Selasa, 17 Maret 2015

Samsung akan beli AMD?


Samsung Electronics telah memulai proyek untuk membuat desain kustomisasi sendiri untuk chip semikonduktor non-memori. Di era perangkat mobile yang semakin murah dan semakin menjadi produk komuditas, satu-satunya jalan untuk tetap meningkatkan keuntungan adalah lewat produk layanan software dan komponen semikonduktor. Selain itu, chip semikonduktor tidak hanya menjadi inti perangkat mobile, tetapi juga akan menjadi sangat krusial di era Internet of Things (IoT) mendatang.

Walaupun saat ini memiliki pabrik pembuatan chip tercanggih dengan proses fabrikasi terkecil 14 nanometer FinFET, namun Samsung belum memiliki kemampuan untuk mendesain chip prosesor sendiri yang menggabungkan fungsi CPU dan GPU. Tidak seperti Apple, Qualcomm, maupun Intel, Samsung Electronics masih tergantung pada referensi desain stock CPU dan GPU dari ARM.

Itulah kenapa Samsung hingga saat ini masih belum bisa menjadi salah satu penyuplai chip prosesor terbesar seperti yang mereka lakukan untuk chip memori, karena pabrik mereka sebagian besar digunakan untuk menerima order dari perusahaan lain yang bisa membuat desain chip sendiri tapi tidak memiliki pabrik sendiri seperti Apple dan Qualcomm.

Divisi System LSI dari Samsung Electronics yang telah menerima tanggung jawab untuk mengembangkan desain chip prosesor sendiri dilaporkan telah bekerja siang malam untuk bisa mencapai hasil yang diinginkan. Perlu diingat bahwa perintah ini datangnya langsung dari vice chairman Samsung Lee Jay-yong (Jay Y. Lee), sama seperti perintah sebelumnya untuk memperkuat penggunaan software sendiri.

Walaupun telah merekrut banyak tenaga berbakat seperti Michael Shebanow, mantan kepala desainer GPU di NVIDIA dan AMD yang kini menjadi kepala pengembangan prosesor di laboratorium Samsung di Amerika, namun tampaknya sulit untuk mengejar ketinggalan dengan Intel, Qualcomm dan Apple dalam waktu singkat. Samsung akhirnya sampai pada keputusan akhir untuk mengakuisisi perusahaan desainer semikonduktor kelas dunia untuk mempersingkat waktu.

Menurut sumber industri di Korea hari ini, Samsung Electronics ingin mengakuisisi Advanced Micro Devices (AMD) yang selama ini dikenal sebagai produsen CPU dan GPU kelas dunia sejak era kejayaan desktop PC bersama Intel. Samsung dikatakan telah menyiapkan dana lebih dari 60 triliun won (sekitar 700 triliun rupih) untuk AMD.

AMD sendiri yang kesulitan bersaing dengan Intel, terus mengalami penurunan pendapatan. Pada Oktober 2012 mereka mengumumkan akan merumahkan 15% karyawan mereka dan pada akhir 2014 mereka kembali merumahkan 7% karyawan setelah mengalami penurunan pendapatan sebesar 16% dibanding kuartal sebelumnya.

Dengan mengakuisisi AMD, Samsung tidak hanya bisa membuat chip prosesor sendiri buat perangkat mobile dan IoT, namun juga untuk server yang juga sangat penting untuk mendukung bisnis cloud dan Big Data di era IoT. Bergabungnya AMD ke Samsung juga dinilai sebagai 'win-win solution' bagi kedua perusahaan oleh sebagian besar pengamat industri terkait.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar