Senin, 24 November 2014

Pindahkan 6700 karyawan divisi mobile, Samsung rombak semua konten dan aplikasi smartphone


Samsung Electronics akan merampingkan karyawan yang bekerja di divisi IT & Mobile Communications (IM) bersamaan dengan perombakan (reshuffle) tahunan tingkat eksekutif dari Samsung Group yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember setiap tahunnya. Berkurangnya karyawan di divisi IM juga akan berimbas pada menghilangnya berbagai aplikasi dan layanan yang selama ini ada pada smartphone Samsung.

Menurut sumber dari surat kabar yang beredar di Korea pada hari Jumat kemarin, Samsung Electronics akan memangkas hingga 30 persen dari karyawan dan eksekutif di divisi IM, yang mengelola bisnis smartphone, dengan memindahkan mereka ke divisi lain berdasarkan evaluasi kinerja mereka. Samsung Electronics memiliki tiga divisi yang dipimpin oleh 3 CEO - IM, Consumer Electronics (CE) dan Device Solutions (DS). Sekitar 28.000 karyawan saat ini bekerja di divisi IM, yang hampir sepertiga dari total karyawan perusahaan. Jika rencana tersebut dijalankan, hingga 6.700 karyawan dari divisi IM bisa bergeser ke divisi lainnya.

Ini akan menjadi restrukturisasi terbesar sejak divisi IM didirikan pada akhir 2012. "Meskipun target utama adalah para eksekutif, namun karena kinerja tahun ini tidak begitu bagus, karyawan lain juga harus tunduk pada restrukturisasi setelah dilakukan evaluasi menyeluruh," kata seorang pejabat dari Samsung Electronics.

Samsung dikabarkan telah selesai melakukan evaluasi kinerja eksekutif dan saat ini sedang menyusun rencana perombakan. Vice Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee, pewaris dari Chairman Samsung Group, Lee Kun-hee, yang diharapkan menjadi pengambil keputusan inti dari segala aktivitas di Samsung Group, akan membuat keputusan akhir dalam beberapa minggu ke depan. Jay Y. Lee mendapat saran langsung dari Samsung Future Strategy Office yang dipimpin oleh Choi Gee-sung, yang selama ini menangani semua keputusan penting, termasuk reshuffle manajemen puncak dan investasi pada unit afiliasi dari Samsung Group.

Orang dalam industri mengatakan bahwa restrukturisasi divisi IM adalah yang paling mungkin terjadi, mengingat penurunan laba pada smartphone dan prinsip Samsung bahwa selalu ada kompensasi dari setiap kinerja. Divisi IM dipisahkan ke dalam mobile business, network business dan MSC. Media Solution Center (MSC), salah satu dari tiga sektor usaha di divisi IM yang berkaitan dengan bisnis konten software, kemungkinan yang akan terpukul paling keras, karena lebih sering gagal dalam menghasilkan keuntungan. Sumber dari dalam Samsung memperkirakan MSC akan diserap oleh mobile business.

Pada awal bulan ini, Samsung mengatakan akan menghentikan layanan e-book, "Samsung Books," yang dikelola oleh MSC pada akhir bulan ini. Samsung Books sebelumnya bernama Readers Hub. Samsung berencana untuk berkolaborasi dengan penyedia konten e-book yang sudah terkenal, seperti Amazon dan Barnes & Noble.

Samsung juga telah menutup layanan multimedia lainnya Video Hub dan Music Hub pada bulan Juli. Kedua aplikasi ini sekarang diganti oleh Milk Music dan Milk Video. Anehnya, walaupun Milk Music dan Milk Video tidak disediakan secara pre-installed pada perangkat Samsung, namun faktanya lebih disukai oleh pengguna perangkat Samsung dibandingkan pendahulunya yang sudah menghuni perangkat mobile Samsung sejak pertama kali dihidupkan oleh penggunanya.

Setelah e-book dan multimedia, Samsung Electronics sekarang memutuskan bagaimana cara terbaik untuk menutup bisnis aplikasi mobile messaging mereka, ChatON, karena keuntungannya juga belum mengalami peningkatan. Namun sama seperti saat peluncurannya dulu, ChatON akan ditutup dalam beberapa tahap per-negara. "Samsung Electronics berencana untuk keluar dari pasar mobile messaging dari wilayah satu ke wilayah lainnya sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk merestrukturisasi bisnis yang kurang menguntungkan dan meningkatkan keuntungan," kata seorang pejabat Samsung.

Alasan dari strategi ini adalah karena ChatON telah menerima tanggapan positif di beberapa pasar, sehingga sangat tidak mungkin untuk segera menutupnya begitu saja. ChatOn pertama kali diluncurkan pada bulan September 2011. Hingga saat ini, layanan ini digunakan di lebih dari 120 negara di 63 bahasa yang berbeda oleh lebih dari 100 juta pengguna. ChatOn tersedia baik di perangkat dengan OS Android, Apple iOS, Samsung bada, feature phone Samsung dan BlackBerry.

"Ketika Anda berbicara tentang jumlah total pengguna, ChatOn terlihat kompetitif karena ChatON dipasang di semua smartphone Samsung. Masalah utamanya adalah bahwa penggunaan aplikasi ini sangat rendah dan itu berarti volume transaksi didalamya yang bisa menghasilkan keuntungan tidak banyak," kata seorang pejabat Samsung. "Samsung berada di trek untuk merampingkan unit bisnisnya. Dari sudut pandang bisnis, ChatOn bukanlah bisnis yang dapat menunjukkan perbaikan di masa mendatang."

Sebagai pengganti ChatON, Samsung Electronics akan memperluas kemitraan dengan Facebook. WeChat dari China adalah penyedia aplikasi mobile messaging terbesar di dunia jika dihitung berdasarkan jumlah pengguna terdaftar mencapai lebih dari 600 juta, atau 35 persen dari pangsa pasar global, diikuti oleh WhatsApp dan Facebook. Karena WhatsApp telah diakuisisi oleh Facebook, langkah Samsung dalam menggandeng Faceebok untuk layanan SNS tentunya bisa dimaklumi.

"Pasar smartphone berubah dengan cepat, namun divisi IM tampaknya kurang mendapat tekanan dan restrukturisasi harus difokuskan pada merampingkan dan menyederhanakan divisi ini agar bisa bereaksi cepat terhadap perubahan pasar," kata seorang pejabat dari Samsung Group.

Jumlah karyawan di divisi IM sebelumnya terus membengkak selaras dengan bisnis smartphone Samsung yang makin membesar. Tapi seiring dengan pertumbuhan itu, sistem pengambilan keputusan menjadi sangat kompleks dan lambat. Saat ini, ada tujuh presiden di divisi IM dan karena jumlah karyawan yang banyak, perusahaan harus menyewa kantor tambahan di dekat bangunan utama di distrik Seocho, Seoul selatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar