Minggu, 25 Januari 2015

Samsung siap bangun platform kesehatan berbasis OS Tizen buat miliaran penduduk China

Vice chairman Samsung Jay Y. Lee (kiri) dan wakil perdana menteri China Wang Yang

Semakin tinggi pendapatan, semakin tinggi permintaan untuk layanan kesehatan. Apalagi dengan meningkatnya populasi penduduk yang berusia lanjut. Hal ini selalu terjadi pada negara yang mulai mencapai kemakmuran, seperti halnya China untuk sekarang ini. Samsung secara khusus akan bekerjasama dengan pemerintah China untuk membangun platform kesehatan berbasis sistem operasi (OS) Tizen untuk melayani miliaran penduduk China ke depannya.

Berdasarkan informasi terbaru dari KOTRA (Korea Trade-investment Promotion Agency) yang berbasis di Xian, Provinsi Shaanxi, barat laut China, penduduk berusia 60 tahun keatas di Republik Rakyat China telah menjadi 200 juta orang di tahun 2013 dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 500 juta orang di tahun 2030, atau lebih banyak dari jumlah total penduduk Amerika Serikat.

Permintaan untuk layanan medis telah meningkat pesat dalam menanggapi perubahan demografis tersebut. Berdasarkan survey dari federasi industri olahraga dan kebugaran untuk konsumen di China pada tahun 2013, 71,1% konsumen mengatakan perangkat wearable sebagai yang paling penting untuk menunjang kesehatan dan kebugaran dan 65% konsumen memilih alat pemantauan kesehatan.

Samsung Electronics sendiri telah merilis berbagai perangkat wearable berbasis OS Tizen seperti smartwatch seri Gear dan konsep perangkat smart health modular Simband dengan berbagai sensor yang bisa dikustomisasi. Ekosistem software kesehatan juga terus ditingkatkan melalui penyelenggaraan Healthcare Hackathon di berbagai penjuru dunia melalui kerjasama dengan berbagai rumah sakit ternama di dunia dengan memanfaatkan perangkat wearable berbasis OS Tizen.

Wakil Perdana Menteri China Wang Yang (汪洋) baru-baru ini telah mengunjungi Korea Selatan untuk menemui Vice Chairman Samsung Lee Jay-yong (Jay Y. Lee) untuk membahas kerjasama bilateral di berbagai bidang seperti pelayanan kesehatan dengan memanfaatkan teknologi IT dan telekomunikasi. Ini merupakan kunjungan balasan setelah tahun lalu Jay Lee berkunjung ke China untuk menemui pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan China untuk membahas bisnis secara langsung di China.

Di Korea Selatan sendiri, pasien medis yang berasal dari China telah memberikan andil besar dalam meningkatkan pendapatan berbagai rumah sakit ternama. Banyak pasien dari China ini telah menghabiskan biaya pengobatan yang besar di berbagai rumah sakit di Korea. Dan hal ini terus meningkat dari tahun ke tahun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar