Selasa, 23 Desember 2014

Samsung hentikan dukungan pengembang bada di 2015 untuk lebih fokus ke Tizen


Samsung Electronics hari ini mengumumkan bahwa pihaknya akan menghentikan dukungan pengembang untuk sistem operasi (OS) bada mulai bulan Januari 2015. Samsung akan mengalihkan perhatiannya untuk lebih fokus ke Tizen setelah smartphone Tizen dipastikan akan mulai meluncur Januari tahun depan.

Berikut ini bunyi pengumumannya di situs developer bada:
Kami menyesal untuk memberitahu Anda bahwa Bada Developers Forum akan ditutup pada bulan Januari 2015."

We regret to inform you that bada Developers Forum will be closed in January 2015. Other contents such as SDK download and technical documents will continue to be available.

bada developers의 포럼게시판을 2015년 1월중으로 운영이 중단될 예정입니다. SDK와 기술문서는 다운받으실수 있습니다.

Pengumuman itu datang hampir dua tahun setelah Samsung Electronics sudah tidak lagi merilis versi baru dari OS bada.



Bada, yang berarti lautan atau samudra dalam bahasa Korea, diluncurkan pada tahun 2010 setelah Samsung memutuskan untuk menghentikan dukungan buat smartphone mereka yang berbasis Symbian pada tahun yang sama.

Pada kenyataannya OS bada juga bernasib sama seperti Symbian. Walaupun sukses di beberapa negara seperti Rusia, India, China, Jerman dan Perancis, smartphone bada gagal menembus pasar Amerika Serikat untuk bisa mendapat publikasi yang luas di kalangan pengembang aplikasi dan media teknologi dunia.

Nama Samsung waktu itu juga belum dikenal luas sebagai vendor smartphone, walaupun Samsung sudah menjadi vendor ponsel terbesar kedua di dunia yang hanya kalah dari Nokia. Dilain pihak, pasar smartphone juga belum diadopsi secara massal seperti sekarang ini dan Android belum banyak dikenal orang.

Situasi sekarang berbeda setelah Samsung muncul sebagai vendor smartphone terbesar didunia, setelah sukses mengkonversi pasar feature phone miliknya ke smartphone, suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh Nokia.

Pengamat industri mengatakan mesin pertumbuhan Samsung kini terletak pada platform Tizen, dan pertanyaannya bagaimana caranya Samsung akan mengkonversi pasar smartphone Android miliknya ke Tizen. Samsung tidak bisa terus bertahan di pasar Android jika ingin pendapatannya kembali meningkat di masa yang akan datang.

"Samsung menghadapi tantangan dalam memimpin pasar setelah pemain asal China telah muncul sebagai ancaman di sektor smartphone dan TV," kata seorang pengamat industri kepada Yonhap News Agency. "Masa depan perusahaan sekarang terletak pada keberhasilan platform Tizen."

Pengamat industri mengatakan handset Tizen yang akan diluncurkan oleh Samsung Electronics di India pada bulan Januari dengan harga dibawah 1 juta rupiah dapat membantu raksasa teknologi Korea Selatan ini tidak hanya mengambil langkah pertama yang berarti di sektor non-hardware, tetapi juga memperluas penjualan model low-end untuk berperang dengan produsen China.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar