Kamis, 08 Januari 2015

Samsung perkuat ekosistem IoT untuk Tizen


Internet of Things (IOT), yang diidentifikasi oleh Samsung sebagai salah satu aliran kas pendapatan berikutnya, tidak lagi menjadi khayalan masa depan karena kini perusahaan telah mulai mendorong strategi terkait untuk membuat tren yang nyata.

Eksekutif Samsung Electronics mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan kelompok lain dari afiliasi teknologi, termasuk Samsung SDS dan Samsung C&T untuk membuat sistem terbuka untuk memulai revolusi IoT.

Menuju jalan itu, Samsung Electronics menciptakan sebuah badan pembuat keputusan baru dengan CEO Samsung Electronics Yoon Boo-keun (BK Yoon), CEO Samsung Mobile Shin Jong-kyun (JK Shin) dan chief financial officer (CFO) Lee Sang-hoon yang akan memutuskan terkai investasi, penelitian dan pengembangan (R&D) serta komersialisasi untuk proyek-proyek terkait bisnis IoT. "Jika proyek IoT ingin menghasilkan keuntungan yang nyata, maka kemampuan antar perangkat, komponen, dan telekomunikasi perlu diintegrasikan dengan cara terstruktur. Tiga eksekutif puncak ini yang akan membuat keputusan kunci untuk menghemat waktu dan untuk eksekusi lebih cepat," kata eksekutif Samsung ini.

Samsung telah menjual 665 juta perangkat tahun lalu, banyak diantaranya yang sudah memiliki konektivitas internet. CEO Yoon mengatakan bahwa pada tahun 2017, 90 persen dari perangkat ini akan terpasang ke dalam ekosistem IoT, dan akan meningkat menjadi 100 persen dalam lima tahun ke depan atau pada tahun 2020.


Samsung sendiri sangat bersemangat untuk menciptakan ekosistem sendiri untuk IoT ini, yang juga telah diperluas ke berbagai platform. Samsung telah mengumumkan bahwa semua TV tahun ini akan menggunakan software Tizen, sebuah langkah yang bertujuan untuk memotong ketergantungan yang besar pada software Android dari Google dan untuk tumbuh menjadi pasar baru.

Tizen juga akan menjadi sistem operasi untuk semua produk elektronik konsumen, seperti mesin cuci dan lemari es. Ketika berbicara soal smartphone, Android yang sebelumnya menjadi OS yang dominan, mulai tahun ini Samsung Electronics akan menggunakan baik Android maupun Tizen.

"Itu sebabnya platform Tizen akan diperkuat lagi. Kita tidak bisa secara langsung meninggalkan Google Android. Namun di tengah gelombang keterbukaan dan konektivitas saat ini, Anda tidak akan bisa hidup tanpa [software] milik Anda sendiri. Karena keuntungan terbesar Samsung terletak pada manufaktur, jika kita bisa menumbuhkan ekosistem baru, maka kita akan tumbuh lebih besar lagi," kata eksekutif lain di Samsung.

IoT juga memunculkan kekhawatiran atas privasi data. CEO Yoon telah menjelaskan bagaimana bisnis ini akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk menjual layanan software dan produk melalui pelacakan data pribadi pengguna. "Untuk memperkuat keamanan IoT, kita juga akan mengoperasikan sistem respon keamanan di semua tahapan, misalnya chip, perangkat, hub dan cloud."

"Untuk mengoptimalkan IoT, kombinasi terbaik yaitu 'sensing-network-analysis-service provision,' sangat penting," kata CEO Yoon. "Kita akan bergabung bersama kompetensi dari beberapa divisi bisnis di Samsung Electronics dan akan memperkuat kerjasama terbuka dengan afiliasi Samsung utama dan mitra eksternal yang luar biasa."

Namun tentu saja kebutuhan pengguna dari tiap jenis perangkat bisa berbeda. Pengguna smartphone menginginkan semua aplikasi yang dia inginkan tersedia, sementara pengguna TV lebih mementingkan kinerja yang cepat dan responsif. OS masa depan adalah yang bisa ditempatkan di perangkat mana saja dan bisa memenuhi keinginan penggunanya.

"Kekuatan Tizen adalah waktu loading yang singkat. Dan untuk produk tertentu, ini lebih penting daripada yang lain. Saya pikir Anda harus berpikir secara berbeda antara apa yang penting untuk TV dan apa yang penting untuk ponsel. Untuk ponsel itu adalah aplikasi, dan juga awalnya untuk Smart TV, yang dikatakan apakah TV itu baik atau buruk tergantung pada berapa banyak aplikasi tapi sekarang saya berpikir berbeda," kata CEO Yoon. "Yang penting untuk Tizen adalah bagaimana OS bisa beroperasi berdasarkan keinginan dan pikiran konsumen. Bagaimana OS bisa beroperasi dengan OS lain dan dapat berkomunikasi dengan OS lain. Komunikasi antar perangkat sangat penting. Ini adalah tujuan akhir kita."

Samsung Electronics saat ini masih menjadi pemimpin global dalam industri televisi, handset dan chip memori. "Samsung akan mendiversifikasi portofolio produk agar memiliki kemampuan untuk mengatasi tantangan dalam waktu singkat. Kuncinya adalah bagaimana mendorong proyek-proyek bisnis baru dan manajer harus siap untuk menunggu sampai hasilnya datang."



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar