Minggu, 08 Februari 2015

Pemerintah Rusia siap ajak warganya beralih ke smartphone Tizen


Pemerintah Rusia merasa gerah dengan aksi monopoli pasar smartphone di negaranya yang didominasi oleh sistem operasi (OS) tertutup seperti Apple iOS dan Google Android. Melalui Kementrian Komunikasi dan Media Massa Rusia, pemerintah Rusia akan menyalurkan sejumlah dana untuk membantu memasyarakatkan penggunaan smartphone dengan OS yang terbuka dan independen seperti Tizen.

Menteri Komunikasi Rusia Nikolai Nikiforov lewat serangkaian tweet melalui akun Twitter pribadinya mengeluhkan tindakan Google yang telah memonopoli dan mengontrol setiap perangkat yang menggunakan OS Android yang seharusnya terbuka.



Menurutnya, AOSP (versi open sorce dari Android) juga tidak akan memecahkan masalah karena adanya perjanjian lisensi penggunaan Google Mobile Service antara Google dan OEM atau produsen perangkat Android. Perjanjian ini juga dikatakannya telah menutup celah kemungkinan produsen perangkat Android untuk bisa mengembangkan software Android sendiri buat perangkat mereka yang bisa digunakan untuk membedakan perangkat buatan mereka dan mendapatkan tambahan keuntungan dari sana.

Semua rangkaian tweet dari menteri Nikiforov ini bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi PostgreSQL 2015 di Rusia yang ikut dihadirinya, yang kali ini mengambil tema tentang bagaimana menghindari monopoli ekosistem IT global. Dan menteri Nikiforov mengupload foto smartphone Tizen terbaru Samsung Z1 pada 5 Februari kemarin sambil mengatakan bahwa sistem operasi open source baru telah lahir yang akan menjadi solusi buat monopoli ekosistem IT global

Untuk menghindari monopoli ini, menteri Nikiforov mengatakan bahwa smartphone berbasis OS Tizen dan Sailfish akan segera dijual secara massal di negaranya. Menteri Nikiforov juga berjanji kepada pengembang aplikasi yang mau mengalihkan aplikasi buatannya dari iOS dan Android ke Tizen dan Sailfish akan mendapatkan dana hibah dari pemerintah.



Rusia merupakan pasar smartphone terbesar di Rusia dan salah satu yang terbesar di dunia. Sebelumnya Samsung berencana merilis smartphone Tizen high-end Samsung Z di pasar Rusia pada akhir tahun kemarin namun kemudian dibatalkan.

Samsung bahkan telah mengajukan permohonan sertifikat keamanan kepada FSTEC (Federal Service for Technical and Export Control), yang akan menjamin perlindungan untuk OS Tizen dari penyadapan dan kebocoran data sesuai standar pertahanan dan militer Rusia. Dengan adanya sertifikat ini, diharapkan OS Tizen akan dinilai sebagai sistem yang aman, sehingga bisa memenuhi permintaan di sektor publik dan perusahaan besar di Rusia.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar