Selasa, 17 Maret 2015

Samsung akan merilis seri Gear sebagai smartphone, bukan smartwatch


Samsung Electronics akan mengklasifikasikan smartwatch seri Gear sebagai perangkat mobile, bukan jam tangan, melalui World Customs Organization (WCO) untuk bisa menghindari pajak dan menjadikannya lebih murah di pasaran. Menurut pihak dari pabean Korea Selatan hari ini, langkah ini diantisipasi untuk memberikan manfaat keringanan pajak buat Samsung dalam pengiriman produk smartwatch ke luar Korea.

Keputusan ini dibuat saat pertemuan Harmonized System Committee (HSC) dari WCO di Belgia awal pekan ini, yang dihadiri oleh Menteri Strategi dan Keuangan Korea Selatan dan Korea Customs Service.

Sementara di Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang telah mengklaim bahwa Samsung Gear seharusnya diklasifikasikan sebagai perangkat mobile, sedangkan di beberapa negara lain, seperti India, Turki dan Thailand, tetap bersikeras bahwa perangkat ini harus disebut sebagai jam tangan dan harus dikenakan pajak bea cukai sebesar 4-10 persen untuknya.

Proposal akan siap untuk dilaksanakan jika tidak ada lagi keberatan dari negara-negara anggota hingga akhir Mei. Meskipun keputusan yang dibuat oleh HSC ini tidak mengikat secara hukum, 179 anggota WCO biasanya akan mengakuinya secara efektif.

Pengamat industri mengatakan bahwa langkah ini akan membuat Samsung bisa menghemat sekitar US$13 juta per tahun dari berkurangnya biaya kepabeanan berdasarkan klasifikasi terbaru, karena perangkat mobile akan dikenakan pajak nol persen di sebagian besar negara di bawah perjanjian Information Technology Agreement yang dibuat Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

"Menyusul keputusan ini, ada kemungkinan bahwa smartwatches lain yang mirip dengan Samsung Gear juga akan diklasifikasikan sebagai perangkat mobile dan memenangkan manfaat bea cukai," kata seorang pejabat kementerian keuangan di Korea.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar