las Vegas.

Untuk Smart TV dan TV premium di tahun ini, Samsung menggunggulkan lini SUHD TV dengan layar Quantum Dots. Walaupun bukan OLED, namun dengan teknik tertentu melalui teknologi nano-kristal yang dikembangkan oleh Samsung Electronics membuat pengembangan dari layar berjenis LCD ini bisa bersaing dengan TV lain yang menggunakan layar OLED.

Indikasi lain untuk kembali masuknya Samsung Electronics di pasar OLED TV juga datang dari serangkaian paten yang berhubungan dengan OLED TV yang diajukan di kantor paten nasional Korea Selatan yang diumumkan awal bulan ini. Menurut Korean Intellectual Property Office, Samsung mengajukan aplikasi merek dagang untuk lima nama, masing-masing Super UHD OLED, Ultra Super OLED, Samsung Super Ultra OLED, Ultra OLED dan Super UHD, di Seoul pada 26 Januari sebelumnya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar