Sabtu, 14 Februari 2015

Samsung targetkan 200 juta pengguna Tizen TV dalam 5 tahun


Samsung Electronics sudah mulai membuat rencana jangka panjang untuk mendominasi pasar Internet of Things (IoT) mulai tahun ini, yang diawali dari produk Smart TV yang merupakan inti dari Smart Home. Hal ini diutarakan oleh Samsung kepada mitra bisnis dan media lokal dalam acara Samsung Forum 2015 yang diselenggarakan di Monaco, Thailand, Turki dan Hongkong.

Dalam acara yang dihadiri oleh tidak kurang dari 7000 mitra utama dan media lokal, Samsung Electronics mengatakan bahwa keberhasilan ekosistem Tizen terletak dalam bagaimana membangun popularitas dari Tizen TV, karena Smart TV merupakan inti dari platform Smart Home yang akan menghubungkan beberapa perangkat elektronik menjadi satu.

Menurut Samsung Electronics, sekitar 30 juta Tizen TV kemungkinan akan terjual tahun ini. Samsung menargetkan untuk bisa menjual 60 juta unit TV di 2015, dengan Smart TV yang berbasis OS Tizen dialokasikan akan bisa memenuhi 50 persen dari total keseluruhan.


Samsung telah mendominasi penjualan TV global selama 10 tahun terakhir. Menurut data terbaru dari WitsView, penjualan TV LCD telah meningkat 5,5% pada tahun 2014 menjadi 215,2 juta unit dibandingkan 2013. TV LCD TV merupakan produk utama dengan pangsa lebih dari 95% di pasar TV secara keseluruhan, dan WitsView memperkirakan permintaan TV akan menjadi yang terbesar sejak 2007.

Samsung Electronics berada di posisi pertama dengan pangsa pasar 22,8%, meningkat 1,8% dibanding tahun sebelumnya, diikuti oleh LG Electronics di posisi kedua dengan pangsa pasar 14,9%, Sony dari Jepang kembali naik dari posisi keempat ke tempat ketiga dengan mencatat pangsa pasar 6,8%, dan dengan demikian menggeser posisi yang ditempati TCL dari China TCL dengan pangsa pasar 6,1%.

Peringkat berikutnya ditempati oleh perusahaan-perusahaan China Hisense, Skyworth dan KONKA, kemudian Visio dari Amerika Serikat menempati peringkat kedelapan dengan pangsa 3,5%, dan berikutnya Philips, Panasonic dan Toshiba yang masing-masing berada di posisi ketujuh, kedelapan dan kesembilan.

Jika bisa terus mempertahankan posisinya pada pasar TV di seluruh dunia, diperkirakan sekitar 100 juta Tizen TV akan beredar di seluruh dunia pada tahun 2017 dan meningkat lagi menjadi 200 juta di tahun 2020. Hal ini selaras dengan strategi Samsung yang sebelumnya mengatakan bahwa semua TV Samsung akan memiliki fitur IoT pada 2017, dan pada 2020 semua produk elektronik Samsung akan mendukung IoT.

Seorang pejabat yang terkait dengan Samsung mengatakan, "Dimulai dengan SUHD TV, yang memulai debutnya di CES 2015, semua Smart TV akan menampilkan platform Tizen." Pejabat itu kemudian menambahkan, "Misalkan volume penjualan Tizen TV meningkat setiap tahun, hampir 100 juta Tizen TV diproyeksikan akan didistribusikan dalam dua tahun."


Di masa lalu, Samsung Electronics selalu tumbuh pesat ketika ada perubahan besar di pasar, termasuk pengenalan TV digital atau smartphone. Oleh karena itu, perusahaan percaya bahwa IoT akan memberikan peluang baru untuk mencapai pertumbuhan yang luar biasa sekali lagi.

Atas berbagai aktivitasnya dalam bisnis IoT, majalah Fast Company asal Amerika Serikat menobatkan Samsung Electronics sebagai perusahaaan paling inovatif sedunia pada tahun 2015 untuk kategori IoT. Samsung berada di bawah Kickstarter, perusahaan yang menjalankan platform pendanaan umum terbesar di dunia buat startup. Microsoft berada di posisi keenam, sementara perusahaan komputasi awan global Salesforce berada di posisi ke-10.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar