Jumat, 12 Desember 2014

Samsung dan SAP bekerjasama untuk proyek dan perangkat IoT masa depan


Samsung Electronics akan memperluas kerjasama dengan perusahaan software raksasa SAP pada proyek-proyek yang berkaitan dengan Internet of Things (IoT). Sebelumnya Samsung dan SAP telah mengumumkan kerjasama mereka untuk membawa solusi mobilitas perusahaan (enterprise) pada perangkat mobile dan wearable Samsung berdasar atas layanan mobile SAP HANA Cloud Platform.

"Saya sering menyebut nama Samsung. Samsung adalah salah satu pelanggan terbesar kami. Ya, Samsung Electronics adalah mitra pada produk mobile dan Samsung akan menjadi mitra kami di berbagai proyek bisnis futuristik di IoT," kata Chief Accounting Officer SAP Christoph Hutten, kepada The Korea Times hari ini. "Teknologi transformasional menawarkan potensi yang signifikan untuk mendorong inovasi bisnis," kata eksekutif ini.

Wakil presiden senior Samsung Electronics sebelumnya mengatakan bahwa perusahaannya telah mengubah fokusnya ke sektor business-to-business (b2b) yang lebih menjanjikan, melalui kemitraan yang terus diperluas untuk membantu mereka meningkatkan kehadirannya di dunia IoT. Samsung telah bekerja pada strategi IoT sejak Juli tahun ini setelah perusahaan mengakuisisi perusahaan smart home SmartThings asal Amerika Serikat.

"Via berbagai program brain-storming, SAP sangat senang untuk membantu Samsung Electronics menemukan model bisnis baru bagi keberlanjutan perusahaan," kata Christoph Hutten. Namun, ia enggan menjelaskan lebih lanjut tentang proyek-proyek tersebut.

Christoph Hutten
Menurut Christoph Hutten, IoT memiliki potensi pertumbuhan yang besar. "Hal ini menjadi bukti bahwa Internet of Things akan menjadi industri yang terfragmentasi dengan tidak ada perusahaan tunggal yang menyediakan solusi one-stop. Bahkan pemain besar akan perlu untuk membangun kemitraan dengan penyedia lain dalam lanskap IoT untuk mencapai pengguna akhir," katanya.

Kedua perusahaan telah sepakat untuk berkolaborasi pada penciptaan handset IoT. Di bawah kemitraan ini, penambahan perangkat baru sedang dimasukkan ke dalam portofolio produk wearable dan teknologi mobile Samsung untuk pengguna bisnis dengan menggunakan platform mobile SAP in-house.

Christoph Hutten mengidentifikasi bahwa "cloud, mobile, sosial dan big data" sebagai empat tren teknologi utama dan menekankan SAP berada di trek untuk menyederhanakan lingkungan IT. Menurut pengamatannya, cloud menghadirkan fitur daya dan penyimpanan komputasi melimpah yang hemat biaya, sedangkan perangkat mobile adalah standar baru de-facto dalam transaksi bisnis. Sedangkan tren ketiga - sosial - sebagian besar tentang bisnis terhubung dan jaringan sosial, sedangkan big data menggunakan analisis real-time untuk wawasan perilaku dan prediktif.

Menjawab pertanyaan tentang tumbuh kekhawatiran atas keamanan data di tengah kegunaan sistem komputasi awan (cloud computing) yang terus diperluas, Christoph Hutten menekankan bahwa SAP menyediakan sistem yang aman dan konsumen selalu memiliki pilihan untuk data yang mereka ingin jaga atau ingin ditransfer.

"Jika konsumen tidak ingin mentransfer data mereka, maka mereka hanya melakukannya secara sederhana. Kami menawarkan berbagai pilihan. Oleh karena itu, data center harus dikembangkan menjadi server yang stabil, seperti bagaimana Anda menghubungkan sistem dan siapa yang memiliki koneksi adalah yang paling penting."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar