Sabtu, 14 Februari 2015

Analis: Samsung Z1 berikutnya akan dirilis di Nepal, Sri Lanka dan Indonesia


Samsung Electronics telah merilis smartphone Tizen pertama yang ditunggu-tunggu, Z1, di India pada bulan Januari 2015 kemarin. Dilengkapi dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi, Z1 ditargetkan untuk pasar entry level dengan menjualnya dalam harga murah sebagai upaya untuk menarik para pengguna smartphone pertama kali di India, pasar smartphone terbesar ketiga di dunia. Samsung kemudian melanjutkan dengan merilis Z1 di Bangladesh pada minggu pertama bulan Februari.

Setelah India dan Bangladesh, Samsung berencana untuk merilis Z1 di Nepal, Sri Lanka dan Indonesia. Samsung ingin memposisikan Z1 sebagai pesaing utama dari Android One dan smartphone entry level lainnya.

"Samsung berencana meluncurkan smartphone Z1 ke lebih banyak negara-negara berkembang termasuk Nepal, Sri Lanka dan Indonesia dalam beberapa bulan mendatang," kata Woody Oh, Director untuk layanan Handset Country Share Tracker (HCST) di perusahaan analis pasar Strategy Analytics. "Samsung harus bersaing dengan pemain-pemain seperti Android (termasuk Android One), Firefox dan Windows Phone yang memiliki tingkat harga yang sama atau bahkan lebih rendah."

Sebelum bekerja di Strategy Analytics, Woody Oh pernah bekerja sebagai engineer di beberapa perusahaan telekomunikasi di Korea seperti SK Telekom dan KT. Lulusan Universitas Yonsei jurusan Radio Communications Engineering di Korea ini sekarang ini juga bekerja pada mitra utama dari Samsung Electronics, LG dan Pantech.

Menurut Woody Oh, terbatasnya jumlah aplikasi dibandingkan dengan Android adalah area kunci yang perlu diatasi oleh Samsung secepatnya dengan menumbuhkan ekosistem Tizen dan membuat Z1 lebih kompetitif. Tentu saja ini merupakan masalah umum yang dihadapi oleh ekosistem mobile baru.

Di India maupun Bangladesh, Samsung Z1 merupakan smartphone yang dijual dengan harga termurah dibandingkan smartphone Samsung lainnya. Menurut pantauan kita di pasar India, Samsung Z1 ini harganya lebih murah dibandingkan Samsung Galaxy Star 2 Plus dan Samsung Galaxy V, namun untuk spesifikasi hardware sedikit lebih tinggi.

Banyak vendor global dan lokal kini memprioritaskan smartphone murah berharga di bawah $100 untuk mendapatkan traksi dan memimpin pangsa pasar. Pangsa pasar smartphone saat ini sangat dipengaruhi oleh negara-negara berkembang dengan populasi yang besar, karena penetrasi smartphone-nya masih sangat rendah. Konsumen di negara-negara seperti ini biasanya sangat sensitif masalah harga, dan mencari ponsel yang murah.

Ada empat pemain utama di segmen pasar ini, yang pertama adalah Firefox yang meluncurkan smartphone berharga sangat murah dengan menggandeng operator telekomunikasi lokal. Yang kedua adalah Google dengan program Android One yang menggandengan vendor lokal untuk smartphone dibawah $100, dan yang ketiga adalah Microsoft dengan seri Lumia 530/630 yang berbasis Windows Phone. Microsoft juga sengaja menggratiskan lisensi Windows Phone untuk perangkat berlayar di bawah 8-inci untuk menarik vendor lain buat mengadopsinya. Sementara yang terakhir adalah Samsung dengan Z1.

Samsung telah menerapkan OS Tizen pada banyak perangkat elektronik seperti Smart TV, perangkat wearable dan kamera, sehingga mereka diharapkan dapat menaruh beberapa upaya lebih lanjut dalam memperbesar ekosistem berbasis Tizen di semua bidang dari mobile ke bisnis (enterprise) kemudian otomotif hingga smart home yang berpotensi untuk menguasai era Internet of Things (IoT).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar